• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Tahan Amarahmu, Jangan Gampang Marah

by Rifki M Firdaus
8 tahun ago
in Renungan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Foto hanya ilustrasi. Sumber: annafsalmoslema

Foto hanya ilustrasi. Sumber: annafsalmoslema

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Kurnia Nurul
Mahasiswa semester 6 di STEI SEBI jurusan Bisnis Syariah

DALAM hati pasti pernah merasakan kesal dan membuat ingin marah. Seperti marah karena candaan, ketika seseorang menyenggol kita tanpa sengaja, atau sesuatu yang kita lakukan tidak menghasilkan hasil yang memuaskan.

Kemarahan yang tak disengaja membuat kita lupa diri bahkan lalai dari janji Allah. Ketika sedang marah, tanpa sadar melakukan hal yang merugikan diri sendiri seperti melampiaskan kepada orang yang kita sayangi, menghabiskan waktu dengan sia – sia yang bisa melalaikan kita dengan janji Allah.

BACA JUGA: Dimarahi Kades Gara-gara Tak Izin dulu, Sopir Ambulans Telantarkan Ibu Sakit

ArtikelTerkait

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

Paksakan Bangun Shalat Malam

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

Seorang teladan bagi umat muslim yaitu Rasulullah sendiri pun pernah merasakan marah, dirinya pernah dihina dan dizolimi namun beliau tidak marah, justru beliau marah karena hal yang berkaitan dengan agama Allah. Maka dalam Al-Quran surah Ali-Imran : 133-134 yang menjelaskan orang yang bertakwa adalah yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain.

Menahan amarah yang berarti menjauhi hal – hal yang akan menimbukan kemarahan kita, menjaga hati sebisa mungkin agar tidak melampiaskan marah, dan menempatkan rasa marah pada posisi yang tepat. Kita sebagai manusia pasti marah karena nafsu, yang berarti karena setan. Setan yang memasuki pembuluh darah dengan lembut sehingga kita seringkali tidak sadar tiba – tiba ingin marah.

Sebenarnya marah adalah fitah karena Allag menciptkan hati manusia penuh dengan rasa cinta kepada-Nya sehingga bagaimana kita merawat hati ketika marah hanya karena Allah. Jika marah dipicu oleh rasa benci atau perkataan yang menyakiti hati, membuat hati menjadi terasa sempit dan merasa sesak.

Seperti halnya kita memasak air jika api yang besar akan membuat air mendidih dengan banyak gelembung, dan jika api nya di padamkan sedikit atau di kecilkan maka gelembungnya akan berkurang. Padamkan marah kita dalam hati dengan hati yang luas maka sebesar apapun yang memicu amarah kita terasa tenang. Allah selalu memberikan derajat yang mulia untuk orang yang bersabar dan memaafkn saudaranya.

Jika dikit-dikit marah apa untungnya bagi kita? Marah bisa menggelapkan mata kita seperti kebahagiaan yang ditakdikan untuk kita, karena marah kita tidak bisa melihat kebahgiaan itu sehingga tidak bisa mendapatkan kebahagiaan yang mungkin saja ada di depan mata. Ketika datang masalah, jika marah dapat membuat rasa sesak dalam hati akan berkurang, merasa puas jika kita melampiaskan kepada orang dengan bepikiran dapat mengubah keadaan menjadi lebih baik itu tergantung apa alasan kita marah dan porsi marah yang kita miliki.

Jika kita tidak bisa mengatur hati kita ketika marah, banyak orang yang bahkan menimbulkan maalah baru, menjadikan tidak terkendali sehingga banyak orang yang marah karena nafsu menimbulkan hal kriminal yang akan merugikan diri sendiri dan bahkan orang lain. Setiap ketentuan dalam hidup kita tidak hanya berputar pada diri kita yang sesuai dengan keinginan kita melainkan sesuai ketentuan Allah termasuk penyelesaiannya. Maka sebaiknya apapun masalah yang datang arahkan hati kita untuk tetap berhuznudzon kepada Allah.

Marah bisa menjadi sebuah nikmat yang luar biasa ketika kita bisa berusaha untuk menahannya. Selain mendapatkan kedudukan yang mulia di hadapan Allah, akan mendapatkan surga. Dijelaskan dalam hadist. Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan ibnu Majah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw., bersabda,

“Barang siapa yang menahan marah sebenarnya mampu meluapkannya, maka pada hari kiamat kelak, ia akan dipanggil Allah dihadapan semua makhluk-Nya. Lalu ia disuruh memilih bidadari yang ia inginnkan.”

Ketika kita menahan amarah berarti kita meninggalkan segala kejahatan yang mungkin saja timbul. Jika kita sudah meninggalkan kejahatan maka akan mendapatkan semua kebaikan. Jika menahan marah berdasakan iman dan takwa akan mendapatkan ketenangan dan kenikmatan. Bukan marah yang mengakibatkan kegelisahan dan hati ang tidak karuan.

BACA JUGA: Begini Cara Meredakan Marahnya Suami

Lantas bagaimana kita melatih diri untuk menahan marah? Orang yang dapat menahan marah pasti memiliki akhlak yang baik, maka untuk memiliki akhlak yang baik kita harus membiasakan diri dengan hal – hal yang baik dan menghindari dari hal – hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah. Seperti sabar, lemah lembut dalam berkata dan berperilaku, tidak tergesa-gesa, membersihkan hati dengan berzikir dan sebagainya.

Cara lain dengan memaafkan apapun kesalahan orang lain. Dengan memaafkan kesalahan, hati kita menjadi tenang, berdoa untuk berlindung dari godaan setan dan juga berwudhu. Posisi tubuh dapat melatih kita dalam menahan amarah seperti dalam hadist,

“Jika salah seorang di antara kalian yang marah sedang dalam keadaan berdiri, maka dudulah, dengan begitu kemrahan akan hilang. Jika belum juga hilang, maka berbainglah. Jika dengan berbaring masih belum menghilangkan mara, maka berwudhulah. Jika semua cara masih terasa sulit maka cobalah dengan senyum. Dengan senyum akan menimbulkan manfaat untuk diri sendiri dan orang di sekitar kita.

Kesimpulan dai tulisan berikut, sungguh dahsyat apabila dapat menahan marah karena perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Manusia memang tempatnya salah dan dosa maka tidak jarang akan terlepas oleh rasa marah. Namun jika kit memiliki rasa memaafkan dan menahan marahtermasuk orang yang istimewa dan limited edition.

“Orang yang kuat bukanlah orang yang hebat berkelahi, tapi orang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (Muttafaqun ‘alaih)

Abu Hurairah ra., berkata seorang laki – laki berkata kepada Nabi saw., “Berilah aku nasihat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah!” Belaiau mengulanginya beberapa kali, “Janganlah engkau marah”. []

Referensi: Buku “Jangan Jadi Manusia Gampangan, Jadilah Manusia Limited Edition” karya Silmi Kaffah Rohayna

Tags: Marah
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pelatihan Motivasi Tingkatkan Prestasi Siswa

Next Post

Mengapa Islam Melarang Meniup Makanan dan Minuman?

Rifki M Firdaus

Rifki M Firdaus

Related Posts

Duit, Uang

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

12 Juli 2025
qarun, harta

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

11 Juli 2025
Tahajjud, Amalan di Pagi Hari, Shalat Taubat, Renungan, Tahajjud, Shalat Malam, shalat tahajud, Bangun Malam, Surah Al-Baqarah, Shalat Witir, Shalat Malam

Paksakan Bangun Shalat Malam

10 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

10 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.