ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Benarkah Raqib dan Atid Itu Bukan Nama Malaikat?

Foto: Zellox
0

Berdasarkan informasi umum yang kita ketahui selama ini, ada dua malaikat yang bertugas sebagai pencatat amal. Pencatat amal baik adalah malaikat Raqib, dan pencatat amal buruk adalah malaikat Atid. Namun, benarkah Raqib dan Atid itu nama malaikat?

Dalam firman Allah berikut ini pernyataan mengenai Raqib dan Atid dijelaskan,

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (17) مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ 18)

“Wahai manusia, ingatlah ketika dua malaikat yang ditugaskan mencatat amal setiap amal manusia saling bertemu. Yang satu berada di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kirinya. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid.” (QS. Qaaf: 17-18).

Namun, berdasarkan penjelasan para ulama, makna Raqib dan Atid pada ayat tersebut di atas bukan menunjukan sebutan atau nama untuk dua malaikat pencatat amal.

Para ulama menjelaskan, bahwa raqib dan atid ini merupakan dua sifat yang dimiliki oleh malaikat pencatat amal perbuatan. Bukan nama dua malaikat itu. Jadi raqib itu sifat, dan atid itu juga sifat.

Pemaknaan yang tepat mengenai hal itu yakni malaikat pencatat amal yang berada di sebelah kanan memiliki sifat raqib dan atid. Demikian pula yang disebelah kiri, memiliki sifat raqib dan atid.

Apa Makna Raqib dan Atid?

Imam Qurtubi menjelaskan dalam kitab tafsir beliau (Al-Jami’ Li Ahkam Al-Quran), terkait makna Raqib ada tiga pendapat:

1. Yang senantiasa mengikuti

2. Penjaga, ini dinyatakan oleh As-Suddi

3. Saksi, dinyatakan oleh Ad-Dhohak.

Mengenai Atid, ada dua pendapat :

1. Yang senantiasa menyertai tanpa pernah absen.

2. Penjaga yang disiagakan untuk menjaga hamba atau sebagai saksi atas amal perbuatan seorang hamba. (Lihat kitab tafsir beliau, Al-Jami’ Li Ahkam Al-Quran, untuk tafsiran surat Qaf ayat 18).

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin menyimpulkan tentang makna Raqib dan Atid. Beliau menjelaskan,

(رقيب ) مراقب ليلاً ونهاراً ، لا ينفك عن الإنسان . ( عتيد ) حاضر ، لا يمكن أن يغيب ويوكل غيره ، فهو قاعد مراقب حاضر ، لا يفوته شيء.

Raqib adalah yang senantiasa mengawasi siang dan malam, tidak pernah berpisah dengan manusia.
Atid maknanya, yang senantiasa hadir, tidak mungkin absen atau mewakilkan tugas kepada yang lain. Dia selalu berada memgawasi dan hadir. Tidak ada satupun yang terluput. (Tafsir Al-Qur’an Al-Karim, Ibnu ‘Utsaimin, hal. 93. Surat Al-Hujurat – Al Hadid).

Syaikh Sulaiman Al-Asyqor dalam buku beliau A’lam Al-Malaikah (Alam-Alam Malaikat), menyampaikan kritikan terhadap pernyataan yang menyebutkan bahwa raqib dan atid adalah nama dua malaikat pencatat amal,

يذكر بعض العلماء أن من الملائكة من اسمه رقيب وعتيد ، استدلالاً بقوله تعالى : ( ما يلفظ من قولٍ إلاَّ لديه رقيب عتيدٌ ) وما ذكروه غير صحيح ، فالرقيب والعتيد هنا وصفان للملكين اللذين يسجلان أعمال العباد ، ومعنى رقيب وعتيد أي : ملكان حاضران شاهدان ، لا يغيبان عن العبد ، وليس المراد أنهما اسمان للملكين

Sebagian ulama menyebutkan, bahwa diantara malaikat ada yang bernama Raqib dan Atid. Berdalil dengan firman Allah ta’ala,

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid.”
Pernyataan mereka ini kurang tepat. Raqib dan Atid di sini maksudnya adalah dua sifat yang melekat pada dua malaikat yang mencatat amal perbuatan para hamba.

Raqib dan atid maknanya, dua malaikat yang senantiasa hadir (di sisi manusia) dan menjadi saksi, dua malaikat yang tidak pernah absen dari seorang hamba. Dan bukanlah makna yang dimaksud, bahwa raqib dan atid ini adalah nama untuk dua malaikat. (A’lam Al-Malaikah, hal. 18).

Siapa Nama Malaikat Pencatat Amal Itu?

Bila kita melihat tekstual surat Qaf ayat 17 di atas, hanya disebutkan malaikat yang berada di sebelah kiri dan malaikat di sebelah kanan. Tidak ada dalil yang menjelaskan namanya. Maka, sikap yang tepat terkait hal itu adalah mengikuti istilah-istilah yang digunakan oleh dalil.

Kaidah yang berlaku dalam masalah iman kepada malaikat, di jelaskan oleh Syaikh Abdulkarim al-Hudair dalam salah satu sesi ceramah beliau,

ومنهم من بقي على الغيب، إنما أخبرنا عنه إجمالاً، فنؤمن به إجمالاً، وما أخبرنا عنه تفصيلاً يجب علينا أن نؤمن به تفصيلاً

Di antara malaikat ada yang tidak dikabarkan nama dan tugasnya, hanya dikabarkan secara global saja. Maka kita imani secara global. Malaikat yang dikabarkan kepada kita secara detail (seperti nama, tugas dan sifatnya), kita imani secara detail pula. (lihat http://shkhudheir.com/lecture/1569280081).

Di samping itu, pengetahuan terkait nama malaikat pencatat amal ini, tidak berpengaruh pada tambah dan berkurangnya amal. Cukup bagi seorang mengetahui subtansinya itu sudah cukup untuk memupuk ketakwaan. Yaitu ada malaikat yang berada di sebelah kanan, mencatat amal kebaikan dan malaikat di sebelah kiri kita, yang tugasnya mencatat amal keburukan.

Dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ان صاحب الشمال ليرفع القلم ست ساعات عن العبد المسلم المخطئ, فان ندم واستغفر الله منها ألقاها, والا كتبت واحدة

Sesungguhnya malaikat yang berada di sebelah kiri, akan mengangkat penanya selama enam jam, dari mencatat amal seorang hamba yang berbuat dosa. Jika dia menyesal dan memohon ampun kepada Allah atas dosa itu, maka malaikat itu tidak akan mencatatnya. Jika tidak, maka dosa itu akan dicatat sebagai satu dosa. (HR. Tabrani, dinilai shahih dalam Shahih Al-Jami’ 2/212). Wallahu A’lam. []

Sumber: Konsultasi Syariah.

loading...
loading...