• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 25 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Pengurus Besar IDI Analisis 3 Penyebab Tingginya Kematian akibat Corona di Indonesia

by Yudi
6 tahun ago
in Nasional
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ilustrasi: Digtara

Ilustrasi: Digtara

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

JAKARTA–Wakil Ketua Umum 2 Pengurus Besar IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Slamet Budiarto menjelaskan mengapa tingkat kematian akibat virus Corona di Indonesia begitu tinggi.

“Di Indonesia sekitar 8-9 persen (rasio kematian akibat Covid-19). Itu sangat tinggi. Saya sudah menginventarisasi penyebabnya,” ujar Slamet, Senin (6/4/2020).

BACA JUGA: Harimau di Kebun Binatang AS Positif Terinfeksi Virus Corona

Total jumlah pasien Corona di Indonesia mencapai 2.491. Hingga Senin, terdapat 209 pasien Corona meninggal sehingga rasio kematian di Indonesia mencapai 8,39 persen.

ArtikelTerkait

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

Menurut Slamet, setidaknya ada tiga faktor pendorong kematian tinggi akibat virus Corona penyebab penyakit Covid-19, yakni:

1. Terlambat penangan pasien karena sistem rujukan yang kacau

Slamet menerangkan bahwa banyak pasien Corona yang ditolak di pelbagai rumah sakit sebab jumlah pasien melebihi kapasitas rumah sakit rujukan tersebut.

IDI sudah meminta Kementerian Kesehatan agar menunjuk seluruh rumah sakit swasta yang mampu untuk menangani pasien Covid-19 secara tuntas. pembiayaannya akan ditanggung pemerintah.

“Sampai hari ini belum ada, mungkin bingung (pengaturan) pembiayaannya.”

2. Lambatnya pemeriksaan hasil uji swab pasien yang diduga terpapar CoronaSlamet mengatakan sejauh ini hasil swab baru bisa didapatkan paling cepat seminggu. Hal ini menyebabkan banyaknya pasien dalam pengawasan (PDP) tak dirawat dengan standar yang sama dengan pasien positif terpapar Corona.

BACA JUGA: Israel Tipu Tawanan Palestina Soal Corona

Akibatnya banyak PDP Corona meninggal sebelum hasil uji swab keluar.

“Kemarin IDI sudah membuat instruksi, semua pasien PDP harus ditangani dengan protap Covid-19.”

3. Minim ventilator dibanding jumlah pasien yang membludak

Slamet mengatakan pengadaan alat ventilator (alat bantu pernafasan) dari dalam negeri membutuhkan waktu lama. Sedangkan kebutuhan sudah sangat darurat.

“Ventilator portable di Cina katanya ada, Rp 20 juta harganya. Mendingan impor dulu,”kata dia. []

SUMBER: TEMPO

Tags: dokterVirus Corona
ADVERTISEMENT
Previous Post

Harimau di Kebun Binatang AS Positif Terinfeksi Virus Corona

Next Post

Amaliyah Bulan Sya’ban

Yudi

Yudi

Related Posts

JISc

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

24 Juni 2025
Mam Fifi, JISc

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

18 Mei 2025
Israel

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

9 April 2025
Depok

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

28 Maret 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.