Nasional

KH Hasyim Muzadi: Gerakan Bubarkan Densus Karena Negara Diskriminatif

Jumat 25 Rabiulakhir 1434 / 8 Maret 2013 10:45

KH Hasyim Muzadi lazuardibirru jpeg.image  KH Hasyim Muzadi: Gerakan Bubarkan Densus Karena Negara Diskriminatif

TUNTUTAN pembubaran Densus 88 oleh berbagai pihak mendapat dukungan dari Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Muzadi. Ia menilai tuntutan hal itu wajar disuarakan karena negara tidak adil memperlakukan kelompok Islam.

“Saat  ini tidaklah seimbang. Ekstrem Kanan dihadapi dengan senjata, Pada saat yang sama ekstrem Kiri (sisa Komunis Dan Islamopobhia) dihadapi dengan sangat lunak karena berhasil mengendarai ham,” katanya dalam rilisnya kepada Islampos.com, Kamis 7/3/2013).

Sekjen International Conference for Islamic Scholars (ICIS) mencotohkan berbagai manuver kelompok kiri ketika membuka kembali fakta G 30 S PKI.

“Misalnya tuntutan kelompok kiri tentang korban G30S PKI yang bertentangan dengan fakta sejarah,” jelasnya
Oleh karenanya, KH. Hasyim Muzadi menghimbau kaum muslimin di Indonesia harus berhati-hati untuk tidak terjebak pada tindak kekerasan. Pengasuh Ponpes Al Hikam, Depok ini juga meminta agar Presiden RI ke depan bukan yang pro terhadap asing/

“Presiden 2014 harus benar-benar pancasilais tidak pro asing,” pungkasnya.

Sebelumnya, 27 Ormas Islam yang tergabung dalam Silaturrahim Ormas Lembaga Islam (SOLI) mendesak agar Densus 88 dievaluasi bahkan bila perlu dibubarkan.Audit terhadap keuangan Densus mutlak dilakukan agar masyarakat tahu dari mana selama ini Densus dibiayai.

“Kami mendesak kepada pemerintah untuk mengevaluasi, mengaudit kinerja (termasuk keuangan) lembaga tersebut (Densus88 dan BNPT/Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan mengantikannya dengan lembaga baru yang kredibel, professional dan berintegritas dengan melibatkan unsur-unsur masyarakat,” kata DR Marwah Daud Ibrahim membacakan sikap.

Redaktur: Rayhan



Peluang