• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 25 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Bentrok di India, Masjid di Bakar, Belasan Orang Tewas, dan Ratusan Lainnya Cedera

by Eneng Susanti
7 tahun ago
in Dunia
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi. Foto: Yeni Şafak

Ilustrasi. Foto: Yeni Şafak

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

INDIA–Bentrokan terjadi antara warga muslim dan Hindu india. Pejabat rumah sakit di negara itu menyebut, selusin orang telah tewas dan ratusan lainnya cedera dalam bentrokan antara kelompok-kelompok yang menentang para demonstran di ibukota India, Selasa (25/2/2020).

Al-Jazeera mengutip situs  web India ‘The Wire’, melaporkan bahwa sebuah masjid dibakar di New Delhi. Gerombolan itu berteriak “Jai Shri Ram”, diterjemahkan menjadi “salam Dewa Ram”, di sekitar masjid yang terbakar di daerah Ashok Nagar, New Delhi, pada hari Selasa (25/2).

Rekaman video yang dibagikan di media sosial menunjukkan massa naik ke puncak menara masjid di mana mereka berusaha memasang bendera Hanuman. Media lokal melaporkan bahwa toko-toko di daerah itu juga menjadi sasaran massa.

BACA JUGA: Pria Penyembah Trump Bahagia, Tuhan-nya Bakal Berkunjung ke India

ArtikelTerkait

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

Bentrokan, yang terburuk di ibukota sejak kerusuhan atas undang-undang kewarganegaraan baru dimulai pada bulan Desember, dimulai pada akhir pekan tetapi berubah mematikan pada hari Senin (24/2/2020).

Kekerasan meletus lagi di beberapa daerah di timur laut Delhi pada hari Selasa (25/2), hanya beberapa mil jauhnya dari tempat Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu untuk mengadakan pembicaraan.

Ibukota India telah menjadi pusat protes terhadap Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan, yang membuat kemudahan bagi non-Muslim dari tiga negara tetangga yang didominasi Muslim untuk mendapatkan kewarganegaraan India. Sementara status kewarganegaraan bagi muslim didiskriminasi.

Saluran TV lokal India menunjukkan asap besar mengepul dari ban yang telah dibakar. Reuters melaporkan, saksi mata melihat gerombolan massa menggunakan tongkat dan batu berjalan di jalan-jalan di bagian timur laut Delhi, di tengah insiden pelemparan batu.

Menteri Dalam Negeri Junior India G Kishan Reddy mengatakan kepada mitra Reuters ANI pada Senin (24/2) bahwa kekerasan itu adalah “sebuah konspirasi untuk memfitnah India”, bersamaan dengan momen kunjungan Trump ke negara itu.

Beberapa dari mereka yang memprotes undang-undang kewarganegaraan menuduh, bagaimanapun, Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa dan pendukungnya, menargetkan Muslim dan menghasut kekerasan.

“Kami tidak memiliki senjata, tetapi mereka menembaki kami,” kata Mohammad Shakir, seorang demonstran muslim, “BJP ini menargetkan Muslim. Mereka ingin mengubah India menjadi negara Hindu.”

Sedangkan BJP nasionalis Hindu menyangkal adanya bias terhadap lebih dari 180 juta Muslim minoritas di India.

Sementara itu, akibat bentrokan yang terjadi, sejumlah korban jatuh baik dari pihak muslim maupun Hindu. Reuters melaporkan, di rumah sakit setempat beberapa korban di kedua belah pihak telah menderita luka tembak, dan banyak yang terlihat terluka di kepala dan tubuh mereka. Setidaknya tujuh tewas, 150 terluka dalam protes hukum kewarganegaraan Delhi di tengah kunjungan Trump

Seorang pejabat di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur di New Delhi mengatakan 13 orang telah meninggal di sana dan lebih dari 150 orang terluka telah dirawat di rumah sakit, banyak dari luka tembak.

Seorang pejabat di Rumah Sakit Al-Hind di New Delhi mengatakan dua pria telah meninggal dan lebih dari 200 orang terluka telah dirawat di sana.

Seorang pejabat departemen pemadam kebakaran mengatakan timnya menanggapi lebih dari selusin panggilan atas serangan pembakaran, meskipun langkah-langkah darurat melarang setiap pertemuan di daerah yang dilanda kekerasan.

“Kami telah mencari perlindungan polisi karena kendaraan kami diblokir untuk memasuki daerah yang terkena dampak. Situasinya sangat suram,” kata Direktur Pemadam Kebakaran Delhi Atul Garg.

“Satu kendaraan pemadam kebakaran dibakar oleh pengunjuk rasa pada hari Senin dan sejumlah kecil petugas pemadam kebakaran terluka,” tambah Garg.

Komisaris gabungan polisi Alok Kumar mengatakan sekitar 3.500 polisi dan petugas paramiliter telah dikerahkan. Polisi menembakkan gas air mata dan pelet untuk membubarkan demonstran yang memprotes hukum kewarganegaraan di lingkungan Jafrabad di timur laut Delhi pada hari Selasa (25/2).

Di Jafrabad Baru, penduduk setempat berpatroli di jalan dengan tongkat dan batang logam. Dua wartawan dari saluran berita NDTV  diserang dan dipukuli oleh massa.

BACA JUGA: UU ‘Anti Muslim’ di India Tuai Protes

Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal meminta tenang.

“Apapun masalah yang dimiliki orang, bisa diselesaikan dengan damai,” kata dia, “Kekerasan tidak akan membantu menemukan solusi.”

Menteri Dalam Negeri India Amit Shah, yang bertemu dengan para pejabat setempat pada hari Selasa (25/2), mendesak partai-partai politik untuk menghindari pidato provokatif yang dapat mengobarkan para pengunjuk rasa. Tetapi, di hari yang sama, setelah polisi membersihkan sebuah situs protes anti-pemerintah di timur laut Delhi, BL Santosh, seorang pemimpin dari partai Shah meminta tanggapan keras.

“Permainan dimulai sekarang. Para perusuh perlu diberi satu atau dua pelajaran hukum India,” katanya dalam sebuah tweet.

Sekolah-sekolah di timur laut kota ditutup pada hari Selasa (25/2) dan setidaknya lima stasiun metro ditutup. Pengumuman lewat pengeras suara masjid juga mendesak pengunjuk rasa untuk tetap tidak melakukan kekerasan dan tidak berusaha untuk melintasi barikade polisi.

“Kami tidak memiliki masalah dengan polisi, kami menentang hukum pemerintah,” demikian pernyataan tersebut. []

SUMBER: TRIBUNE.PK

Tags: hinduindiaMuslimUU anti muslimUU Kewarganegaraan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Genius, Bocah Muslim Usia 3 Tahun Ini Diundang Gabung Mensa UK

Next Post

Kasih Ibu Sepanjang Masa, Kasih Anak Sepanjang Galah

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

gaza, palestina

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

18 Juni 2025
Los Angeles

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

10 Januari 2025
jepang

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

16 Desember 2024
DAUD KIM

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

14 Mei 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.