• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 3 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

4 Keutamaan Shalat Malam

by Sodikin
6 tahun ago
in Kultum Ramadhan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi. Foto: antalialombok.com

Ilustrasi. Foto: antalialombok.com

“Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.” (QS. Al-Insan: 26)

AYAT ini merupakan ayat terakhir yang berbicara tentang perintah sholat malam, yang dikorelasikan oleh Imam Ibnu Katsir dengan surat Al-Isra’: 79, dan surat Al-Muzzammil: 1-4. Perbedaanya ada pada redaksi sholat malam yang digunakan oleh ketiga ayat tersebut. Di surat Al- Isra’: 79 digunakan istilah ‘tahajjud’. Di surat Al-Muzzammil digunakan istilah qiyamul layl. Dan di surat Al-Insan: 26 diperintahkan dengan bahasa ‘Sujudlah’, yang dipahami oleh Imam As-Sa’di dengan makna sholat malam.

Shalat malam, Qiyamul Layl atau tahajjud merupakan ibadah sholat sunnah unggulan yang dijalankan di waktu malam. Waktunya dimulai dari selesai shalat isya’ hingga sebelum fajar. Meskipun ada waktu yang lebih utama, yaitu waktu sepertiga malam, saat Allah SWT turun ke bumi untuk memberi keutamaan kepada hamba-hambaNya yang sedang beribadah.

BACA JUGA: Apa Perbedaan Qiyamullail dengan Tahajjud?

ArtikelTerkait

6 Kerugian Umat Islam di Bulan Ramadhan

3 Sifat yang Bisa Jerumuskan Seseorang ke Neraka

Langkah ke Depan Alumni Ramadhan

Ciri Orang Munafik

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 1808)

Sholat malam yang diwajibkan kepada Rasulullah  dan disunnahkan kepada ummatnya, memiliki beberapa keutamaan. Di antaranya:

Pertama, dikategorikan shalat sunnah yang paling utama setelah sholat fardhu. Rasulullah SAW bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ : شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ ، وَأفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيضَةِ : صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim, no. 1163)

Kedua, shalat malam merupakan kebiasaan orang-orang shalih. Artinya, diantara parameter keshalihan seseorang terletak pada pembiasaan menunaikan sholat malam. Allah swt mengingatkan tentang cirihamba-hambaNya yang mulia di surat AdzDzariyat: 17-18:

ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻗَﻠِﻴﻠًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻣَﺎ ﻳَﻬْﺠَﻌُﻮﻥَ ﻭَﺑِﺎﻟْﺄَﺳْﺤَﺎﺭِ ﻫُﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﻥَ

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).”

Di dalam hadits, Rasulullah SW menyebut keutamaan sholat malam sebagai kebiasaan orang-orang shalih, media taqarrub kepada Allah SWT, dan sarana menghapus dosa dan kesalahan,

ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﻘِﻴَﺎﻡِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺩَﺃْﺏُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴْﻦَ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ، ﻭَﻫُﻮَ ﻗُﺮْﺑَﺔٌ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻜُﻢْ، ﻭَﻣُﻜَﻔِّﺮَﺓٌ ﻟِﻠﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ، ﻣَﻨْﻬَﺎﺓٌ ﻋَﻦِ ﺍْﻹِﺛْﻢِ

“Lakukanlah shalat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi)

Ketiga, Rasulullah SAW berpesan kepada sahabatnya Abdullah bin ‘Amr bi Al-Ash ra agar tidak meninggalkan sholat malam. Pesan ini menunjukka keutamaan sholat malam bagi umat Rasulullah saw

يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ

“Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dahulu ia rajin mengerjakan shalat malam, namun sekarang ia meninggalkannya.” (HR. Bukhari, no. 1152)

BACA JUGA: Jadi Imam Shalat, Ini Dia Kriterianya

Keempat, Khusus di bulan Ramadhan yang mulia, disunnatkan sholat malam yang berlangsung setiap malam, yang tidak ada di bulan yang lain yang dikenal dengan istilah shalat tarawih. Hal ini menambah semangat untuk meraih keutamaan Ramadhan dengan sholat malam, yang dijanjikan ampunan dosa oleh Allah SWT.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا, غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ –

“Barangsiapa melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan (saolat tarawih) atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 2009 dan Muslim no. 759).

Terdapat beberapa keutamaan lain dari ibadah agung ini yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW, para sahabatnya, dan orang-orang shalih setelahnya. Mudah-mudahan kita diberi kemudahan dan taufiq untuk dapat mulazamah sholat malam, terlebih di bulan Ramadhan ini. Aamiin. []

SUMBER: IKADI.OR.ID

 

Tags: Ramadhanramadhan 2020shalat malamTarawih
Previous Post

Banyak Jalan untuk Beramal

Next Post

Suami Istri Cari Waktu Antara Tarawih hingga Sahur

Sodikin

Sodikin

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.