• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 18 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Mak, Pengen Makan Daging …

by Saad Saefullah
10 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: Sify Bawarchi

Foto: Sify Bawarchi

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Ernydar Irfan

MELIHAT kehidupan pemulung, gelandangan dan orang gila di jalanan, aku jadi berpikir apakah mereka mendapatkan hak daging qurban? Kalaupun mereka dapat bagaimana mereka memasaknya?

Akhirnya kutanyakan pada murobbiku. “Ustadz, bolehkah qurban dibagi dalam bentuk matang?”

Begitu mendapat jawaban boleh, aku bertekad tahun ini aku akan memasak daging qurban dan membagikan dalam bentuk matang.

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

Hingga hari itu….

“Apa ini, Bu?” tanyanya.

“Ini qurban, tapi dibagi udah mateng biar gak beli bumbu, gak repot masak dan empuk dagingnya karena dipresto,” jawabku.

“Alhamdulillah…. anak ibu akhirnya makan daging juga…. “ sumringah wajahnya menyambut sebungkus sop dan sebungkus rabeg makanan khas Banten.

“Emang gak kebagian daging qurban?” tanyaku

“Dapet bu… tapi saya jual, buat beli obat anak. Badannya panas, gak punya uang jadi dijual ke penadah. Pas sampe rumah anak-anak nanya, ‘Mak dagingnya mana? Pengen makan daging,’ katanya.

“Saya bilang dijual, eh yang kecil nangis kejer pengen makan daging. Alhamdulillah hari ini malah dapet yang udah mateng,” celotehnya mengalir begitu saja dengan mata berbinar.

“Iya Bu… Si Ibu ini mah anaknya banyak. Sakit-sakitan aja, udah susah uang abis buat obat aja. Kemarin ke rumah saya mau minta kuah daging buat anaknya, ya gak ada…daging saya juga dijual buat beli obat rematik ibu saya. Kasihan anaknya pada nangis,” timpal teman si ibu yang ternyata tetangganya.

Mulutku terkunci sesaat terpukau akan ucapannya, sumringah wajahnya dan binar matanya. Ketika sodoran sederhana disambut bagaikan rejeki yang begitu tak ternilai harganya. Aku bertanya pada hati, apa aku yang tak pandai bersyukur atas segala NikmatNya?

Malu rasanya sempat menangis di atas hamparan sajadah merengek, mengeluh merasa lelah atas segala coba, atas sakit lalu berpulangnya kakak tercinta, disusul anak tersayang dirawat delapan hari lalu suami yang menjalani operasi karena sakitnya. Rasaku mungkin tak seberapa yang dialami ibu ini, tapi rejeki sedikit membuatnya begitu bahagia, sedang aku?

Dimana rasa syukur itu atas nikmat yang banyak? []

DISCLAIMER: Tulisan ini secara ekslusif diberikan hak terbit kepada www.islampos.com. Semua jenis kopi tanpa izin akan diproses melalui hukum yang berlaku di Indonesia. Kami mencantumkan pengumuman ini di rubrik Kolom Ernydar Irfan dikarenakan sudah banyak kejadian plagiarisme kolom ini di berbagai media sosial.

Tags: dagingernydar irfanKolom Ernydar Irfanqurban
ADVERTISEMENT
Previous Post

Surat al-Ikhlas Bernilai Sepertiga al-Quran, Benarkah?

Next Post

Ngapain Nolongin yang Jauh, Kenal juga Kagak

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.