• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 27 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Nilai Politis Idul Fitri

by Rifki M Firdaus
8 tahun ago
in Uncategorized
Reading Time: 2 mins read
A A
0
idul fitri di hari jumat, Perbuatan yang Bukan Termasuk Riya, Arti Taqabbalallahu Minna wa Minkum. Shalat Hari Raya Id

Ilustrasi Hari Raya. Foto: Daily Express

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Hanif Kristianto
Analis Politik dan Media

Ramai pejabat dan alat-alat negara mewanti-wanti. Jangan sampai khutbah idul fitri disisipi politik. Rakyat biasa yang mayoritas umat Islam pun berpesan pada dai dan penceramah untuk tidak bicara urusan negara. Ada semacam pembodohan politik secara sistemis. Sungguh ini bencana yang kerap di alami rakyat Indonesia. Entah apa alasan utama pelarangan rakyat cerdas politik? Di sisi lain, klaim Indonesia sebagai negara demokrasi sekadar jargon.

Sesungguhnya setiap peristiwa memiliki makna politik. Jika saja semua mengetahui. Dilihat dari sudut pandang politik Islam, idul fitri menjadi momentum politik. Pun idul fitri menjadi tonggak pembuktian ketaatan hakiki kepada Allah Swt. Betapa pun manusia mencegah dan menjauhkan politik dari kehidupan umat Islam. Niscaya yang terjadi sebuah kemustahilan. Harus dipahami bahwa politik Islam bermakna mengurusi urusan rakyat dengan syariah. Bukan politik yang dimaknai penguasa saat ini, sekadar urusan kursi kekuasaan dan pendapatan.

Ada beberapa makna politik idul fitri:

ArtikelTerkait

Hukum Kencing sambil Berdiri, Bolehkah?

Orang-Orang yang Dibenci oleh Allah SWT

Penjajah Kuasa Menghentikan Rezeki Rakyat Gaza?

Gen Z Wajib Tahu, Ini 10 Cara Mudah Cari Penghasilan di Zaman Modern

Pertama, penentuan awal dan akhir Ramadhan merupakan tugas negara. Tidak boleh diserahkan kepada individu atau kelompok. Tujuannya umat Islam di belahan negara manapun bisa merayakan dan mensyiarkan Islam serentak.

Kedua, ketaqwaan adalah buah dari puasa Ramadhan. Seruannya jelas kepada umat manusia, tanpa memandang jabatannya. Pemimpin di dalam Islam mendapatkan amanah sebagai pelayan rakyat. Jika seorang muslim, maka mengambil dan menerapkan hukum Islam menjadi konsekuensi mutlak. Bukankah setiap pemimpin disumpah dengan al-quran? Adapun al-quran kitab yang perlu direalisasikan dalam kehidupan melalui peran negara.

Ketiga, seorang pemimpin selayaknya menyadari betul untuk mampu merubah sikapnya. Berbaik hati pada rakyatnya. Menerbitkan aturan yang pro rakyat dan melepaskan diri dari segala tekanan pihak asing yang berniat menjajah dan mengeruk kekayaan alam. Pemimpin lebih berdikari karena di belakangnya ada rakyat yang siap membela, tanpa takut kursi kekuasaanya digoyang.

Keempat, momen idul fitri sebagai cara mengoreksi penguasa. Dalam artian memberikan solusi dan mengembalikan pemerintahan yang keluar dari rel sebenarnya. Seruan itu bisa disampaikan dalam mimbar khutbah. Ajangsana dan open house bersama penguasa. Inilah saatnya, rakyat bisa bertatap dua mata bersama pemimpin dan penguasanya. Jangan marah jika pemimpin dikritik rakyatnya.

Kelima, ukhuwah Islamiyah yang menjadi perekat umat manusia harus tetap dirawat dan dijaga. Komitmen untuk bersatu dalam naungan Islam harus terus digelorakan. Jangan sampai umat Islam berpecah belah dan masuk dalam jebakan adu domba. Pada acara silaturahim dan reuni bisa menjadi ajang untuk mengingatkan saling berjuang, selain saling memaafkan. Ada tanggung jawab yang dipikul sebagai hamba yakni pengabdiannya semata-mata kepada Allah. Karenanya, dalam menjaga ukhuwah dibutuhkan negara yang mampu mengayomi seluruh umat manusia.

Makna dan pesan politik inilah membutuhkan kerja keras dari segala elemen umat. Sehingga idul fitri betul-betul menjadi momentum untuk terus melanjutkan perjuangan, demi kemuliaan Islam. Jadilah bagian orang-orang yang melek dan cerdas politik. []

OPINI ini adalah kiriman pembaca Islampos. Kirim OPINI Anda lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari OPINI di luar tanggung jawab redaksi Islampos. 

Tags: IdulfitrinilaiPolitis
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dalam Shalat, Turun Bersujud dengan Mendahulukan Kedua Tangan

Next Post

FIFA Izinkan Spanduk Dukungan untuk Wanita Iran di Stadion di Piala Dunia

Rifki M Firdaus

Rifki M Firdaus

Related Posts

Tata Cara Mandi Wajib, Waktu yang Tidak Tepat untuk Mandi, Manfaat Mandi Pagi, Manfaat Mandi Sebelum Subuh, Hukum Kencing sambil Berdiri, Handuk, Ciri Air Pipis yang Tidak Sehat, kamar mandi

Hukum Kencing sambil Berdiri, Bolehkah?

7 Mei 2025
Sakaratul Maut, amal, Penghalang Rezeki, Arwah, Shalat Malam, renungan ramadhan, PMO, Keutamaan Pemimpin yang Adil, Shalat Malam, Orang yang Dibenci oleh Allah SWT, Kesabaran, Ulil Amri, Ibnu Abbas, Hari Kiamat

Orang-Orang yang Dibenci oleh Allah SWT

5 Mei 2025
Palestina, Pelajaran dari Gaza

Penjajah Kuasa Menghentikan Rezeki Rakyat Gaza?

21 April 2025
penghasilan

Gen Z Wajib Tahu, Ini 10 Cara Mudah Cari Penghasilan di Zaman Modern

17 April 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.