Tahukah Anda

Tragedi WTC dalam Al-Quran

Senin 23 Syawal 1433 / 10 September 2012 17:18

islampos.com—PERISTIWA September hitam ketika terjadi pemboman WTC sudah terjadi 11 tahun silam. Tapi setiap memasukki bulan September, dunia masih terus tertarik untuk mengingat pemboman dua gedung kembar itu.

Opini yang terus beredar sampai sekarang adalah bahwa orang-orang Islam lah yang melakukan aksi terorisme itu. Namun sebagian pihak juga mempertanyakan dan balik memaparkan fakta bahwa tidak ada orang Yahudi yang masuk kerja di WTC ketika hari itu.

Beberapa waktu setelah kejadian itu,  beredar banyak asumsi. Salah satunya  yang

mengatakan bahwa tragedi WTC ternyata sudah dituturkan Allah dalam Qs.

At  Taubah :109.

“Maka apakah  orang-orang yang  mendirikan

bangunannya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu

yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi

 jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia 

ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada

orang- orang yang zalim.”

Di situ disebutkan keruntuhan sebuah bangunan karena yang mendirikannya
 adalah orang -orang yang zalim. WTC yang runtuh di kota New York

pada tanggal 11/9/2001 berada di jalan JERF HAR telah disebutkan di

atas pada kata “JURUFIN HAR ” oleh ulama tafsir dulu diterjemahkan

 sebagai “di tepi jurang  yang runtuh” ternyata adalah nama sebuah jalan

 di kota New York tadi, JERF HAR.

Surat Attaubah terletak pada juz 11 menunjukkan tanggal 11 kejadian

 tersebut, tanggal terjadinya tragedi WTC.  Sedangkan angka 9 yang menunjukkan 

bulan September, sama dengan QS. Attaubah yang berada pada urutan 

Alquran. 

Ayat 109……ternyata jumlah tingkat di gedung WTC ada 109 

tingkat.

Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2001, setelah dihitung-hitung,

 jumlah huruf di Surat At Taubah ada 2001 ayat. Ternyata Allah telah memberikan khabarnya 14 abad yang lalu tanpa 

diketahui oleh manusia. Inikah mukjizat Alqur’an? Yang telah

membuktikan kejadian pada masa yang akan datang? 

Wallahu a’lam bisshawab. [sa/islampos/berbagai sumber]

 

Redaktur: Saad Saefullah