• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 22 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Terlambat Menikah, Apakah terkait dengan Qada dan Qadar?

by Eneng Susanti
6 tahun ago
in Tanya Jawab
Reading Time: 4 mins read
A A
0
macam dosa,

Ilustrasi. Foto: Harvard Health - Harvard University

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

TANYA: Apakah keterlambatan menikah berkaitan dengan qadha dan qadar Allah?

Jawab:

Al Qur’an, Sunnah yang shahih dan ijama’ generasi ulama salaf telah menunjukkan akan kewajiban beriman dengan takdir baik dan buruk, hal tersebut sudah menjadi bagian dari rukun iman yang enam dan tidak dianggap sempurna keimanan seorang hamba kecuali dengan beriman kepada keenam rukun iman tersebut.

Allah SWT berfirman:

ArtikelTerkait

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

25 Pertanyaan tentang Dosa Besar

Bagaimana Nasib Lembaran-Lembaran Suci (Kitab) Ibrahim, dan Zabur Daud ‘Alaihima Assalam?

Apa Hukum Pakaian yang Terkena Air Liur Anjing, dan Bagaimana Cara Membersihkannya?

( مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأَرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ) الحديد/22

”Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. (QS. Al Hadid: 22)

Allah SWT juga berfirman:

( إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ ) القمر/49 .

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”. (QS. al Qamar: 49)

Dari Umar bin Khathab, Nabi SAW bersabda untuk mengajarkan iman:

( أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره ) رواه مسلم (8 (

“Hendaknya kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari kiamat dan hendaknya beriman kepada takdir-Nya yang baik dan buruk”. (HR. Muslim: 8)

Semua hal yang terjadi di jagat ini adalah karena takdir Allah SWT, dan wajib bagi yang beriman dengan takdir agar percaya bahwa Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu sebelum terjadinya, kemudian menuliskan ilmu tersebut di lauhil mahfudz, lalu Allah menghendaki untuk mewujudkannya, kemudian menciptakannya, inilah tahapan takdir yang empat yang sudah tidak asing lagi, dan setiap tahapan tersebut terdapat dalam banyak dalil.

Majunya atau mundurnya waktu pernikahan, mudah dan sulitnya semua itu berdasarkan takdir Allah SWT. Hal itu bukan berarti bahwa seorang muslim tidak melakukan sebab-sebab yang dengan itu Allah SWT akan mewujudkan musababnya, melakukan sebab itu tidak menafikan sesuatu yang telah ditakdirkan pada zaman azali, karena seseorang tidak mengetahui apa yang telah ditetapkan baginya, maka dari itu dia diperintah untuk melakukan sebab-sebabnya.

Semua musibah yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT kepada seorang hamba, akan menjadi baik bagi seorang mukmin jika dia bersabar dengan musibah itu dan mengambil pelajaran, sebagaimana sabda Nabi SAW:

( عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلا لِلْمُؤْمِنِ ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ) رواه مسلم (2999(

“Urusan orang mukmin itu menakjubkan, sungguh semua urusannya adalah baik, dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin, jika dia sedang berbahagia dia bersyukur, maka hal itu lebih baik baginya, dan jika dia tertimpa musibah dia bersabar, maka hal itu lebih baik baginya”. (HR. Muslim: 2999)

Musibah yang terjadi bisa jadi sebagai akibat dari maksiat yang telah dilakukan, namun hal tersebut tidak menjadi sebuah keharusan, bisa jadi untuk meninggikan derajat seorang mukmin, dan menambah kebaikannya jika dia bersabar dan ridho… atau ada banyak lagi hikmah yang agung dibalik musibah tersebut.

Syeikh Abdul Aziz bin Baaz  pernah ditanya:

“Jika seseorang sedang diuji dengan penyakit atau musibah yang buruk pada jiwa dan harta, bagaimana cara mengenali bahwa hal itu ujian atau murka dari Allah?”

Beliau menjawab:

“Allah SWT menguji hamba-hamba-Nya dengan kebahagiaan dan kesedihan, dengan kesulitan dan kemudahan, bisa jadi Dia menguji mereka untuk mengangkat derajat mereka dan melipatgandakan kebaikan mereka, sebagaimana yang Dia lakukan kepada para Nabi dan Rasul dan kepada orang-orang sholeh dari hamba-Nya, sebagaimana sabda Nabi SAW:

( أشد الناس بلاء الأنبياء ، ثم الأمثل فالأمثل )

“Manusia yang paling keras bala’nya (ujiannya) adalah para Nabi, kemudian yang serupa dengan mereka, demikian seterusnya”.

Kadang kala Dia melakukannya disebabkan oleh kemaksiatan dan dosa, dan mensegerakan hukuman-Nya, sebagaimana dalam firman-Nya:

( وما أصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم ويعفو عن كثير )

“Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30)

Jika pada umumnya seorang manusia tidak maksimal dalam menjalankan kewajiban, maka apa yang menimpanya disebabkan karena dosa-dosanya dan kelalaiannya akan perintah Allah, dan jika salah seorang dari hamba Allah yang sholeh diuji dengan penyakit atau semacamnya, maka hal ini termasuk sejenis dengan ujian yang menimpa para Nabi dan Rasul untuk mengangkat derajat, mengagungkan pahalanya, dan agar menjadi teladan bagi yang lain dalam hal kesabaran dan pengharapan.

Jadi, mungkin bala’ (ujian) itu mengangkat derajat, dan mengagungkan pahala, sebagaimana yang Allah lakukan kepada para Nabi dan para hamba-hamba pilihan-Nya, bisa juga untuk menghapuskan dosa, sebagaimana dalam firman-Nya:

من يعمل سوءً يُجز به

“Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu”. (QS. An Nisa’: 123)

Dan berdasarkan sabda Nabi SAW:

( ما أصاب المسلم من همٍّ ولا غم ولا نصب ولا وصب ولا حزن ولا أذى إلا كفَّر الله به من خطاياه حتى الشوكة يشاكها )

“Tidaklah ada yang menimpa seorang muslim dari mulai kerisauan, kegundahan, keburukan, penyakit, kesedihan dan duka kecuali Allah akan mengampuni dosa-dosanya sampai duri yang menancap sekalipun”.

Sabda Nabi SAW yang lain:

 من يرد الله به خيراً يُصِب منه

“Barang siapa yang Allah menginginkannya baik , maka dia akan melakukannya”.

Namun bisa jadi juga kejadian itu merupakan hukuman yang disegerakan karena disebabkan oleh maksiat dan tidak segera bertaubat, sebagaimana dalam hadits Nabi SAW :

( إذا أراد الله بعبده الخير عجَّل له العقوبة في الدنيا ، وإذا أراد بعبده الشر أمسك عنه بذنبه حتى يوافيه به يوم القيامة ) خرجه الترمذي وحسنه

“Jika Allah menginginkan kepada hamba-Nya sebuah kebaikan maka Dia akan mensegerakan hukumannya di dunia, dan jika mengingikan keburukan kepada hamba-Nya maka Allah akan menahan hukuman-Nya dengan dosanya hingga akan dilaksanakan pada hari kiamat”. (HR. Tirmidzi dan dihasankan olehnya)

Selama anda menolak para peminang anda karena Allah dan disebabkan karena mereka tidak istiqamah dalam agama, maka Allah SWT akan menggantikan dengan yang lebih baik dari mereka, Allah SWT berfirman:

( وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ ) الطلاق/2 ، 3 (

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. (QS. ath Thalaq: 2-3)

Nabi SAW brsabda:

( إنك لن تدع شيئاً لله عز وجل إلا بدَّلك الله به ما هو خير لك منه ) رواه الإمام أحمد ، وصححه الألباني في ” حجاب المرأة المسلمة ” ( 47(

“Tidaklah anda meninggalkan sesuatu karena Allah –‘Azza wa Jalla- kecuali Allah akan menggantikan yang lebih baik bagi anda”. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh al Baani dalam Hijab Mar’ah al Muslimah: 47)

Maka anda harus segera mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berdo’a dan beribadah, dan janganlah mengeluh serta ketahuilah bahwa rahmat Allah begitu dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. []

SUMBER: ISLAMQA

Tags: jodohNikahqadha qadarTakdir
ADVERTISEMENT
Previous Post

Aku Berlepas Diri dari Bid’ah-bid’ah yang Kalian Buat

Next Post

Mereka Membangun Koalisi untuk Mendustakan Nabi

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Kerja

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

9 Juli 2025
Musailamah al-Kazzab, Tipe Manusia di Akhir Zaman, ibadah, Sifat Sumber Dosa, Orang yang Tidak Diajak Bicara Allah, Paradoks, syahwat, Muhammadiyah, InsyaAllah, takdir, Nasihat Ibnul Qayyim, Hisab, Buruk, Keutamaan Tauhid, Macam Cemburu, Tauhid, sumpah palsu, Politik, Fitnah, Perkara Akhir Zaman, dosa, pengangguran, Maksiat, Sebab Murtad, Larangan, Maksiat, Jiwa, Ulama, Musuh, Dosa Besar, Kaum Khawarij, Cara Rasulullah Redakan Amarah,Kemaksiatan, Dosa Besar, Rasulullah, Kejahatan Abu Lahab, Bahaya Hasad, Perkara yang Mendatangkan Keburukan, Dampak Buruk Maksiat, Shadenfreude, Ciri Penjilat di Dunia Kerja, Suami yang Ringan Tangan, Bodoh, Dosa Besar, Anak Durhaka

25 Pertanyaan tentang Dosa Besar

2 Juli 2025
Kitab Taurat, Hadist, Bani Israil, Zabur

Bagaimana Nasib Lembaran-Lembaran Suci (Kitab) Ibrahim, dan Zabur Daud ‘Alaihima Assalam?

11 Juni 2025
Adab Melepas Pakaian, Anjing

Apa Hukum Pakaian yang Terkena Air Liur Anjing, dan Bagaimana Cara Membersihkannya?

29 Mei 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.