• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Demi Hijrah Bersama Rasulullah, Shuhaib Relakan Semua Hartanya

by Yudi
7 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Keberanian Ummu Sulaim

Ilsutrasi: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

“Dan diberikannya makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang tawanan.” (QS. ad-Dahr: 8).

SAAT mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam akan hijrah, lelaki itu tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengikutinya. Rasul pun tak menolaknya. Mereka bertiga, Rasulullah, Abu Bakar, dan Shuhaib bin Sinan–lelaki itu–bersiap meninggalkan Mekkah yang mereka cintai.

Rencana hijrah ini mengundang orang-orang musyrik Mekkah untuk membinasakan Rasulullah dan pengikut setianya. Mereka pun segera menyusun strategi secara cepat demi mewujudkan ambisi yang ditunggu-tunggu selama itu, yakni dengan menggunakan jebakan-jebakan.

BACA JUGA: Hijrah-hijrah yang Dilakukan Nabi dan Para Sahabat

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Rasulullah dan Abu Bakar yang ekstra hati-hati dalam bergerak menuju Madinah berhasil meloloskan diri dari berbagai rintangan. Sedangkan Shuhaib terjebak dalam salah satu perangkap mereka. Dalam posisi terjepit ia pun mengeluarkan jurus selamat. Sambil menepis tuduhan musyrik Quraisy tentang hal-hal yang tidak benar terhadap Rasulullah dan pengikutnya, ia mencari-cari jalan keluar. Jiwanya di ujung tanduk.

Begitu dilihatnya orang-orang yang menginterogasinya itu lengah Shuhaib secepat kilat loncat ke punggung untanya. Dengan sekencang-kencangnya ia pecut si unta ke gurun luas menuju Madinah. Tak mau kehilangan “mangsa” kaum kufar itu buru-buru mengejarnya. Bahkan, pemimpin mereka memerintahkan pasukan tangguh pemburu target yang jitu.

Jarak Madinah yang masih jauh menyebabkan daya tahan yang dinaiki Shuhaib melemah. Dan pasukan pilihan musyrik yang mengejarnya kian mendekat. Hingga dia dan mereka saling berhadapan. Ia tak habis kecerdasan demi melepaskan diri dari cengkeraman musuh.

Shuhaib yang saudagar dan lihai bersilat lidah itu pun berseru, “Hai orang-orang Quraisy! Kalian semua mengetahui bahwa saya adalah ahli memanah. Demi Allah, kalian takkan berhasil mendekati diriku sebelum saya lepaskan semua anak panah yang berada dalam kantong ini, dan setelah itu aku akan menggunakan pedang untuk menebas kalian sampai senjata di tanganku habis semua!”

Ia menantang maju semua musuhnya. Sambil memperhatikan kekuatan yang sangat tak imbang itu ia sadar kemungkinan untuk menang kecil. Lalu ia menyusun taktik. Maka, ia berseru, “Jika kalian setuju saya akan tunjukkan tempat penyimpanan harta bendaku asalkan kalian membiarkan aku (pergi)!”

Mendengar harta benda yang ditawarkan Shuhaib, lawan-lawannya takluk juga. Shuhaib pun menunjukkan tempat disembunyikannya harta dari hasil perniagaannya selama ini. Setelah itu dia dibiarkan melanjutkan perjalanan. Sampai akhirnya dia dapat menyusul Rasulullah dan Abu Bakar di Quba.

BACA JUGA: Jangan Ragu untuk Hijrah Menuju Lingkungan Baik

Rasulullah menyambutnya dengan sukacita saat sedang berkumpul dengan beberapa shahabat, seraya berseru, “Beruntung perdaganganmu, hai Abu Yahya.”

Masih di tempat dan saat itu turun ayat, “Dan di antara manusia ada yang bersedia menebus dirinya demi mengharapkan keridlaan Allah, dan Allah Maha Penyantun terhadap hamba-hamba-Nya.” (QS al-Baqarah: 207). Ayat ini dimaksudkan sebagai kabar gembira atas pengorbanan Shuhaib untuk berhijrah.

Menyaksikan kesungguhan keimanan dan ketakwaan Shuhaib, Rasulullah kian menyayanginya. Shuhaib memiliki pribadi yang riang dan jenaka, selain perilakunya yang pemurah dan dermawan. Tunjangan yang ia peroleh dari baitul maal diberikan semua kepada orang-orang miskin papa.

Shuhaib menjaga amanah harta benda umat sehingga diserahkan pada mereka yang berhak menerimanya. Begitu sangat dermawannya hingga Umar bin Khattab suatu hari berseru padanya, “Saya lihat kamu banyak sekali mendermakan makanan hingga melewati batas.”

Dengan enteng seruan itu dijawabnya, “Sebab saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Sebaik-baik kalian ialah yang suka memberi makanan.” Dengan jawaban telak ini Umar jadi memahami karakter Shuhaib yang begitu “ringan” dengan harta bendanya.

Umar hanya bisa mengingati Shuhaib yang masa kanak-kanak dan remajanya sebagai budak belian yang diperjualbelikan dari satu saudagar ke saudagar lainnya di negeri Romawi. Kemudian, sang majikan terakhir membebaskannya karena melihat kecerdasan, kerajinan, dan kejujuran pada diri Shuhaib.

Hidayah dan kekuatan batinnya untuk istiqamah mengikuti kebenaran menuntun langkah-langkahnya menuju kediaman Arqam di Mekkah, tatkala Rasulullah melakukan dakwahnya secara amniyah. Hingga ia masuk barisan shahabat yang berbai’at pada Rasulullah SAW. Lalu membuktikan bai’atnya dalam setiap waktu dan kesempatan.

Inilah kesaksian Shuhaib, “Tiada suatu perjuangan bersenjata yang dilakukan Rasulullah kecuali pastilah aku menyertainya. Dan tiada suatu bai’at yang dijalaninya kecuali tentulah aku menghadirinya. Dan tiada suatu pasukan bersenjata yang dikirimnya kecuali aku termasuk sebagai anggota rombongannya. Dan tidak pernah beliau bertempur baik di masa-masa pertama Islam atau di masa-masa akhir, kecuali aku berada di sebelah kanan atau di sebelah kirinya. Dan kalau ada sesuatu yang dikhawatirkan Kaum Muslimin di hadapan mereka pasti aku akan menyerbu paling depan, demikian pula kalau ada yang dicemaskan di belakang mereka, pasti aku akan mundur ke belakang. Serta aku tidak sudi sama sekali membiarkan Rasulullah SAW berada dalam jangkauan musuh sampai ia kembali menemui Allah.”

BACA JUGA: Beberkan Kisah Hijrahnya, Ternyata Teuku Wisnu Pernah Terlalu Fanatik

Maka tak salah ketika Khalifah Umar bin Khattab sedang menghadapi sakaratul maut–akibat tusukan pisau seorang munafik saat memimpin shalat berjamaah–Umar menunjuk Shuhaib sebagai untuk memimpin shalat berjamaah hingga penunjukan khalifah baru. Karena ia telah mengenal secara baik Shuaib sebagai shahabat yang istiqamah, takwa, dan menjaga amanah hartanya dengan sebaik-baiknya. []

Sumber: Majalah Saksi/Jakarta

Tags: Hijrahrasulullahsahabat
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ummu Haram binti Milhan, Wanita di Perang Qabrus

Next Post

Tahfizh Leadership Mewisuda Calon Pemimpin Sekaligus Penghafal Qur’an Angkatan 5

Yudi

Yudi

Related Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.