Siapa Cawapres Jokowi? Ini Bocorannya

0

JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dirinya telah mengantongi nama calon wakil presiden yang akan mendampinginya di Pemilu Presiden 2019.

Sejumlah keterangan yang diperoleh dari berbagai pihak terkait siapa nama calon cawapres Jokowi di Pilpres 2019 mendatang  hanya berupa beberapapa informasi yang menjadi teka-teki publik.

BACA JUGA: Romahurmuziy: KH Ma’ruf Amin Masuk Kandidat Cawapres Jokowi

Berikut ini informasi tentang sosok calon pendamping Jokowi tersebut:

1. Bikin Gempar

Sekjen Partai Nasdem Johnny G. Plate mengungkapkan, nama-nama calon wakil Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019 akan membuat gempar Indonesia. Namun, sosok tersebut sudah diterima dengan senang hati oleh semua parpol koalisi.

“Pasti itu pendamping yang hebat, pasti diterima dengan senang hati oleh semua partai koalisi. Pasti membuat gempar Indonesia, karena itu tokoh yang cocok untuk Indonesia 2019-2024,” kata Johnny di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Johnny juga menyatakan bahwa pendamping Jokowi di Pilpres merupakan tokoh menonjol di Indonesia.

“Ini tokoh-tokoh prominen Indonesia. Karenanya harus menjaga reputasi mereka. Jangan di-downgrade harus dijaga,” kata Johnny.

2. Diumumkan Saat Cuaca Cerah

Megawati Soekarnoputri , Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang mengusung Jokowi untuk maju sebagai capres di Pilpres 2019 mendatang, mengungkapkan bahwa nama cawapres Jokowi akan diumumkan pada saat yang tepat.

“Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar,” ujar Megawati Soekarnoputri dalam siaran persnya, Senin (9/7/2018).

Diketahui, Ahad (8/7/2018), Jokowi dan Megawati melakukan pertemuan di Istana Batu Tulis, Bogor. Pertemuan itu berlangsung hampir dua jam. Salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut diduga terkait pilpres 2019.

3. Ada 10 Nama

Ketua Umum PPP Romahurmuziy menuturkan, Presiden Jokowi mengantongi 10 nama yang digadang menjadi cawapresnya. Menurut Romi, sapan karibnya, nama-nama itu telah disampaikan kepada ketua umum partai pendukung.

“Saya hanya bisa katakan dari 10 nama ada figur politikus, ada figur cendikiawan, purnawirawan TNI Polri, dan kalangan teknokrat serta profesional,” kata Romi di kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Romi mengatakan, perihal figur cawapres Jokowi tinggal dibahas bersama dengan semua pemimpin partai koalisi. Belakangan, kata dia, Jokowi meminta pendapat masing-masing ketua umum terkait 10 nama yang sudah ada.

“Saat ini kami masih terus mencermati nama-nama tersebut, meminta masukan dari para ulama, meminta pandangan dari dewan pimpinan wilayah untuk respons 10 nama itu,” kata dia.

Dia menyebut tinggal menyamakan waktu para ketua umum bertemu. Selain untuk mengerucutkan satu nama cawapres, mereka bakal membahas kemungkinan bertambahnya partai yang ikut koalisi.

“Kita juga masih mengupayakan untuk saling ketemu antara pimpinan parpol dengan Pak Jokowi untuk duduk bersama untuk memastikan dua hal, formasi partai apakah yang lima ini atau bertambah dan kedua siapa yang akan mendampingi Pak Jokowi,” kata dia.

4. Tunggu Koalisi Gerindra

Ketua Umum PPP Romahurmuziy, mengatakan pengumuman terkait cawapres pendamping Jokowi akan dilaksanakan mendekati waktu akhir pendaftaran. Mereka menunggu pihak lawan yang dimotori Gerindra, untuk mengumumkan pasangan calon dan formasi koalisinya.

“Keputusan apa pun yang nanti kita sepakati itu nanti diumumkan last minute sebagai sebuah bagian respons kita menunggu sebelah siapa yang dicalonkan dan formasi koalisi seperti apa,” kata Romahurmuziy di kantor DPP PPP, Senin (9/7/2018).

BACA JUGA: Din Syamsuddin Nyatakan Siap Jadi Cawapres Jokowi

Dia menjelaskan kalaupun keputusan sudah muncul, tidak akan dibeberkan sampai waktu pendaftaran Agustus mendatang. Adapun alasannya, menurut Romy menunggu sikap koalisi lawan.

“Sekarang dari pihak sebelah masih terlihat kebingungan untuk menentukan formasi final koalisinya. Karena dari partai yang ada kita tahu persis Gerindra menghendaki Prabowo-Anies sementara PKS yang jadi sekutu tertulisnya Gerindra, menghendaki Anies-Aher sehingga ini kan tidak ketemu,” jelas Romi. []

SUMBER: LIPUTAN 6

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline