• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Siapa Ulugh Beg,Raja sekaligus Ilmuwan Muslim yang Namanya Dijadikan Nama Kawah Bulan?

by Eneng Susanti
4 tahun ago
in Tahukah Anda
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ulugh Beg, fitnah yang disebutkan dalam QS Al Kahfi, kemuliaan dunia dan akhirat, Muslim yang Memimpin Negara Mayoritas Nonmuslim

Ilustrasi. Foto: Dreamstime

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

TAHUKAH Anda, ada seorang raja yang juga ilmuwan muslim terkemuka yang namanya diabadaikan sebagai salah satu nama kawah di bulan? Pernahkah Anda mengetahui tentang Ulugh Beg?

Nama lengkapnya adalah Muhammad Taragai Ulugh Beg. Dia adalah penguasa Dinasti Timuriyah selama periode antara 1447 dan 1449. Pada masa pemerintahannya, cucu Timur Lenk itu berhasil menjadikan ibu kota negerinya, Samarkand, sebagai pusat peradaban Islam yang maju pada masanya.

Bukan hanya seorang raja yang memerintah kerajaan, Ulugh Beg juga dikenal sebagai ilmuwan. Perhatiannya tercurah besar pada perkembangan ilmu pengetahuan dan sains. Tidak hanya sekadar memfasilitasi para cerdik cendekia, peneliti, dan sarjana yang berkiprah di Timuriyah, Ulugh Beg juga terlibat langsung dalam beberapa riset, khususnya dalam bidang astronomi dan matematika.

BACA JUGA: 6 Ilmuwan Muslim Andalusia yang Jarang Diketahui

ArtikelTerkait

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

Ulugh Beg juga tampil sebagai umara sekaligus ulama. Dia mendirikan banyak madrasah, perpustakaan, rumah sakit, dan laboratorium di wilayah kerajaannya, khususnya Samarkand.

Salah satu legasinya yang paling berkesan adalah observatorium. Di sanalah tempat para saintis mengamati benda-benda langit dengan bantuan alat-alat, semisal teleskop atau teropong besar.

Observatorium Ulugh Beg berdiri di Samarkand pada 1420. Pembangunannya bermula dari sebuah kunjungan yang dilakukan sang raja Timuriyah ke Observatorium Maragha.

Bangunan yang berlokasi di Maraghasekitar Provinsi Azerbaijan Timur, Iran, kinitersebut kala itu dipimpin seorang ilmuwan Persia, Nashiruddin Tusi. Pada waktu itu, observatorium tersebut merupakan yang paling lengkap dan terkenal di seluruh Eurasia.

Konon, sang gubernur Transoxiana mendirikan pusat penelitian astronomi itu karena terkesan akan Observatorium Maragha yang disambanginya kala masih belia. Karena itu, dalam mem bangun infrastruktur ini ia meminta bantuan sainstis utama Maragha, yakni Nashiruddin Tusi.

Pada masanya, itulah observatorium terbesar di seluruh dunia. Di sanalah para pengamat langittermasuk Ulugh Beg sendirime lakukan ragam penelitian. Mereka menyiapkan tabel-tabel astronomi matahari, bulan, dan planet-planet lain yang telah diamati dengan tingkat kecermatan tinggi.

Level akurasinya tidak berbeda jauh dengan hasil penga matan astronom modern yang memakai berbagai teleskop canggih masa kini. Sampai abad ke-18, Observatorium Ulugh Beg masih merupakan sebuah institusi yang dihormati oleh kalangan pakar. 

Sesudah lawatan itu, Ulugh Beg menjadi sangat bersemangat untuk mendirikan bangunan serupa di Samarkand. Untuk itu, ia mengundang puluhan ahli astronomi dan pakar matematika dari berbagai penjuru dunia. Mereka diminta untuk merancang sebuah observatorium yang lebih hebat dari kepunyaan Negeri Maragha.

Hasilnya sangat menakjubkan. Dengan dukungan Nashiruddin Tusi, pusat penelitian fenomena langit itu tidak hanya dilengkapi berbagai perlengkapan yang paling canggih pada masanya. Di sana, terdapat pula perpustakaan dengan koleksi yang meliputi ratusan ribu buku.  

BACA JUGA: 7 Nama Bintang Ini Berasal dari Bahasa Arab

Dengan meriset di sana, Ulugh Beg menghasilkan banyak karya ilmiah. Di antaranya adalah Zij-I Sultani, yakni tabel astronomi yang memuat gambaran serta deskripsi sekitar seribu bintang, serta pelbagai benda langit lainnya. Kitab itu terbit pada 1437 dalam bahasa Persia.

Hingga abad ke-18, Observa torium Ulugh Beg masih menjadi satu institusi yang dihormati oleh pakar astronomi dunia. Sayangnya, kompleks ilmu pengetahuan itu sempat dirusak pada 1449 oleh sebuah kerusuhan lokal. Barulah pada 1908, bangunan itu ditemukan kembali.

Kini, yang tersisa darinya hanya bagian fondasi dengan beberapa konstruksi yang masih tegak berdiri. Kendati demikian, kiprah observatorium tersebut telah berperan penting dalam peradaban. Tak heran, nama pendirinya lantas diabadikan menjadi salah satu nama kawah di bulan.

Ya, Ulugh Beg yang selama hidupnya adalah seorang umara sekaligus ulama, telah menjadi satu-satunya penguasa dan ilmuwan muslim yang namanya diabadikan sebagai nama salah satu kawah bulan. []

SUMBER: REPUBLIKA

Tags: ilmuwan muslimraja muslimsamarkandUlugh Beg
ADVERTISEMENT
Previous Post

Disebutkan dalam Hadis, Inilah 5 Orang yang Doanya Mustajab

Next Post

Catatan Ibnu Batutta tentang Samarkand

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Sakaratul Maut, amal, Penghalang Rezeki, Arwah, Shalat Malam, renungan ramadhan, PMO, Keutamaan Pemimpin yang Adil, Shalat Malam, Orang yang Dibenci oleh Allah SWT, Kesabaran, Ulil Amri, Ibnu Abbas, Hari Kiamat

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

13 Juli 2025
Ngabuburit, Prinsip Kebahagiaan, Muslim yang Bersyukur, Ikhlas, Target, Rahasia

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

10 Juli 2025
Tanda Kucing Sayang sama Kamu, Kucing

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

9 Juli 2025
Manfaat Tidur di Awal Malam, Bahaya Tidur Sore untuk Kesehatan, Penyebab Tidur Tidak Teratur, Ketindihan, Tidur di Awal Malam, Cara Mengatasi Insomnia, Adab Tidur, Bangun

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.