Wawancara

Michael Heart: ‘Saya Menulis Lagu Gaza, agar Orang Mencari Informasi Akurat soal Gaza’

Rabu 7 Muharram 1434 / 21 November 2012 10:34

Style: "70's look"

DENGAN suara bom meledak sebagai latar, ‘We Will Not Go Down (Song For Gaza)’ beresonansi tidak hanya dengan orang-orang Palestina, tetapi dengan orang di seluruh dunia. Lagu yang ditulis oleh Michael Heart ini sudah jutaan kali dilihat di YouTube. ‘We Will Not Go Down (Song For Gaza)’ telah menjadi lagu tema perlawanan Palestina terhadap agresi Israel, di seluruh dunia, “dari London ke Sydney dan Vegas”. Siapa sebenarnya Michael Heart? Berikut adalah petikan wawancaranya disarikan dari VIVA.

Siapa Annas Allaf dan siapa Michael Heart?

Annas Allaf adalah nama asli saya, dan Michael Heart adalah nama panggung saya. Sederhana. Nama asli Elton John adalah Reginald Dwight. Nama asli Sting adalah Gordon Sumner.

Anda sukses besar dengan lagu Anda tentang serangan Israel di Gaza, “We Will Not Go Down.” Apa reaksi orang-orang terhadap lagu ini?

Sungguh menakjubkan! Dalam waktu kurang dua minggu, lagu itu mencapai setengah juta pemirsa di YouTube, dengan ribuan komentar, dan ribuan email yang dikirim. Lebih penting lagi, isi pesannya secara pribadi sangat luar biasa. Banyak email berasal dari warga Gaza sendiri, mengatakan mereka bisa mendengar bom dari rumah mereka

Sampai sejauh itu?

Ada banyak orang yang mengatakan “Saya benar-benar menangis saat saya mengetik (imel)…” Itu menjadi minggu yang sangat emosional dan intens. Saya merasa, begitu saya selesai menulis dan merekam lagu itu, saya telah memukul saraf sensitive orang-orang di seluruh. Itu bukan kesengajaan, dan menyebar begitu cepat di seluruh dunia. Saya harus menyebutkan bahwa saya memiliki tim kecil yang membantu saya, bekerja terus-menerus selama beberapa hari untuk menyebarkan lagu dan klip di internet (di situs jejaring sosial, di blog, pada media forum, melalui email, dll).

Mengapa lagu itu diterima oleh seluruh orang di dunia?

Saya pikir kekuatan lagu berasal dari kesederhanaannya. Kuat dan langsung. Sudah jelas bahwa orang perlu mendengar hal itu. Banyak warga Palestina memberitahu saya itu membawa mereka kemudian merasa tidak merasa sendirian.

Apa yang menbuat Anda menulis lagu itu?

Mengapa Anda pikir itu menjadi sangat penting untuk menulis musik tentang Gaza? Untuk melakukan penelitian, mencari informasi yang lebih obyektif dan akurat. Saya berharap orang-orang mulai melakukan itu karena mereka salah memahami. Beberapa lagu yang telah saya tulis  sebelum lagu itu juga tentang isu-isu serius, seperti perang dan perzinahan.

Saya mencoba untuk menulis lagu tentang pelajaran yang sehari-hari terjadi pada orang-orang. Tugas penulis lagu adalah untuk menjangkau emosi orang melalui musik dan lirik. Sesekali, saya juga bisa menulis Rock ‘n roll lagu yang lebih ringan hanya untuk bersenang-senang. Hal ini tergantung pada suasana hati saya. [sa/islampos/viva]

 

Redaktur: Saad Saefullah



Peluang