Wakil Ketua Komisi IX DPR Khawatirkan Perpres tentang Penggunaan TKA Berdampak Negatif bagi Tenaga Kerja Lokal

0

JAKARTA—Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay memberikan tanggapan soal terbitnya Peraturan Presiden (perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Menurutnya, kebijakan tersebut akan mempermudah TKA bekerja di Indonesia.  Hal itu akan berdampak negatif terhadap nasib tenaga kerja lokal.

“Saya khawatir, justru kemudahan bagi masuknya TKA malah berdampak negatif,” ujar Saleh dalam keterangan tertulis, Jumat (6/4//2018).

Saleh mangaku tidak sepakat dengan alasan pemerintah menerbitkan Perpres untuk menarik investasi dan memperbaiki perekonomian. Sebab, ia melihat sejauh ini investor asing sudah dimanjakan oleh pemerintah dengan berbagi kebijakan lain.

Lebih lanjut, Saleh menilai mudahnya TKA bekerja di Indonesia dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai tindak kriminal, seperti peredaran narkoba, masuknya barang ilegal, hingga ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Saleh juga meragukan masuknya TKA dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi angkatan kerja di Indonesia. Apalagi, maslah pengangguran di Indonesia merupakan persoalan terbesar di negara ini.

“Yang baik itu jika investor asing datang dan merekrut pekerja lokal. Mereka dapat untung dengan usahanya, kita untung dengan adanya lapangan pekerjaan yang diciptakan,” ujarnya.

Pemerintah kini tidak mewajibkan seluruh TKA yang bekerja di Indonesia untuk memeperoleh Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang disetujui oleh kementerian dan lembaga teknis terkait. Hal ini tercantum di dalam Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat ada 126 ribu TKA yang bekerja di Indonesia per Maret 2018. Angka ini tumbuh 69,85 persen jika dibandingkan tahun 2016, yakni 74.813 orang. []

SUMBER: CNN

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline