• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 5 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Wanita Tua dalam Gubuk

by Eva F Hasan
9 tahun ago
in Sosok
Reading Time: 1 min read
A A
0
Foto: Pixabay

Foto: Pixabay

KETIKA Abu Bakar memegang jabatan khalifah, ia bercerita: “Pada suatu hari, saat aku Tengah berkeliling di kota Madinah, aku melihat ada sebuah gubuk. Lalu aku minta izin untuk masuk. Dan aku mendengar ada suara lemah yang mengizinkanku untuk masuk.

Setelah aku masuk ke gubuk tersebut, aku menyaksikan seorang wanita tua yang tidak mampu lagi bergerak dan tidak memiliki makan dan minum. Melihat keadaannya tersebut hatiku terasa diiris-iris karena sedih hingga aku menangis.

Aku bertanya kepadanya, ‘Siapa yang mengurus Anda?’

Wanita tua itu menjawab, ‘Setelah anakku mati syahid karena berjihad dijalan Allah aku tidak memiliki siapa-siapa lagi selain Allah, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi selain Allah yang Mahahidup dan tak akan mati. Sejak hari kematiannya, tak ada seorang pun yang dat menjengukku, sampai Anda menjenguk hari ini.’

ArtikelTerkait

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

‘Wahai ibu, kalau begitu, Anda makan apa?’ Tanyaku.

Wanita tua itu menjawab, ‘Sebelum meninggal, anakku pernah meninggalkan beberapa kurma dan sekendi air untukku. Maka setiap hari aku makan dua atau tiga buah kurma dan aku minum dua tetes air, sampai habis simpanan kurma dan air tersebut.'”

Abu Bakar RA menangis setelah mendengar kata-kata wanita itu. Ia segera berdiri untuk melaksanakan shalat dan meminta ampun kepada Allah. Dan setiap hari, ia selalu datang menjenguknya, lebih dari satu kali dalam satu harinya, untuk memberikan makanan dan minuman kepadanya. Dan dia harus melayaninya, seakan dia adalah budak wanita tua itu. [].

Referensi: 40 Kisah Pengantar Anak Tidur/Najwa Husein Abdul Aziz/Gema Insani Press/2006

Tags: Gubuktuawanita
Previous Post

Turki tidak akan Tutup Pangkalan Militernya di Qatar

Next Post

UNESCO Resmikan Masjid Ibrahimi jadi Situs Warisan Dunia

Eva F Hasan

Eva F Hasan

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.