• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 2 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Azan yang Paling Mengharukan

by Yudi
7 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
sahabat kulit hitam

Ilustrasi: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

BILAL bin Rabah ialah yang dilukiskan oleh para ahli riwayat, ia yang berkata, “Saya ini hanyalah seorang Habsyi. . . dan kemarin saya seorang budak belian!”

Hingga tiba pada saat dimana Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam menjatuhkan pilihan bahwa Bilal sebagai mu’adzin pertama dalam Islam.  Dengan suaranya yang merdu dan atas keimanan hingga menjadi keharuan dari suara gema itu. Kehitaman kulitnya sekali-kali tak mampu membatasinya untuk menempati kedudukan tinggi yang dirintis oleh kebenaran.

Posisinya semasa Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam tak tergantikan oleh siapapun. Namun setelah Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam meninggalkan alam fana pada awal 11 Hijrah. Semenjak itulah Bilal menyatakan diri tidak akan mengumandangkan adzan lagi.

BACA JUGA: Tatkala Adzan Berkumandang

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Ketika Khalifah Abu Bakar memintanya untuk jadi mu’adzin kembali, dengan hati pilu nan sendu Bilal berkata: “Biarkan aku jadi muadzin Nabi saja. Nabi telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.”

“Dahulu, ketika engkau membebaskanku dari siksaan Umayyah bin Khalaf, apakah engkau membebaskanku karena dirimu apa karena Allah? Jika engkau membebaskanku karena dirimu, maka aku bersedia jadi muadzinmu. Tetapi jika engkau dulu membebaskanku karena Allah, maka biarkan aku dengan keputusanku,” Bilal melanjutkan.

Setelah Bilal berkata seperti itu, maka Abu Bakar pun hanya terdiam.

Lama Bilal tak mengunjungi Madinah. Hingga pada suatu malam, Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya: “Ya Bilal, wa maa hadzal jafa’? Hai Bilal, kenapa engkau tak mengunjungiku? Kenapa sampai begini?”

Bilal pun bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam.

Setelah tiba di Madinah, Bilal melepas rasa rindunya. Saat itu, kedua cucu Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam mendekati nya, ialah Hasan dan Husein.

Sembari mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam itu.

Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal, “Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami? Kami ingin mengenang kakek kami.”

Saat itulah menjadi adzan terakhir yang dikumandangkan oleh Bilal. Saat waktu shalat tiba, ia naik ke menara dan adzanlah di tempat dahulu biasa ia adzan pada masa Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam masih hidup.

BACA JUGA: 10 Adab Ketika Mendengar Adzan

Suaranya yang syahdu dan penuh wibawa membuat kenangan lama bangkit kembali.

Seluruh isi kota Madinah berlarian dan berteriak hingga wanita pingitan pun ikut keluar menuju arah suara. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya. Lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Rasa senang tertelan oleh tangisan yang pecah, sedang suara yang paling keras tangisnya diantara mereka ialah Umar. []

Sumber: Karakterisik Perihidup Enam Puluh Shahabat Rasulullah/Penulis: Khalid Muhammad Khalid/Penerbit: Diponegoro

Tags: Adzanazanbilal bin rabahsirah
ADVERTISEMENT
Previous Post

Khawatir Terpapar Corona di Kamp Pengungsian, Warga Suriah Pilih Tidur di Reruntuhan Rumah

Next Post

Pengaruh Besar Umar bin Khattab Terhadap Islam

Yudi

Yudi

Related Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.