Analisis

Siapa Pelaku Peledakan Bom di Vihara Ekayana?

Senin 28 Ramadhan 1434 / 5 Agustus 2013 05:49

bom vihara-108csr

DUA bom meledak di Vihara Ekayana Graha, Kebun Jeruk, Jakarta, Ahad (4/8/2013) malam. Suara ledakan pertama terdengar sekitar pukul 19.00 WIB sementara ledakan kedua terdengar sekitar pukul 23.00 WIB. Polisi memastikan suara tersebut berasal dari ledakan bom. Ledakan bom itu sendiri dilaporkan melukai tiga orang.

Bom tersebut meledak di dua tempat terpisah. Pertama di depan pintu masuk kebaktian. Dan yang kedua di pintu masuk sebelah dalam.

Kabareskrim Polri Komjen Sutarman menyatakan terdapat dua bom yang ditelakkan terpisah di Vihara Ekayana, Kebon Jeruk. Salah satu meledak dengan daya ledak kecil, yang kedua batal meledak.

“Ada dua yang satu di depan pintu masuk utama, meledak dengan ledakan kecil,” kata Komjen Sutarman di lokasi Ahad malam.

Menurut Sutarman, bom pertama tersebut bahkan tidak mampu meledakkan kaca yang berada di dekat bom tersebut. Bom ini yang melukai warga yang memang tengah melakukan aktivitas di vihara.

Selain dua ledakan itu, juga terdengar ledakan ketiga sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, ledakan ketiga itu merupakan bom yang sengaja diledakkan oleh tim Jihandak.

Menkopolhukam Djoko Suyanto meminta aparat keamanan untuk serius menangani masalah ini dan segera mencari pelaku aksi tersebut.

Djoko mengutuk keras kejadian tersebut. Terlebih aksi ini terjadi di bulan Ramadan. “Teroris selalu mencari kelengahan aparat. Aparat diminta untuk selalu wasapada. Aparat mesti dengan serius untuk menangani kejadian ini,” demikian Djoko.

Siapa pelaku bom ini, sampai sekarang belum diketahui. Namun menurut Sutarman, pelaku bisa saja diketahui dari jenis rakitan bahan peledaknya. Oleh karena itu, kepolisian perlu merampungkan pengumpulan alat bukti dan analisis sembari mencari identitas pelaku melalui saksi di tempat kejadian.

Sementara itu, di tempat yang sama Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Eko Bayuseno menyatakan motif pelaku pun belum dapat diketahui lebih jauh sebelum berhasil ditangkap.

“Sekarang anggota sedang melakukan penyelidikan terhadap pelakunya. Setelah ditangkap Insya Allah akan kita sampaikan,” ujar Putut.

Namun, ia tak menampik ada nuansa teror yang sengaja diciptakan pelaku dengan membawa bahan peledak ke rumah ibadah. Beredar informasi bahwa seorang pria terlihat di CCTV vihara meletakkan sebuah handphone di lokasi. [islampos/merdeka/detik/kompas]

 

Redaktur: Saad Saefullah



Peluang