• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 19 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Sederhana tapi Berharga, Inilah Pelajaran dari Pengalaman Masa Kecil Nelson Mandela

by Eneng Susanti
8 tahun ago
in Sosok
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: atuutravel.nl

Foto: atuutravel.nl

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

NELSON Mandela adalah salah satu pemimpin dunia yang melegenda. Dia pernah dipenjara bertahun-tahun lamanya karena menentang Apatheid di Afrika Selatan.

Menurut Wikipedia, Apartheid adalah sistem pemisahan ras yang diterapkan oleh pemerintah kulit putih di Afrika Selatan sejak awal abad ke-20 hingga tahun 1990.

Nelson Mandela yang memperjuangkan penduduk kulit hitam Afrika Selatan guna memperoleh kebebasan dan persamaan haknya, justru dijebloskan ke dalam penjara oleh pemimpin negara itu. Namun, apa yang dilakukan Nelson Mandela ketika akhirnya dia terpilih sebagai presiden Afrika Selatan?

Nelson berkata kepada Frederik Willem De Klerk, mantan presiden yang dulu pernah memenjarakannya, “Saya bangga memegang tangan anda untuk melangkah maju bersama. Mari kita lupakan masa lalu dan membangun Afrika Selatan tanpa memandang perbedaan ras.”

ArtikelTerkait

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

Saat itu, De Klark menjabat deputi presiden, mendampingi Nelson Mandela. Sebagai pemimpin negara, saat itu Nelson bisa saja membalas atau mempermalukan De Klerk di muka umum. Namun, Nelson tak melakukan perbuatan tercela semacam itu.

Tahukah, ada satu kejadian sederhana di masa kecil pemimpin besar itu yang membuatnya belajar untuk tak mempermalukan siapapun.

Nelson kecil biasa menghabiskan waktu bermain bersama teman-temannya di desa Qunu yang terletak di lembah sempit berumput hijau. Suatu hari Nelson dan teman-temannya meilhat seekor keledai.

Teman-temannya kemudian berseru, “Siapa yang berani menunggang keledai ini?”

Mereka juga mengatakan, “Yang berani menunggang keledai ini berarti dialah yang paling jago.”

Setelah tak satupun yang maju, Nelson lah yang kemudian berkata dengan lantang.

“Biar aku yang melakukannya. Anak laki-laki harus jadi pemberani.”

Sayangnya, keledai yang hendak ditunggangi Nelson ternyata belum jinak. Nelson pun berusaha bertahan dari amukan sang keledai. Teman-temannya pun menyoraki Nelson.

“Ayo Nelson…ayo, Nelson!”

Nelson berusaha sekuat tenaga untuk menunggangi kedelai itu, namun tenaganya tak sebanding. Nelson akhirnya terjatuh. Ke semak belukar. Tubuhnya babak belur. Dia keluar dari semak dengan luka memar dan wajah tergores.

Bukannya menolong, temannya malah menertawakan dirinya. Selain sakit, Nelson juga merasa malu tak terkira. Saat itulah dia belajar satu hal bahwa mempermalukan orang lain berarti membuatnya menderita. Dan, Nelson tak pernah melupakan pelajaran ini hingga dia dewasa. Bahkan, setelah dia menjadi orang nomor satu di negaranya. []

Sumber: Kisah Masa Kecil Pemimpin Dunia/Karya: Beby Haryanti Dewi/Penerbit: DAR Mizan/Tahun: 2011

Tags: nelson mandela
ADVERTISEMENT
Previous Post

Para Suami, Begini Cara Bilang Cinta pada Istrimu

Next Post

Apakah Diterima Ibadah Seorang Perempuan yang Tidak Berjilbab?

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Imam Ahmad, Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Ibnu Katsir, Abu Hanifah

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

15 April 2025
Sulaiman Al-Qanuni,

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

1 Desember 2024
Abu Bakar, Nuaiman bin Amr,Umair bin Wahab Al-Jumhani

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

14 Oktober 2024

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

10 September 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.