Mengenal Syi'ah

Rafidhah Lebih Bahaya Daripada Yahudi

Rabu 27 Jamadilakhir 1434 / 8 Mei 2013 08:54

syiah2 Rafidhah Lebih Bahaya Daripada Yahudi

ASY-SYAIKH Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali ditanya: “Apa pendapat Anda wahai Syaikh yang mulia, tentang berbagai keadaan genting (krisis) di Lebanon, Irak, Palestina? Jazakumullah khairan (semoga Allah membalas dengan kebaikan).”

Beliau menjawab:

“Demi Allah, kami berpandangan bahwa amalan jihad tetap tegak sampai hari kiamat dan merupakan perkara yang wajib dilakukan umat ini. Namun umat (Islam) kini telah melalaikan banyak perkara agama, di antaranya adalah jihad itu sendiri, sehingga Allah memberikan kekuatan kepada musuh-musuh untuk menguasai mereka.

“Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah[1] dan kalian mengambil ekor-ekor sapi serta kalian senang dengan bercocok tanam dan kalian meninggalkan jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala –bukan di atas jalan kaum Rafidhah (Syiah), jalannya orang-orang yang berbuat bid’ah dan khurafat– maka Allah akan mencampakkan kehinaan pada diri kalian. Dan Dia (Allah) tidak akan mencabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada agama kalian.”
Maka langkah yang paling awal menuju kemuliaan, keluar dari kehinaan dan kerendahan adalah kembali kepada agama Allah. Ini langkah pertama, bukannya kembali kepada agama kaum Rafidhah yang ekstrim, yang mengkafirkan para shahabat, lalu mengangkat bendera jihad!

Mereka tidak kembali kepada agama, namun justru memerangi agama dan orang-orang yang komitmen dengannya! Bagaimana mungkin ini akan mendapatkan pertolongan!? Mungkinkah ini dikatakan sebagai jihad di jalan Allah?!

Terkadang seseorang terbunuh dalam berjihad, namun dia masuk neraka karena dia tidak melakukannya dengan niat untuk menegakkan kalimat Allah Tabaraka wa Ta’ala.

“Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah fi sabilillah.”

orang yang berperang karena modal keberanian semata, ada orang yang berperang karena semangat saja, ada yang berperang karena untuk mendapatkan pujian di manusia, yang manakah di jalan Allah? Maka beliau menjawab: ‘Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah fi sabilillah (di jalan Allah)’.”

Karenanya, sebelum melakukan segala sesuatu, kaum muslimin wajib membenahi berbagai keadaan mereka dan kembali kepada agama yang telah dibawa oleh Muhammad Shallallau ‘alaihi wa sallam. Serta kembali di atas petunjuk orang-orang yang telah bersungguh-sungguh dalam menyebarkan agama ini, yaitu para shahabat yang mulia, yang menyebarkan agama, berupa amalan-amalan yang shalih dan syi’ar-syi’ar Islam yang benar. Inilah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berjihad yaitu untuk meninggikan kalimat-Nya.

Sekarang saya bertanya kepada kalian: “Bendera yang ada di Lebanon, yaitu bendera yang diangkat oleh Hizbullah, apakah bendera itu berhak dikatakan bahwa itu merupakan bendera di jalan Allah?! Apakah dikatakan bahwa itu jihad di jalan Allah?! Sementara mereka (Hizbullah termasuk beragama Syi’ah Rafidhah, red) mengkafirkan para shahabat Muhammad n, mempermainkan Al-Qur’an dan mengubahnya, dengan perubahan yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi sekalipun!?

Kalian belum pernah membaca tentang kaum Rafidhah? Bagi siapa yang membaca tentangnya, dia akan mendapati bahwa mereka lebih parah dalam melakukan perubahan pada agama Allah Subhanahu wa Ta’ala dibandingkan kaum Yahudi dan Nashara. Demi Allah, kami ingin berjihad, namun dengan jihad yang benar. Maka wajib bagi umat ini untuk kembali kepada agamanya, kemudian setelah itu melakukan persiapan:

وَأَعِدُّوا لَهُم مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهِ عَدْوَّ اللهِ وَعَدُوَّكُمْ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu.” (Al-Anfal: 60)

Sekarang ini, kelompok Hizbullah berperang semenjak tiga pekan yang lalu, tidak ada yang terbunuh dari mereka melainkan hanya delapan orang. Sementara yang rakyat Libanon yang terbunuh hampir mencapai seribu orang! Dan yang terusir dari mereka berjumlah ribuan! Fasilitas umum mereka dihancurkan! Apakah ini yang dikatakan jihad yang sesuai dengan kehendak Allah?!

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjihad di Badr, di Uhud, di Khandaq dan di tempat lainnya, tidak satupun anak kecil yang terbunuh! Dan tidak satupun wanita yang terbunuh! Namun mereka ini (Hizbullah, red) berada dalam barisan para wanita dan anak-anak kecil, datanglah berbagai serangan yang diarahkan (oleh Yahudi kafir, red) kepada mereka yang patut dikasihani. Inikah jihad?!

Sekarang ini Yahudi telah menguasai daerah yang luas dan besar, ada duapuluh kampung di Lebanon. Apakah ini jihad? Apakah ini yang dimaksudkan? Apakah kita berjihad agar wanita dan anak-anak kaum muslimin dibunuh, yayasan-yayasan mereka dihancurkan?! Ini yang dikatakan hasil jihad itu?!

Inilah jihad ‘akrobatik’. Inilah adalah jihad model Rafidhah! Maka wajib bagi kaum muslimin untuk berfikir dan kembali kepada agama mereka, sebelum melakukan segala sesuatu. Setelah itu mereka berjihad dengan tujuan meninggikan kalimat Allah.

Sesungguhnya kita lebih mengimani tentang syariat jihad dibanding mereka ini yang merupakan para pendusta yang hanya pintar mengaku saja! Kami mengimaninya akan tetapi kami mengatakan kepada kaum muslimin: ‘Kembalilah kepada agama ini. Bekali diri kalian untuk persiapan jihad dan mendapat pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab kalian tidak mungkin mendapatkan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala jika tidak berperang dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah dan tidak berada di atas agama yang benar.’

Apa yang terjadi di Irak? Berapa banyak kaum muslimin telah dibunuh oleh kaum Rafidhah!? Lebih dari seratus ribu jiwa atau lebih yang mereka sembelih dari kalangan para wanita, anak-anak, mereka usir, merusak rumah-rumah, masjid-masjid dan menginjak-injak mushaf-mushaf Al-Qur`an! Dan berbagai kelakuan lainnya yang –demi Allah– tidak dilakukan oleh orang-orang Yahudi! Dan tatkala mereka melakukan berbagai tindakan kekejian ini semua, mereka lalu membuka front (di Libanon). Mereka menertawakan Ahlus Sunnah dan bergembira atas apa yang menimpa Ahlus Sunnah.

Apakah kalian menangisi Ahlus Sunnah dari penduduk Irak, dalam keadaan mereka disembelih, diusir, ratusan masjid-masjid mereka dirusak?! Mungkin mencapai seratus ribu jiwa atau lebih yang terbunuh dari mereka!

Apakah mereka (kaum Rafidhah) menangisi kematian kalian?! Apakah mereka mengangkat suara untuk kalian?! Sama sekali tidak, sama sekali tidak!

Maka tatkala orang Rafidhah –yang beraliran kebatinan ini– datang, banyak yang berpandangan bahwa dia mengangkat bendera jihad dan yang akan memimpin umat menuju kemuliaan dan pertolongan. Ini merupakan keberuntungan besar, di antara keberuntungan kaum Rafidhah! Sekarang ini umat Islam bersorak dan bertepuk tangan untuk mereka!!! Dan inilah yang diinginkan oleh kaum Rafidhah. Dia (pimpinan Hizbullah) ini sekarang, di mana panglima ini berada?!

(Ketahuilah), dia ada di tempat persembunyian. Dia dan kelompoknya ada di tempat persembunyiannya! Sementara kehancuran dan kebinasaan menimpa rakyat jelata Libanon! Penyembelihan (terhadap kaum muslimin Ahlus Sunnah) saja berlanjut di Irak! Darah kaum muslimin di Irak sangatlah murah, tidak sepantasnya disebut-sebut (dianggap berharga) menurut mereka!

Bahkan darah seluruh kaum muslimin dan harta mereka adalah halal menurut kaum Rafidhah, sebab mereka menganggapnya kafir! Inilah hukum yang mereka terapkan!

Lalu di mana kita meletakkan akal kita? Sekarang ini kebanyakan yang membimbing kaum muslimin adalah orang-orang yang jahil dan bodoh! Tokoh-tokoh yang jahil sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam! Orang jahil (bodoh) yang berpenampilan sebagai alim (pandai) dan tidak mengetahui hakekat Islam! Tidak mengetahui kekufuran dan perbuatan zindiq yang dimiliki kaum Rafidhah.

Telitilah kitab tafsir –dari kitab-kitab tafsir yang dimiliki Rafidhah– mulai dari surah Al-Fatihah, tentang perubahan yang mereka lakukan, yang orang Yahudi pun merasa malu darinya!

“Jalan yang lurus”, maknanya ‘Ali radhiallahu ‘anhu!
“Bukan jalan orang-orang yang dimurkai”, maknanya adalah jalan Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsman radhiallahu ‘anhum!
“Alif Laam Mim. Itulah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa”, makna orang-orang yang bertakwa adalah pengikut ‘Ali radhiallahu ‘anhu (maksudnya kaum Rafidhah)!
Dunia, akhirat, surga, semuanya milik ‘Ali radhiallahu ‘anhu dan para pengikutnya (maksudnya Rafidhah)!

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu”, mereka mengatakan: “Yang dimaksud nyamuk adalah Ali radhiallahu ‘anhu, sedangkan yang lebih rendah adalah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Yaitu ‘Ali radhiallahu ‘anhu kadang-kadang mereka anggap seperti nyamuk. Ini termasuk perbuatan zindiq dan cercaan mereka terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kadang-kadang mereka menganggap Ali radhiallahu ‘anhu sebagai binatang melata, yang melata di muka bumi. Dan dia sebagai bintang, sebagai matahari, dia adalah langit, sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai buah Tin dan ‘Ali radhiallahu ‘anhu sebagai buah Zaitun, para imam (mereka) sebagai bukit Sinai. Ayat-ayat Al-Qur`an dan tanda-tanda kekuasaan alam seluruhnya yang dimaksud adalah para imam mereka!

Ayat-ayat kemunafikan, kekufuran, siksaan, ayat celaan dan ancaman, semuanya diterapkan kepada para shahabat. Abu Bakr radhiallahu ‘anhu disiksa dengan siksaan yang paling keras, seperti Iblis. Dan ‘Umar adalah setan, di tempat manapun disebutkan dalam Al-Qur`an.

Ayat-ayat tentang Hari Kebangkitan dan Hari Pembalasan, menurut mereka yang dimaksud adalah keluarnya sang penegak hukum (Imam Mahdi, pen)!

Berbagai macam penyelewengan yang tak terhitung banyaknya dalam Kitabullah! Dan berbagai kedustaan terhadap ‘Ali radhiallahu ‘anhu dan Ahlul Bait yang tak terhitung banyaknya!

Semua yang menjelaskan tanda kekuasaan maksudnya adalah Ahlul Bait. Tidaklah engkau membaca satu ayat pun dalam Al-Qur`an, baik ayat kauniyyah maupun ayat syar’iyyah, melainkan mereka selewengkan. Ayat-ayat tentang Tauhid mereka ubah menuju kepada kesesatan mereka!

Allah berfirman: “Janganlah kalian menjadikan dua sesembahan.” Ayat ini (sebenarnya) mengajak kepada Tauhid dan memberi peringatan dari kesyirikan. (Namun) mereka mengatakan: “Janganlah kalian mengangkat dua Imam!”
Ayat Tauhid mereka tidak jelaskan, bahkan menghindar darinya! Kalaupun mereka jelaskan, mereka mengubahnya. Mereka tidak menyisakan sesuatu dari ayat tersebut melainkan mereka mengubahnya!

Mereka adalah musuh-musuh Islam, cukuplah bagi mereka sejarah hitam mereka yang selalu bersama Yahudi dan Nashara. Merekalah yang membawa pasukan Tartar dan menyembelih puluhan ribu, bahkan mungkin sejuta atau bahkan lebih (kaum muslimin)! Merekalah yang meruntuhkan khilafah ‘Abbasiyyah! Dalam perang di Afghanistan, sebagai negara tetangga mereka, (kaum Syiah Rafidhah Iran) tidak ikut serta bersama kaum muslimin sedikitpun! Tidak di dalam Afghanistan dan tidak pula di luarnya. Amerika datang ke Afghanistan untuk menjatuhkan kekuasaan Taliban, maka mereka menjadi tameng terkuat bersama Amerika dalam memerangi kaum muslimin. Merekalah yang turut mendatangkan Amerika dan sekutunya ke Irak.

Mereka menambah kekuatan bersamanya untuk menyembelih kaum muslimin. Inikah Islam yang kita berjihad untuknya?

Kaum Rafidhah ini lebih berbahaya dari Yahudi dan Nashara. Dan apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Rafidhah lebih berbahaya dari apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Yahudi dan Nashara. Adapun mereka yang (tertipu), mereka disesatkan ataukah mereka orang-orang yang tidak mengetahui?!

Apakah ini pertolongan Allah? Apa yang telah dilakukan terhadap Ahlus Sunnah di Irak?! Apakah pernah engkau membimbing dengan satu ucapan untuk menasehati keluarga dan kaummu tentang kaum Rafidhah Bathiniyyah untuk menyeru agar mereka menahan diri (dari menyiksa) kaum muslimin?!

Demi Allah, saya yakin bahwa mereka tidaklah melakukan ini melainkan untuk mempermainkan kaum muslimin dan menertawakan mereka. Allah Maha Mengetahui apa tujuan mereka di belakang semua ini!

Jangan kalian membenarkan perselisihan mereka dengan Amerika! Ini semua dusta. Berapa banyak pembicaraan seputar pembuatan sel (instalasi) nuklir yang ada di Iran? Apakah tujuan mereka menyimpan bahan nuklir tersebut? Apakah untuk memerangi kaum Yahudi? Mereka pendusta! selalu menggembar-gemborkan hal ini semenjak 70 tahun yang lalu, sementara kaum muslimin memerangi Yahudi dalam berbagai peperangan. Sudah berapa banyak mereka (kaum muslimin) mengikuti peperangan, menyumbangkan harta, berperan serta, sementara justru menghilang (tidak turun serta)!

Sekarang mereka bersorak dan menghendaki kaum muslimin memasuki pertempuran sedangkan mereka menghilang. Belum berhenti satu peperangan hingga dibuka kembali peperangan yang baru.

Perencanaan pembuatan sel (instalasi) nuklir tersebut tidaklah dipersiapkan melainkan untuk negara-negara Teluk! Kaum muslimin harus memahami hal ini. Perhatikanlah perkara-perkara ini! Apakah dengan seperti ini lalu aku menganggapnya sebagai jihad di jalan Allah? Sama sekali tidak! (Alasannya):

Pertama: Aqidah mereka jelas, sebagaimana yang telah kami sebutkan sebagiannya.

Kedua: Jihad merekapun jelas, di mana mereka bersembunyi di gua-gua, menyusup di rumah-rumah dan gedung-gedung! Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih mengetahui, mungkin saja mereka mengutus Yahudi untuk menyerang tempat tersebut! Saya tidak menganggap mustahil hal tersebut! Sadarlah kalian terhadap makar dan tipu daya kaum Rafidhah.

Demi Allah mereka menertawakan Ahlus Sunnah. Mereka memiliki orang-orang –di negeri Arab dan negeri-negeri Islam– yang bekerja untuk mereka guna menjembatani tersebarnya keyakinan Rafidhah di seluruh dunia Islam. Sekarang dakwah mereka tersebar di dunia Islam. Di bagian Asia Timur mereka memiliki ma’had, sekolah, dan para da’i di negara-negara Afrika. Telah berlalu waktu di mana mereka tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan ini semua. Hingga datangnya sebagian kelompok yang berkhianat, lalu membukakan jalan bagi mereka dan memberi kesempatan kepada mereka untuk menyebarkannya di dunia Islam.

Sekarang merekapun menertawakan kaum muslimin. Tangan mereka masih berlumuran darah kaum Muslimin di Irak. Bersamaan dengan itu, mereka ingin agar kita membantu mereka?!

Sementara musibah menimpa rakyat Lebanon dan rakyat Palestina. Lalu apa kerugian yang dialami kaum Rafidhah dalam semua peperangan ini?! (Tidak ada!! -pen)

Baik di Palestina, di Afghanistan dan selainnya, semenjak 70 tahun yang lalu hingga sekarang? Apa yang telah diperbuat oleh para pendusta ini?!”

*Fatwa ini dikutip dari ceramah Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali yang berjudul “Penghalang-penghalang dalam menuntut ilmu”, pada hari Jum’at dalam acara Daurah Al-Imam Abdul Aziz bin Baaz rahimahullahu di Tha`if, pada tanggal 10-7-1427 H, bertepatan dengan tanggal 4-8-2006 M di Masjid Raja Fahd rahimahullahu.

 

Redaktur: Rayhan



Peluang