• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Kisah Berhijabnya Yousra Imran, Penulis Buku Hijab and Red Lipstick

by Eneng Susanti
4 tahun ago
in Muslimbiz
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Yousra Imran,

Yousra Imran. Foto: Hijabi Culture

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SAHABAT Islampos, jilbab dalam Islam merupakan pakaian muslimah yang dikenakan sesuai perintah Allah dalam Alquran. Masing-masing wanita muslim memiliki cerita tersendiri mengenai hijab atau proses merekaber hijab. Salah satu cerita tersebut juga dialami oleh Yousra Samir Imran, seorang jurnalis sekaligus penulis buku.

Bagaimana kisah berhijabnya Yousra Imran?

Yousra Imran menuturkan kisahnya di laman Elle. Dia bercerita bahwa sebagai wanita muslim berhijab keturunan Mesir-Inggris, dirinya sempat melepas hijab. Namun, kemudian dia menemukan kemantapan hati untuk kembali mengenakan hijabnya.

“Saya suka cara hijab saya membingkai wajah saya; tirai dan lipatannya memberi saya perasaan elegan. Beberapa hari saya memakai riasan wajah penuh, dan di hari lain, polos. Either way, saya senang dengan wajah saya. Tapi, tidak selalu seperti ini,” tutur Yousra.

ArtikelTerkait

Gimana Sih Cara Atur Keuangan Rumah Tangga?

Berapa Idealnya Tabungan Minimal yang Harus Dimiliki di Zaman Sekarang?

30 Cara Memperbaiki Kesalahan di Tempat Kerja

Cara Mengelola Keuangan di Usia 40 Tahun

BACA JUGA: Inilah 5 Influencer sekaligus Hijaber Berprestasi di Berbagai Bidang, Sudah Kenal Belum?

Dia menuturkan, selama dua dekade terakhir dirinya sempat memilih untuk lepas-pakai hijab. Yousra mengaku, dengan warisan campuran kulit putih dan Arab, dia menghabiskan masa remaja dan awal dua puluhannya dengan perasaan seolah-olah sedang berperang di antara dua identitas. Salah satunya, dia ingin terus-menerus berusaha membuktikan kepada Barat bahwa kepercayaan dan kesalahpahaman mereka tentang wanita berhijab adalah salah.

Yousra mengungkapkan, anggota keluarganya yang non-Muslim dan berasal dari barat, serta teman-teman non-Muslim-nya di sekolah, membuat asumsi bahwa sebagai seorang wanita Muslim berhijab, Yousra tidak mungkin tahu apa-apa tentang make-up atau fashion. Faktanya, yang terjadi adalah sebaliknya. Yousra bisa menyempurnakan aplikasi eyeliner cair jauh sebelum teman-temannya, dan menghabiskan uang saku untuk majalah mode, mengetahui lebih banyak tentang tren catwalk terbaru.

Di tahun-tahun berikutnya, setelah lulus dari universitas, Yousra bahkan meluncurkan blog mode sederhana yang disebut Under Your Abaya, dan secara teratur menulis untuk majalah mode Timur Tengah.

Namun, pencapaiannya itu ditentang oleh pihak komunitas muslim tempatnya di besarkan. Keyakinan mereka adalah bahwa bereksperimen dengan fashion dan memakai make-up tidak cocok dengan konsep berhijab. Maka, Yousra mencoba membuktikan kepada anggota keluarga muslimnya bahwa dia dapat mengenakan jilbab dan tetap dalam batas kesopanan. Dia ingin dapat mengejar kecintaannya terhadap fashion dan pada kecantikan dengan memakai riasan halus. Tapi usaha tersebut tidak pernah memenuhi harapan keluarganya. Di mata mereka, penampilan Yousra tidak pernah cukup sederhana.

Ketika Yousra berusia 25 tahun, dia pun memilih untuk tidak lagi mengenakan jilbab karena beberapa alasan pribadi.

“Ini bukan tentang menyerah pada standar kecantikan Barat – pada saat saya tinggal di Qatar dan, jika ada, saya merasa tertekan untuk mengadopsi standar kecantikan Timur Tengah. Saya meniru gaya riasan henna saya, melapisi kelopak mata atas dan bawah saya dengan eyeliner cair hitam tebal, melapisi mata saya dengan eyeshadows gelap, mengisi alis saya dengan pensil alis gelap, dan bereksperimen dengan lipstik ungu. Saya bahkan mengecat rambut menjadi hitam. Dengan kulit putih saya, saya terlihat lebih gothic dari apapun,” tutur Yousra.

Namun, seiring bertambahnya usia, alih-alih melihat dirinya yang blasteran itu sebagai cantik atau unik, Yousra merasa perlu menyelaraskan penampilan dengan satu bagian dari etnisnya atau yang lain.

“Saya terlihat tidak sepenuhnya Inggris, atau sepenuhnya Arab, dan jika Anda bertanya kepada anggota keluarga di sisi ibu saya, mereka akan memanggil saya ‘gelap’, sementara anggota keluarga di sisi ayah saya memuji saya karena memiliki kulit putih,” tutur Yousra.

Setelah mencoba dengan sia-sia untuk mengadopsi standar kecantikan Timur Tengah dan merangkul setengah dari warisan budayanya, Yousra menyerah dan mencoba yang sebaliknya.

“Saya mewarnai rambut saya dengan warna coklat muda, meluruskan rambut saya setiap hari, dan memakai make-up minimal. Saya ingin terlihat ‘lebih Inggris’,” kata dia.

Namun, keputusannya itu membuat jati dirinya sebagai muslimah seakan tenggelam. Padahal, dahulu, ketika dia masih berhijab, Yousra mengaku merasakan kelegaan atas tatapan mata yang memandang dirinya.

BACA JUGA: 5 Tips Istiqamah Berhijab di Cuaca Panas

Seiring dengan pemikiran dan kedewasaan, tiga tahun setelah melepas jilbab, Yousra kembali mengambil keputusan mantap untuk berhijab.

“Saya membuat upaya sadar untuk lebih mempraktekkan iman saya dan menghabiskan waktu berbulan-bulan membaca sejarah dan asal-usul jilbab. Begitu saya memisahkannya dari konteks laki-laki dan persepsi atau harapan orang lain terhadap saya, rasanya benar. Saya memakainya untuk Tuhan, bukan untuk persetujuan atau penilaian orang lain,” tegasnya.

Keputusannya untuk memakai jilbab kali ini juga datang dengan resolusi untuk terus merangkul kecintaannya terhadap make-up dan fashion.

“Saya menyadari bahwa saya dapat menggabungkan pakaian dan mengenakan jilbab saya tanpa mengorbankan siapa saya atau nilai-nilai saya. Saya memakai kimono warna-warni yang dipadukan dengan blus sutra dan jeans sebagai ganti abaya hitam. Saya merias wajah saya sesuka saya, bukan bagaimana menurut saya wanita Inggris atau Arab memakainya. Saya telah menemukan jalan tengah dari mata smokey coklat dan bibir matte berwarna mawar yang membantu saya terlihat seperti saya, bukan orang lain,” kata Yousra.

Yousra pun menemukan bagian terbaik atas keputusannya.

“Mengenakan jilbab saya telah membantu saya menyadari bahwa saya tidak perlu terlihat seperti bagian dari etnis saya atau yang lain, dan saya tentu saja tidak perlu mematuhi standar kecantikan tertentu. Hijab saya telah memungkinkan saya untuk menerima diri saya sendiri; sekarang saya memiliki kecantikan pribadi saya,” tegasnya. []

SUMBER: ELLE

Tags: berhijabberjilbabYousra Imran
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ini Jumlah Shalat Sunah Rawatib Muakkad

Next Post

Unik dan Menarik, 20 Fakta tentang Al-Qur’an Ini

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Larangan Rasulullah dalam Berdagang, Akad Istishna Keuangan, Keuangan

Gimana Sih Cara Atur Keuangan Rumah Tangga?

2 Juli 2025
Ciri Penghuni Surga dan Neraka

Berapa Idealnya Tabungan Minimal yang Harus Dimiliki di Zaman Sekarang?

19 Juni 2025
Cara Membuat Produk Digital, Sikap Tidak Terpuji di Tempat Kerja, Kerja

30 Cara Memperbaiki Kesalahan di Tempat Kerja

28 Mei 2025
Cara Mengelola Keuangan, Utang

Cara Mengelola Keuangan di Usia 40 Tahun

25 Mei 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.