• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 18 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

6 Perkara di Akhir Zaman

by Ari Cahya Pujianto
6 tahun ago
in Akhir Zaman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: VIP NeuroRehabilitation Center

Foto: VIP NeuroRehabilitation Center

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

 

DARI Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Segeralah beramal sebelum datang enam perkara: Dajjal, Dukhan, Daabbah, terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, perkara masyarakat umum, dan perkara pribadi salah seorang di antara kalian.”

Penjelasan

Hadits ini mengajarkan salah satu rambu-rambu yang penting dalam kajian tanda-tanda kiamat. Yaitu kewajiban mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat degnan iman dan amal shalih, sebelum kiamat datang secara tiba-tiba, agar tidak mengalami penyesalan yang tiada guna lagi. Hal ini diajarkan oleh banyak hadits yang diawali dengan kalimat ‘bersegeralah!’. Bahkan hal ini merupakan tujuan pokok penyebutan tanda-tanda kiamat.

ArtikelTerkait

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

10 Perilaku Aneh di Akhir Zaman yang Sudah Disebutkan Nabi Muhammad

Mengenal Dajjal dari Perspektif Sains: dari Simbol hingga Fakta

Apakah Perang Dunia Ketiga Tanda Kiamat Sudah Dekat?

Hadits di atas mengisyaratkan bahwa perkara-perkara besar tersebut terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh pertanda-pertanda yang jelas. Hal itu menuntut setiap muslim untuk senantiasa bersiaga, sehingga tidak dikejutkan olehnya. Perintah ‘bersegera’ dalam hadits di atas merupakan perintah untuk cepat-cepat bertaubat dan anjuran untuk beramal shalih, sebelum mengalami halangan-halangan dan keadaan-keadaan yang menyulitkannya untuk beramal.

Orang yang mengkaji keadaan generasi shahabat akan mendapati mereka begitu meresapi pelajaran ini. Mereka selalu menyiapkan diri dan mencari tahu di setiap waktu, karena khawatir akan dikejutkan oleh peristiwa-peristiwa yang besar di atas.

Dari Nadhr berkata: “Suatu ketika pada masa Anas bin Malik terjadi kabut gelap, maka aku mendatangi Anas dan bertanya kepadanya: “Wahai Abu Hamzah, apakah hal seperti ini pernah menimpa kalian pada zaman Rasulullah SAW?” Dia menjawab, “Kami berlindung kepada Allah! Dahulu jika bertiup angin kencang, kami bersegera ke masjid karena khawatir kiamat telah terjadi.”

Riwayat ini secara tegas menunjukkan tingkat pembinaan keimanan dan kesiapan jiwa yang selalu waspada menghadapi kiamat atau pertanda-pertanda besar kiamat pada generasi shahabat.

Bahkan hadits pertama dari Huzaifah bin Asid menunjukkan kekawatiran dan kewaspadaan tersebut telah mencapai puncaknya, sampai-sampai Rasulullah SAW perlu menerangkan mereka bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum kemunculan sepuluh pertanda tersebut.

Jika para shahabat yang masih jauh dari kiamat saja begini keadaan mereka, bagaimana lagi dengan (seharusnya) sikap kita yang semakin dekat dengan kiamat atau tanda-tanda terbesar permulaannya?

Hadits di atas menyebutkan lafal ‘enam’. Hal itu mengisyaratkan bahwa enam perkara tersebut merupakan bencana-bencana yang sangat besar.

Hadits di atas memuat empat pertanda terbesar kiamat, yaitu Dajjal, Dukhan, Daabah, dan terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya. Hadits-hadits yang lain menerangkan bahwa jika salah satu dari keempat hal tersebut telah terjadi, maka taubat atau keimanan seseorang yang sebelumnya tidak beriman tidak memberi manfaat sedikit pun. Perintah segera beriman dan beramal shalih menunjukkan bahwa keempat hal tersebut sudah dekat, dan sekaligus mengingatkan bahwa ia terjadi saat manusia sedang lalai.

Maksud dari ‘perkara masyarakat umum’ adalah terjadinya kiamat itu sendiri. Adapun maksud dari ‘perkara pribadi salah seorang di antara kalian adalah kematiannya. Barangsiapa mati, maka kiamat telah terjadi pada dirinya. []

Sumber: granada mediatama

Tags: perkara akhir zaman
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pahala Orang yang Menahan Marah

Next Post

Corona, Cermin Diri

Ari Cahya Pujianto

Ari Cahya Pujianto

Hanya Pemuda Akhir Zaman yang Berharap Ridha dan Ampunan Allah Swt

Related Posts

Sakaratul Maut, amal, Penghalang Rezeki, Arwah, Shalat Malam, renungan ramadhan, PMO, Keutamaan Pemimpin yang Adil, Shalat Malam, Orang yang Dibenci oleh Allah SWT, Kesabaran, Ulil Amri, Ibnu Abbas, Hari Kiamat

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

13 Juli 2025
Durasi Jalan Kaki, Pergaulan Bebas, Akhir Zaman

10 Perilaku Aneh di Akhir Zaman yang Sudah Disebutkan Nabi Muhammad

25 Juni 2025
dajjal, pengikut dajjal

Mengenal Dajjal dari Perspektif Sains: dari Simbol hingga Fakta

24 Juni 2025
perang dunia, perang, kiamat

Apakah Perang Dunia Ketiga Tanda Kiamat Sudah Dekat?

18 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.