• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 8 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Yang Bersedih di Hari Raya

by Saad Saefullah
9 tahun ago
in Renungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Friendship Quotes

Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Friendship Quotes

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

MESKI bukan baru, tapi baju yang saya pakai masih terlihat seperti baru. Bersih dan rapi. Begitu juga yang dikenakan istri dan anak-anak saya. Tangis haru dan tawa gembira mewarnai suasana lebaran hari itu. Sepulang sholat Id, anak-anak cantik kami berlarian memburu nenek mereka untuk meminta cium. Setelah sebelumnya berhamburan di pelukkan kami, mengecup lembut tangan dan pipi kami. Saya dan istri membalasnya dengan kecup terkasih. Sebelum berlalu, tak lupa mereka meminta ‘jatah’ uang lebaran.

Ada air mata yang menetes saat kutatap wajah tua di hadapanku. Terlalu lemah hati ini untuk menahan rasa yang begitu dalam terhadap ibu, sesosok anggun yang selalu ingin kucium kakinya. Kurengkuh kaki letihnya, kunikmati wangi cintanya seraya berharap kelak mendapatkan surgaku dari sana. Lalu, mengalirlah doa dan kalimat penuh kasihnya untuk anak yang sering tak tahu membalas budi ini. Kemudian satu persatu adikku tersungkur di kakinya.

Aneka kue khas hari raya yang sejak subuh telah tersedia di meja ruang tamu nampaknya tak sabar menanti untuk disentuh. Saya dan istri, tentu saja takkan melewatkan hidangan khas lebaran di rumah cinta itu, Laksa Betawi. Tidak hanya anak-anak ibu yang menikmati Laksa masakan ibu, tapi juga sahabat-sahabat saya yang sengaja datang untuk dua hal; silaturahim dan Laksa!

Begitu indah dan harunya hari raya kami, hingga saya hampir terlupa akan sebuah janji jika saja tak diingatkan seorang sahabat. “Jadi kan kita ke sana?”

ArtikelTerkait

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

Paksakan Bangun Shalat Malam

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

Berenam kami memacu kendaraan menuju tempat yang sudah kami rencanakan untuk dikunjungi. Untuk sementara, kami tangguhkan rencana silaturahim ke beberapa teman lama. Tak lebih dari lima belas menit, kami sudah sampai di depan sebuah rumah yang kami tuju.

Sebaris senyum belasan anak-anak dari halaman rumah menyambut salam kami. Seorang dari mereka yang paling besar mempersilahkan kami masuk.

Rumah kecil itu, dinding-dindingnya terlihat terkelupas di beberapa sisi. Tak ada satu pun anak yang mengenakan baju baru, sepatu baru, juga tak yang terlihat tengah menghitung-hitung uang hasil pemberian saudara-saudara mereka. Tak ada kue khas hari raya. Tak tersedia ketupat lebaran, apalagi semur daging atau rendang pelengkap sayur bumbu kuning. Air yang tersedia untuk kami pun hanya air tak berwarna, jelas, karena mereka tak punya sirup.

Di rumah panti anak yatim itu, hanya ada mata-mata kosong menanti uluran tangan para dermawan. Mereka tak pernah lagi menikmati saat-saat indah di hari raya dengan aneka hidangan, pakaian bagus, cium dan peluk hangat dari orang-orang terkasih. Tak lagi mereka dapatkan punggung tangan dan pipi untuk dikecup sepulang sholat Id, juga kaki-kaki mulia tempat mereka bersimpuh, bahkan sebagian besar mereka pun tak pernah tahu wajah orang yang pernah melahirkannya.

Sebagian mereka mengaku terus bertanya, kenapa Allah membiarkan mereka hidup tanpa orang tua? “Apakah Allah tak ingin melihat saya bermanja dengan ibu?” tanya Ardi, salah seorang penghuni panti berusia delapan tahun. Tidak sedikit dari mereka terus berharap Allah mengembalikan orang tua mereka agar mereka bisa merasakan menjadi anak, yang mendapatkan kasih sayang orang tua, agar ada tangan yang dikecup saat berangkat dan pulang sekolah, agar ada satu kesempatan bagi mereka untuk menikmati manisnya berbakti.

Mereka seolah tak peduli dengan aneka makanan dan hadiah yang kami bawa. Bukan itu yang mereka rindui. Mereka mengaku sudah terbiasa hidup tanpa berlimpah makanan. Bersekolah tanpa uang jajan pun sudah keseharian mereka. Ada yang lebih mereka rindui di sepanjang hari, terlebih di hari raya ini.

Akbar, lelaki kecil berusia enam tahun menghampiri dan berbisik di telinga saya, “Kak, gimana rasanya tidur ditemani mama?”

Gagal saya menahan air mata ini … []

Artikel ini viral di media sosial dan blog. Kami menyadurnya dari kisah dan hikmah

Kirim penggalan hidup Anda untuk rubrik RENUNGAN lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak 2 halaman MS Word.

ADVERTISEMENT
Previous Post

Atlet Malaysia: Berpuasa Membuat Kami Kuat

Next Post

Selain Indonesia, Mudik Lebaran pun Ada di 5 Negara Ini

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Duit, Uang

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

12 Juli 2025
qarun, harta

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

11 Juli 2025
Tahajjud, Amalan di Pagi Hari, Shalat Taubat, Renungan, Tahajjud, Shalat Malam, shalat tahajud, Bangun Malam, Surah Al-Baqarah, Shalat Witir, Shalat Malam

Paksakan Bangun Shalat Malam

10 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

10 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.