islampos
Media islam generasi baru

Akhwat, Siapapun Kita di Masa Lalu

0

 

Oleh: Nurul Huda
Pend. Biologi UIN SGD Bandung

 

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d[13]:11).

 

SIAPAPUN kita di masa lalu, bukan berarti kita tidak berhak untuk menjadi muslimah yang lebih baik. Perubahan butuh proses, meski sejengkal demi sejengkal.

Mungkin, saat ini kita tidak tahu banyak hal. Setidaknya kita tahu bahwa pacaran itu di larang dan hijab adalah kewajiban. Kita memang tidak tahu banyak hal. Setidaknya kita mau berusaha belajar. Membuka indera akan kebenaran.

Kita memang tidak tahu banyak hal. Setidaknya kita ada keinginan dan tekad untuk hijrah, menjadi insan yang lebih baik dan berusaha istiqomah.

Kita memang tidak tahu banyak hal. Tidak memiliki pemahaman lebih akan agama islam. Kemampuan membaca kitab, menerjemahkan, menafsirkan, hafalan yang banyak akan ayat qur’an, hadist, yang hebat seperti orang-orang.

Namun setidaknya kita ‘MAU’ berusaha belajar mengejar ketinggalan. Membaca, mendengar, melihat, memperhatikan. Lewat mereka. Dengan membaca buku-buku yang menampar namun menyadarkan. Mendengar lewat kajian. Memperhatikan mereka, memberikan teladan. Dan berusaha untuk mengamalkan.

Mungkin saat ini, kita belum menjadi muslimah yang baik. Membaca ayat Al-qur’an, menambah hafalan, infak, sedekah, yang masih ogahan-ogahan. Memakai hijab yang masih abal-abal. Taqwa yang sering saja terlalaikan.

Yaa kita belum menjadi muslimah yang baik.

Entah bagaimana kita di masa lalu.

Namun hari ini, bismillah kita usahakan menjadi wanita yang lebih baik. Menjadi wanita di masa sekarang dan masa depan yang lebih baik.

Proses penataan akhlaq berjalan terus sampai kita di kafankan. Semoga kita tetap istiqomah, konsisten, semangaat menggapai cita yang kita usahakan.

Yaa, menggapai predikat wanita sholehah dari Allah. Mendapat tempat di Surga Allah. Memperoleh Rahmat Allah. Allahumma aamiin. []

loading...
loading...