5 Pelajaran Berharga Surah Al-Kahfi Bagi Penuntut Ilmu

Foto: dailysabah
0

ADA banyak pelajaran yang dapat dipetik bagi seorang penuntut ilmu dari kisah Nabi Musa dan pertemuannya dengan Nabi Khidir yang ada dalam Surah Al-Kahfi.

Dilansir Ilmfeed, ada lima pelajaran berharga tentang kisah Nabi Musa dan Nabi Khidr dalam surah al kahfi, yakni:

1. Semangat untuk menuntut ilmu
Nabi Musa AS siap melakukan perjalanan jarak yang sangat jauh untuk mencari ilmu pengetahuan. Ulama menyebutkan bahwa ia mungkin telah melakukan perjalanan di darat maupun laut dalam rangka menemui Nabi Khidr AS. Hal itu menunjukkan antusiasme Nabi Musa yang sangat besar dalam mencari ilmu.

Sebagaimana terdapat dalam surah al kahfi ayat 60:

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.(QS. Al-Kahfi:60)

Kisah di atas memberikan hikmah kepada penuntut ilmu harus siap melakukan perjalanan jauh untuk mencari ilmu. Selain itu, seorang penuntut ilmu juga harus kuat menanggung semua kesulitan yang berhubungan dengan perjalanannya dalam mencari ilmu.

2. Menahan Kesulitan
Perjalanan menuntut ilmu nampaknya tidak mudah termasuk bagi Nabi Musa AS mengalami banyak kesulitan dalam perjalanan mencari ilmu pengetahuan.

Hal itu seperti tersirat dalam surah al kahfi ayat 62:

Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah ke mari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.

Hikmahnya bagi seseorang yang sedang mencari ilmu harus kuat menghadapi banyak kesulitan dan berbagai macam tantangan. Ia harus menahan segala kesulitan yang dijumpai saat mencari ilmu.

3. Bersikap Rendah Hati
Meskipun kedudukan Nabi Musa AS lebih tinggi dari Nabi Khidr, namun ia tetap rela mencarinya untuk menuntut ilmu. Hal itu menunjukkan sikap kerendahan hati Nabi Musa. Ia juga berbicara sopan dengan Nabi Khidr saat ia ingin belajar dari Khidr beberapa ilmu pengetahuan yang dia tidak tahu.
Hal ini seperti dalam firman-Nya:

Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”(QS. Al-Kahfi:66)

Hikmahnya seorang penuntut ilmu tidak boleh meremehkan kemampuan oranglain, meski ia jauh lebih pintar atau tinggi kedudukannya. Ia tidak boleh sombong dan merasa cukup akan ilmu yang dimilikinya. Sebaliknya, ia harus bersikap rendah hati untuk menuntut ilmu kepada siapapun.

4. Mematuhi Guru
Nabi Musa AS mendapatkan peraturan yang ketat saat menuntut ilmu kepada Nabi Khidr. Hal itu seperti yang terdapat dalam surah al kahfi:

Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun”.(QS. Al-Kahfi:69)

Oleh karena itu, seorang yang sedang menuntut ilmu maka harus mematuhi perintah dan aturan yang dibuat gurunya, tentunya selama guru tersebut memerintahkan sesuatu yang wajar.

5. Belajar Sabar
Saat Nabi Khidr memerintahkan Nabi Musa agar jangan sering bertanya terhadap kejadian-kejadian yang dijumpainya, namun sebagai Nabi yang melihat sesuatu yang dilihatnya bertentangan dengan hukum-hukum Allah maka ia tidak meningdahkan larangan Nabi Khidr, dan tetap berbicara.

Ketika Nabi Khidr mengingatkan perjanjian yang dibuatnya bersama Nabi Musa bahwa Nabi Musa tidak akan berbicara, ia dengan sabar menuruti permintaan Nabi Khidr.

Hal itu terlihat dalam firman-Nya:

Musa berkata: “Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku”. (QS. Al-Kahfi:73)

Begitupun dengan seorang yang menuntut ilmu, ia harus melatih kesabarannya. Jika ia tidak memahami sesuatu saat belajar maka ia harus bersabar untuk mencari kejelasan.

Begitulah kisah-kisah inspiratif Al-Qur’an menceritakan bagaimana seseorang yang akan menuntut ilmu sebagai pelajaran berharga untuk kita. []

Sumber

loading...
loading...

Comments

Loading...