Soal Pelanggaran HAM Muslim Rohingya, Myanmar Bentuk Tim Khusus

0

PEMERINTAH Myanmar membentuk tim khusus penyelidikan yang beranggotakan angkatan bersenjata senior, terkait kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap Umat Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine. Demikian dilansir oleh World Bulletin, Kamis (9/2/2017).

Komandan Angkatan Bersenjata Myanmar menjelaskan pembentukan tim khusus penyelidikan ini bekerja sama dengan pejabat militer yang berpengalaman. Langkah ini adalah upaya untuk memastikan apakah ada tindakan melanggar hukum, termasuk pelanggaran HAM, yang dilakukan oleh aparat keamanan dalam melakukan daerah operasi.

Sejak awal Oktober, di wilayah Maungdaw, negara bagian Rakhine, kasus pemerkosaan, pembunuhan, penculikan, dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar sedang diselidiki oleh Komisi Investigasi.

Related Posts
1 of 136

“Tindakan hukum akan diambil terhadap siapa saja yang melanggar salah satu peraturan,” ujar Komandan tersebut.

Kepala HAM PBB Zeid Ra’ad al Hussein telah menugaskan pemerintah Myanmar untuk menyelidiki kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Rakhine, dan keterlibatan tentara serta polisi Myanmar dalam aksi kejahatan tersebut.

Komisi investigasi yang dibentuk oleh pemerintah Myanmar sendiri dipimpin oleh Wakil Presiden Myint Swe. Komisi ini akan menyelidiki tuduhan tersebut, dan mengambil tindakan hukum terhadap tersangka jika terbukti melakukan pelanggaran HAM. []

Redaktur: Riza Fauzi Saputra

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline