• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 25 Februari 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Tawa Umar bin Khattab

by Saad Saefullah
9 tahun ago
in Nasihat
Reading Time: 1 min read
A A
0
golongan muslim

Ilustrasi Foto: Pexels

SAUDARAKU,

Dari semua aktivitas tubuh yang begitu nyaman dilakukan manusia adalah tawa. Ringan. Lepas tanpa beban. Tawa menggambarkan suasana bahagia dari si pemiliknya.

Orang bisa menebak suasana seperti apa yang sedang dialami seseorang dari ekspresi tawanya. Ada yang lepas, menandakan sebuah kebahagiaan alami. Ada yang terbahak, menandakan sebuah kepuasan yang tiada tara. Dan, ada yang tertahan; sebagai tanda keraguan. Atau bahkan keterpaksaan.

Saudaraku,

ArtikelTerkait

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

Akibat Menyebarkan Kejelekan terhadap Seorang Mukmin

3 Sungai Sebagai Pembersih Dosa di Dunia

Siapa yang Allah Beri Hidayah untuk Berdoa

Buat mereka yang piawai mengelola ekspresi, tawa bisa dijadikan topeng. Tawanya seolah memperlihatkan kepuasan jalinan pertemanan, padahal hatinya menyimpan dendam. Ada juga yang demi tuntutan publik, tawanya menutupi rasa duka yang disembunyikan.

Ada makna lain dari tawa. Makna ini biasa ditangkap dari ekspresi tawa para pemimpin. Bisa pemimpin negeri, masyarakat, bahkan keluarga. Tawa buat orang-orang ini menyiratkan bahwa keadaan baik-baik saja. Tidak ada masalah.

Kadang kenyataan tidak serupa dengan yang diperkirakan. Tidak sedikit, tawa pemimpin tidak serta merta juga tawa bawahannya. Justru, kian lebar tawa pemimpin, kian gelisah orang-orang di sekitarnya. Ada semacam ketidakpercayaan.

Saudaraku,

Khalifah Umar bin Khaththab r.a. menyimpan tawa puasnya hingga benar-benar bisa dipastikan kalau semua warganya memang sedang tertawa. Bahwa tawa Umar baru terlihat setelah bersungguh-sungguh memakmurkan warganya. Dengan kata lain, tawa seorang pemimpin bukan sekadar terjemahan bahwa semua baik-baik saja. Melainkan, sebagai ujung dari rangkaian tawa para bawahannya.

Saudaraku,

Dari sekian pelaku tawa, tidak sedikit yang lengah menata tawanya. Lengah karena tawa bisa menusuk hati orang lain yang berduka. Lengah karena tawa bisa menambah jurang pemisah kaya miskin. Lengah karena tawa bisa merusak wibawa pemimpin.

Berhati-hatilah memperlihatkan tawa. Karena tidak sedikit di antara kita yang sedang menangis. []

Tags: Tawaumar bin khattab
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ini Posisi Tidur yang Dibenci Allah

Next Post

Aku Ingin Tahu Seberapa Shalihnya Ubaid bin Umar

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Pahala, Sunnah Keluar Rumah

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

21 Juni 2025
Adab Bertetangga, percaya diri, tetangga, Akibat Berbuat Benar, Tetangga, kejelekan

Akibat Menyebarkan Kejelekan terhadap Seorang Mukmin

15 Juni 2025
Wudhu Dulu Sebelum Mandi Junub, nasihat ibnul qayyim, Macam Cemburu, Cara Membersihkan Najis, Dosa

3 Sungai Sebagai Pembersih Dosa di Dunia

10 Juni 2025
Waktu Terbaik Shalat Dhuha, Muslim yang Bersyukur,Doa Minta Kaya, Manfaat Mendoakan Orang Lain, Doa, Keutamaan Doa, Penyebab Doa Tidak Terkabul, Doa Sapu Jagat, Doa

Siapa yang Allah Beri Hidayah untuk Berdoa

6 Mei 2025
Please login to join discussion
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.