Laporan Khusus

Siapa Syeikh Sa’id Ramadhan Al-Buthi? (2)

Jumat 10 Jamadilawal 1434 / 22 Maret 2013 11:16

al buti Siapa Syeikh Sa’id Ramadhan Al Buthi? (2)

SYEIKH Buthi banyak memberikan karya berupa kitab Islam yang tidak ada tandingannya. Karyanya yang terkenal di antaranya adalah Fiqhus Sirah (Kitab sirah nabawiyah yang aslinya berjudul Fiqhus Sirah ini merupakan karya Syaikh Said Ramadhan Al Buthi yang paling populer. Dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia. Fiqih Sirah menjadi rujukan bagi banyak umat Islam dan berbagai harakah, termasuk Ikhwanul Muslimin. Di Indonesia, buku ini telah diterjemahkan oleh beberapa penerbit dan menjadi salah satu referensi penting dalam mengkaji Sirah Nabawiyah),  Man al-Mas-uul ‘an Takhallufil Muslimiina  (Kemunduran Umat Islam: Siapa yang Bertanggung Jawab?), Muhadharat Fil Fiqhil Muqharin Ma’a Muqaddimati Fi Bayani Asbabi Ikhtilafi al-Fuqaha’ Wa Ahammiyyati Dirasatil Fiqhil Muqarin

(Problematika Dalam Fiqh Muqarin, Sebab Terjadinya Perbedaan Fuqaha’, dan Pentingnya Mempelajari Fiqh Muqarin), dan banyak lainnya lagi.

Dari sumber-sumber Mujahidin di Suriah menyatakan, bahwa Syeikh Al-Buthi dalam ceramah-ceramahnya—termasuk dalam khutbah Jumat—selalu memuji-muji Bashar Al-Assad. Bahkan di awal-awal revolusi Suriah, jamaah yang kesal mendengar khutbah Jumatnya, mengusir dan menurunkannya dari mimbar masjid.

Komentar miring banyak dialamatkan pada beliau termasuk oleh salah seorang aktivis Islam asal Suriah, Syeikh Ghayyats Abdul Baqi yang mengatakan bahwa Syeikh Al-Buthi sudah tidak bisa diharapkan karena sikapnya yang sangat membela rezim Assad.

“Seseorang pernah bertanya ke Syeikh Ramadhan Al-Buthi apa hukumnya orang yang diminta sujud menyembah fotonya Assad, jawaban mengejutkan datang dari Syeikh Ramadhan Al-Buthi, beliau menjawab bahwa berdosa jika tidak mematuhi perintah itu karena hal tersebut berarti tidak taat kepada pemimpin,” ujar Syeikh Ghayyats, Jumat (22/3/2013).

Loyalitas mutlak Syeikh Al-Buthi kepada rezim Nushairiyah Suriah menempatkannya dalam posisi musuh utama rakyat Muslim Suriah. Para aktivis revolusi sampai membuat sejumlah situs dan akun bernama “Revolusi Suriah Melawan Al-Buthi”.

Menanggapi tewasnya ‘ulama’ pembela setia rezim jagal Nushairiyah tersebut, Mujahidin Suriah mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah semata. Ketua Mujahidin Harakah Ahrar asy-Syam al-Islamiyyah sekaligus ketua Al-Jabhah al-Islamiyyah as-Suriyah, Abu Abdullah al-Hamawi mengatakan kepada kantor berita Islam Haq, “Al-Buthi telah berbuat munafik. Ya Allah, janganlah Engkau menyesatkan kami setelah Engkau memberi kami petunjuk (QS Ali Imran: 8). Kepada sisa-sisa barisan munafik, kami katakan kepada mereka: ‘Ya Allah, kunci matilah hati mereka sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih’,” (QS Yunus: 88).

Abu Abdullah al-Hamawi menambahkan, “Bal’am telah berbuat munafik. Tewasnya Al-Buthi dalam keadaan terus-menerus membela taghut dan menyombongkan diri, merupakan pesan bagi setiap orang yang merasa aman dari makar Allah.”

Situs “Revolusi Suriah melawan Al-Buthi” menyebutkan rezim Nushairiyah Suriah akan “menjual belikan” berita kematian Syeikh Buthi itu sebagaimana rezim Nushairiyah selama 40 tahun ini mempergunakan fatwa-fatwa Al-Buthi untuk menindas kaum Muslimin Suriah. [sa/islampos]

BERSAMBUNG

 

Redaktur: Saad Saefullah



Peluang