• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 2 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Chaerul Umam; Sutradara Film Religi dengan Segudang Prestasi

by Sodikin
6 tahun ago
in Sosok
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Chaerul Umam. Foto: Republika

Chaerul Umam. Foto: Republika

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

CHAERUL Umam atau yang sering disapa ‘Mas Mamang,’ sudah tidak asing lagi di jagat perfilman nasional. Bukan hanya karyanya yang fenomenal dan relijius, Mas Mamang juga kerap menyabet penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.

Sutradara kelahiran Tegal, 4 April 1943 ini memang sejak kecil sudah gemar menggeluti dunia seni peran. Meskipun pada awalnya ia bercita-cita ingin menjadi polisi, pemilik nama lengkap Iman Chaerul Umam ini gemar berteater di desa kelahirannya.

BACA JUGA: Aktor Film Islami Yakini Perannya Bagian dari Dakwah

Chaerul pernah kuliah selama tiga semester di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Di kampus inilah, ia mulai membentuk grup teater bernama Pentas Cuwiri bersama dua rekannya, Syu’bah Asa dan Abdurrachman Saleh. Ia juga aktif dalam Teater HMI serta Bengkel Teater pimpinan WS Rendra (tokohindonesia.com).

ArtikelTerkait

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

Debutnya sebagai sutradara dimulai pada tahun 1975. Meski tidak berlatar belakang pendidikan sinematografi, Chaerul rajin membaca buku dan banyak belajar film dari sutradara ternama seperti Penulis skenario, aktor, dan sutradara film Sjumandjaja.

Film pertamanya yang berjudul Al-Kautsar sukses meraih beberapa penghargaan, di antaranya meraih penghargaan dalam ajang Festival Film Asia di Bangkok sebagai film budaya terbaik.

Pada era tahun 90-an ketika perfilman sedang lesu dari film-film nasional berkualitas, ayah dua anak ini mulai menyutradarai sinetron bertema Islam seperti Jalan Lain Ke Sana, Jalan Takwa, Astagfirullah, dan Maha Kasih.

Pada saat dunia perfilman mulai menggeliat di awal tahun 2000-an, Chaerul kembali menyemarakkan industri perfilman nasional. Setelah pada tahun 2006 Hanung Bramantyo menggebrak dengan film Ayat-Ayat Cinta, Chaerul pun tak ketinggalan. Pada tahun 2008, ia dipercaya menggarap film yang juga diadaptasi dari karya novelis yang sama, Habiburrahman El Shirazy, yaitu Ketika Cinta Bertasbih (KCB).

BACA JUGA: 5 Animasi Islami, Tontonan yang Recomended buat Anak

Chaerul sengaja menampilkan wajah-wajah baru dalam filmnya ini, karena merupakan pemuda-pemudi terpilih. Bintang-bintang baru dalam KCB dinilai paling mendekati karakter-karakter dalam novelnya, yang sekaligus juga diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi para pemuda masa kini.

Sutradara yang kerap tampil sebagai pembaca cerita pendek ini juga menjelaskan, pembuatan film bertema Islami harus lebih mengutamakan nilai dakwah tanpa meninggalkan unsur-unsur yang membuat film tersebut memiliki nilai jual. Walaupun pada kenyataannya, nilai dakwah dan nilai jual merupakan dua hal yang berbeda dan tidak dapat disamakan.

Dalam menggarap film Islami, Chaerul nampaknya tak terlalu menemui kendala, mungkin karena sejak kecil ia tumbuh di lingkungan yang agamis. Ia dididik dalam keluarga yang taat beragama, terutama dari sang ibu yang dikenal sebagai ustazah.

Chaerul Umam meninggal dunia pada 3 Oktober 2013. Sebelum meninggal, Chaerul menjalani perawatan intensif selama dua pekan di ruang ICU, Rumah Sakit Pondok Kopi, Jakarta, karena penyakit stroke. []

SUMBER: TOKOH INDONESIA

Tags: chaerul umamfilm islamikcbsutradara
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bocah Ini Merasa Ada yang Gerak-gerak di Telinganya, Penyebabnya Bikin Keluarga Panik

Next Post

Muslim Palestina Gelar Shalat Ghaib untuk KH. Abdullah Syukri Zarkasyi

Sodikin

Sodikin

Related Posts

Imam Ahmad, Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Ibnu Katsir, Abu Hanifah

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

15 April 2025
Sulaiman Al-Qanuni,

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

1 Desember 2024
Abu Bakar, Nuaiman bin Amr,Umair bin Wahab Al-Jumhani

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

14 Oktober 2024

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

10 September 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.