Nasional

Mursi Dikudeta, MMI: “Sadarlah Umat Islam dari Tipuan Demokrasi”

Jumat 26 Syaaban 1434 / 5 Juli 2013 10:32

irfan awwas

KETUA Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menilai krisis politik di Mesir hingga adanya penggulingan Presiden Muhammad Mursi adalah ulah demokrasi. Demokrasi terbukti hanya menjadi tempat berlindung bagi kelompok sekular dan tidak akan pernah menginginkan Islam ditegakkan.

Lebih lanjut dia mengatakan kelompok sekuler tidak akan pernah rela ada pemerintahan Islami walau kemenangan diraih melalui hasil pemilu yang sah. Militer yang harusnya bersama pemerintah ternyata berkhianat dan berbelok arah.

“Umat mencatat fakta ini. Jangan percaya dengan kaum sekuler dan omong kosong demokrasi,” katanya dalam rilis kepada Islampos.com, Kamis (4/7/2013).

Penulis buku ‘Jejak Jihad Kartosuwiryo’ ini mengajak umat Islam untuk meletakkan sekulerisme sebagai musuh utama Islam. Umat Islam dituntut untuk siuman dari tipuan demokrasi.

“Propaganda sekularisme berkedok demokrasi sesatkan aqidah, dan memusuhi pemerintahan Islami,”

Dia kemudian menyitir Surat Al Ankabut ayat 12 tentang tipuan orang-orang kafir kepada umat Islam.

 

“Orang-orang kafir berkata kepada orang-orang mukmin: “Wahai orang-orang mukmin, ikutilah cara hidup kami. Kami akan menanggung segala dosa kalian selama kalian mengikuti kami.” Padahal sebenarnya orang-orang kafir itu tidak sedikitpun sanggup menanggung dosa-dosa mereka sendiri. Sungguh orang-orang kafir itu berdusta.”

Maka, tegasnya, sudah seharusnya umat Islam tidak mempercayai slogan demokrasi dari kalangan sekuler.

“Sebagian ummat Islam tertipu dan menjadi juru bicara sekularisme di bawah bendera demokrasi,” pungkasnya. (Pz/Islampos)

 

Redaktur: Rayhan