Dunia

Inilah Alasan Mengapa Iran Membela Habis-Habisan Rezim Assad

Kamis 28 Ramadhan 1433 / 16 Agustus 2012 14:02

islampos.com—SEMPAT diberhentikan sementara dari keanggotaan OKI, Iran membela habis-habisan Assad. Berlangsungnya KTT Mekkah dan menjadi salah satu agenda puncak, posisi Suriah memang kian terjepit. Suriah dengan basis Syiah yang dipimpin Assad, kini tengah mendapat pertolongan Iran—negara sesama Syi’ah itu. Meski kekejaman pemerintahan Syi’ah di Suriah sudah sedemikian nyata, karena kedekatan kedua negara yang dilandasi faktor Syiah, tentu Iran tidak tinggal diam .

Kepala Intelejen Iran mengatakan pada Presiden Bashar al-Assad bahwa Suriah adalah bagian dari aliansi regional penting dan Teheran tidak akan membiarkannya hancur.

Ayham Kamel dari Eurasia Group percaya bahwa Iran khawatir al-Assad segera tenggelam. “Iran mungkin memiliki informasi yang sangat baik tentang posisi Assad. Informasi itu memperjelas posisi Iran yang khawatir akan kehilangan sekutu di kawasan itu, yang akan mengurangi jangkauan strategisnya,” katanya.

Bukan rahasia lagi, oposisi Suriah kebanyakan adalah kaum Sunni. Belakangan, Qatar dan Arab Saudi, yang notabene juga Sunni, menyatakan dukungannya terhadap kubu oposisi. Dan Assad mengecam karena tidak terima negara-negara asing tertentu mendukung kubu oposisi di Suriah dengan mempersenjatai para pemberontak.

Iran jelas adalah sekutu terakhir Assad. Para pejabat intelijen Barat percaya bahwa Republik Islam Iran memberikan bantuan teknis seperti intelijen, komunikasi, dan rekomendasi untuk pengendalian massa serta  senjata.

Sebuah panel PBB melaporkan pada Mei bahwa senjata Iran yang ditujukan untuk Suriah disita di Turki termasuk senapan serbu, bahan peledak, detonator, senapan mesin, dan mortir.

Menteri Luar Negeri Iran beberapa hari lalu, mengakui bahwa ke-48 warga Iran yang diculik akhir pekan lalu oleh Pasukan Pembebasan Suriah di dekat Damaskus adalah para mantan personel militernya.

“Beberapa individu adalah pensiunan Garda Revolusi dan tentara dikirim ke Suriah untuk melakukan ziarah,” kata Menteri Luar Negeri Ali Akbar Salehi. Pernyataan ini  dimanfaatkan oleh kubu oposisi sebagai konfirmasi bahwa Iran secara langsung membantu rezim al-Assad.

Menurut analisa CNN, Suriah juga penting bagi Iran karena merupakan saluran utama ke Hizbullah, milisi Syiah di Lebanon.  Pada tahun 2009, diplomat tertinggi Amerika  di Damaskus mengungkapkan bahwa Suriah telah mulai mengirimkan rudal balistik kepada Hizbullah, menurut dokumen rahasia yang bocor dan diterbitkan oleh WikiLeaks. [nr/islampos/cnn]

Redaktur: Ratna