Dunia

Pemimpin Sosialis Venezuela Hugo Chavez Meninggal Dunia

Rabu 23 Rabiulakhir 1434 / 6 Maret 2013 07:10

capez


PRESIDEN Hugo Chavez, pemimpin yang melakukan sebuah revolusi sosialis di Venezuela, yang berperang melawan pengaruh AS dan memperjuangkan kebangkitan kelompok kiri di Amerika Latin, meninggal dunia Selasa kemarin pada usia 58 setelah hampir dua-tahun menderita kanker.

Wakil Presiden Nicolas Maduro, dikelilingi oleh pejabat pemerintah lainnya, mengumumkan kematian Chavez dalam sebuah siaran televisi nasional. Dia mengatakan Chavez meninggal pukul 4:25 sore waktu setempat.

Selama lebih dari 14 tahun menjabat, Chavez secara rutin menantang status quo di Amerika latin dan dunia internasional. Dia memimpin Venezuela dengan gaya konfrontatif dan mendominasi, namun dia juga seorang komunikator yang ahli strategis dan berhasil membangkitkan semangat nasionalisme Venezuela sehingga mendapat dukungan luas, terutama di kalangan masyarakat miskin.

Chavez berulang kali membuktikan dirinya sebagai korban politik. Sebagai seorang komandan tentara paramiliter, ia memimpin kudeta yang gagal pada tahun 1992, kemudian mendapat amnesti hingga akhirnya terpilih sebagai presiden pada tahun 1998. Dia selamat dari kudeta pada tahun 2002 dan memenangkan kembali pemilu untuk kedua kali.

Chavez menggunakan kekayaan minyaknya negaranya untuk meluncurkan program-program sosial yang mencakup pasar pangan milik negara, perumahan rakyat yang baru, klinik kesehatan gratis dan program pendidikan. Kemiskinan menurun selama presiden Chavez mendapatkan keuntungan besar dari penjualan minyak, namun para kritikus mengatakan ia gagal menggunakan keuntungan dari ratusan miliar dolar hasil dari penjualan minyaknya untuk mengembangkan perekonomian negara.

Inflasi melonjak dan tingkat pembunuhan naik sehingga menjadikan Venezuela menjadi salah satu negara yang tertinggi di dunia dalam tingkat inflasi.

Chavez menjalani operasi di Kuba pada Juni 2011 untuk membersihkan tumor di panggulnya, dan masih ada beberapa penyakit kanker lain yang ada ditubuhnya yang memaksa dia harus bolak balik masuk rumah sakit.

Sepanjang kepresidenannya, Chavez mengatakan dia berharap bis mewujudkan impiannya yang belum terealisasi yaitu untuk menyatukan Amerika Selatan.

Ia juga terinspirasi oleh pemimpin Kuba Fidel Castro dan mengambil peran revolusioner sebagai sosok antagonis utama bagi Washington di Belahan Barat setelah Castro menyerahkan kursi kepresidenan kepada saudaranya Raul tahun 2006.

Sebagai pemimpin sosialis yang anti Amerika, Chavez dekat dengan pemimpin dunia lainnya seperti dengan mantan presiden Libya yang terbunuh Muammar Qaddafi hingga dengan presiden Iran Ahmadinejad.(fq/islampos/reuters)

Redaktur: Al Furqon