Tahukah Anda

Uang Kertas; Sistem Riba Buatan Yahudi (1)

Ahad 25 Syaaban 1433 / 15 Juli 2012 11:20

dollar Uang Kertas; Sistem Riba Buatan Yahudi (1)  SETELAH kehancuran Khilafah Islamiyah Turki Utsmani tahun 1924, yahudi mengubah uang dinar emas dan dirham perak menjadi kertas-kertas bergambar (uang hampa/fiat money) yang berbeda sebutan untuk masing-masing negeri dan mengatur nilai takaran sesuai hawa nafsunya.

Yahudi tanpa kita sadari terus menerus memperbudak kita, jika kita tetap menggunakan uang kertas. Kita akan selalu berkubang dalam lubang kemiskinan dan mereka akan terus kaya. Ini adalah sebuah konspirasi besar untuk menghancurkan ekonomi umat islam. Umat islam dengan menggunakan uang kertas maka mau tidak mau akan terjerat dengan riba dan spekulasi–spekulasi yang diharamkan Allah. Mau tidak mau, suka tidak suka kita akan terlibat dengan riba mereka.

Dari Abu Hurairah Rodhiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang juga pun kecuali ia terlibat dalam memakan harta riba. Kalau ia tidak memakan secara langsung, ia akan terkena juga debu-debunya”.

Dan dalam dunia nyata, ada beberapa langkah kongkrit yang diambil oleh Yahudi dalam rangka mewujudkan ambisi mereka itu.

Pertama dengan mengendalikan sistem moneter dunia dalam satu kantong besar melalui raja rentenir dunia IMF dan World Bank (Bank Dunia) bersama antek-antek rentenir lokalnya yaitu bank-bank sentral di masing-masing Negara. Maka dengan ini, akan tercipta ketergantungan yang kuat (terlilit hutang) sebuah negara terhadap lembaga rentenir ini. Dengan begitu mereka mampu membuat “kembang-kempis” sebuah negara dengan mudah.

Ingat, bank sentral (the fed) bukanlah milik negara tapi milik swasta yang isinya para rentenir Yahudi. Dengan demikian, mereka yang mencetak uang kertas (fiat money) itu bukanlah negara tapi swasta (milik para rentenir yahudi). Ingin tahu berapa keuntungan rentenir bank sentral AS (the fed/federal reserve system)? Semenjak Woodrow Wilson menyatakan sumpah jabatannya tahun 1912, hutang negara telah meningkat dari 1 milyar dolar menjadi hampir 11 trilyun dolar pada tahun 2010 ini.

Lantas kepada siapa hutang negara ini dibebankan? Siapa lagi kalau bukan kepada rakyatnya sendiri yaitu pajak-pajak yang dibebankan di segala bidang kehidupan. Bagaimana kalau lewat pajak tidak cukup? Maka pembayaran dilakukan dengan menjual aset dan kekayaan negara. Sampai kapan? Sampai negara dan rakyat menjadi benar-benar fakir miskin sehingga tergadailah diin-nya.

Uang Kertas Bagian dari Konspirasi

Melalui sebuah negara yang dibuatnya yaitu Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (uncle sam), Yahudi memainkan konspirasinya. Siapa uncle sam? Yaitu Samiri yang membuat patung sapi untuk disembah ketika Nabi Musa meninggalkan kaum Bani Israil selama 40 hari.

Kemudian dibuatlah The Fed (The Federal Reserve System). Inilah sistem yang menjadi panglima besar keuangan riba beserta prajurit-prajurit bank sentralnya. Sistem bejat ini ditanam di seluruh penjuru dunia dan mampu “menyihir” manusia dengan menganggap bahwa kertas bergambar sama dengan emas dan perak. Selain itu The Fed menjadikan dollar AS sebagai parameter takaran nilainya (dolarisasi). Maka kapanpun sesuka mereka, dengan hitungan detik, Zionis Yahudi bisa menjatuhkan nilai kertas sebuah negeri terhadap dollar Amerika. Jika suatu negeri meenjadi pembangkang, maka dijatuhkan nilai kertasnya sehingga menimbulkan ketidakpercayaan dari rakyat. Demikian pula sebaliknya, apabila suatu negeri tunduk dan patuh maka nilai tukarnya dibuat seolah stabil.

dollar11 150x150 Uang Kertas; Sistem Riba Buatan Yahudi (1)

Sungguh ini merupakan permainan yang menyedihkan. Namun sangat disayangkan umat islam sebagai umat yang mulia tidak mampu melihat kebusukan tersebut. Hal ini disebabkan karena kita dididik dengan ilmu dan sistem pendidikan buatan mereka juga. Dengan begitu, umat Islam akan  menganggap seperti tidak terjadi apa-apa dan tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Mereka telah sukses disihir dan dibodohi. Bahkan dengan sukarela umat islam meniru-niru dan menyesuaikan cara berpikir dan tindakan Yahudi.

Maka selama kita menganggap kertas bergambar itu berharga, bekerja siang malam banting tulang untuk mendapatkannya, menyimpan dan menggunakannya dalam perdagangan, selama itu pula kita membiayai perjuangan konspirasi Yahudi yang ingin menjadikan penduduk dunia menjadi budak pelayan bagi mereka. [islampos/shoutussalam]

Redaktur: Ratna



Peluang