• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 18 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

3 Fakta tentang Warga Sipil yang Terdampak Konflik di Suriah

by Eneng Susanti
9 tahun ago
in Dunia
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: lexpress.fr

Foto: lexpress.fr

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

GHOUTA TIMUR—Komite Penyelamatan Internasional dan petugas bantuan di Suriah yang terjun langsung ke lapangan mengungkapkan ada beberapa hal yang perlu diketahui publik mengenai keadaan di Ghouta Timur.

Berikut ini 3 fakta yang terjadi pada warga sipil yang terdampak konflik di Suriah:

1. Hanya setengah dari 2,6 juta penduduk Suriah yang masih bertahan di tempat tinggalnya.

Sebanyak 6,1 juta penduduk Suriah telah terusir dari rumah mereka. Di bagian barat laut Suriah, warga sipil Idlib juga ikut menanggung dampak pertempuran. Wilayah yang sebelumnya menjadi rumah bagi 2,6 juta jiwa, kini hanya tinggal setengahnya yang masih menetap.

ArtikelTerkait

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

Sementara itu, di daerah terkepung seperti Ghouta Timur di pinggiran Kota Damaskus, sebanyak 15.000 orang juga mengungsi setiap harinya. Wilayah yang semula ditempati 1 juta penduduk, kini hanya tersisa 400.000 yang masih bertahan di tengah kesengsaraan.

“Segalanya terjadi begitu tiba-tiba. Suara yang besar dan keras terdengar di mana-mana. Bom juga menghantam rumah tetangga kami. Keadaan ini membuat kami sangat ketakutan. Kami menjerit di dalam kepanikan,” kata salah seorang warga Ghouta Timur.

2. Separuh fasilitas medis hancur dan tak lagi beroperasi

Sebabnya tiga perempat dokter dan petugas medis telah meninggalkan Suriah karena rentetan perang yang terjadi sementara beberapa tenaga medis yang masih menetap kurang pengalaman dalam menghadapi pasien kritis. Bahkan, separuh dari fasilitas medis juga hancur dan tak lagi beroperasi.

Serangan udara sudah menjadi makanan sehari-hari bagi warga sipil di Suriah. Mereka menjalani hari tanpa listrik, peralatan, atau obat-obatan yang memadai.

Pembatasan terhadap pengiriman bantuan membuat orang-orang yang terluka tidak bisa ditangani dengan segera. Bahkan obat penghilang rasa sakit pun langka.

“Semua ambulans kami telah kekurangan persediaan obat. Kami masih memiliki alat dasar seperti penghitung tekanan darah, termometer, tandu, dan obat pertolongan pertama seperti perban namun semuanya ada dalam kualitas buruk,” kata petuas medis setempat.

Di Ghouta Timur, satu dokter harus menangani 3.600 pasien. Sementara 1.000 di antara pasien tersebut ada dalam kondisi serius seperti kanker, gagal ginjal, penyakit jantung, dan luka-luka parah.

3. 1,75 juta anak dan remaja di Suriah tidak bisa sekolah

Banyak dari mereka memutuskan putus sekolah karena bahaya yang setiap hari mengintai. Selain itu, lebih dari sepertiga bangunan sekolah di Suriah telah rusak atau hancur. Ratusan tenaga pengajar juga sudah meninggalkan daerah konflik sejak lama.

Beberapa anak ada yang mengungsi ke negara lain untuk memperoleh pendidikan lebih layak.

“Saya takut dibunuh tapi saya harus sekolah. Saya tidak ingin hidup di tengah kebodohan meski ada peperangan di sekitar saya,” kata Mahmoud, pelajar Suriah dari Homs yang kini tinggal di Libanon. []

SUMBER: INTERNATIONAL RESCUE COMMITTE

Tags: Ghouta TimursuriahWarga Sipil
ADVERTISEMENT
Previous Post

Wadahi Kreatifitas Anak Muda di Era Digital, MTT Gelar Video Course for Islamic Generation

Next Post

Murid TK di Palestina Doakan Kesembuhan ‘Eyang’ BJ Habibie

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

gaza, palestina

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

18 Juni 2025
Los Angeles

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

10 Januari 2025
jepang

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

16 Desember 2024
DAUD KIM

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

14 Mei 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.