• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 26 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Sebelum Rasulullah Diutus, Manusia Jadikan Benda Ini sebagai Sesembahan

by Yudi
8 tahun ago
in Renungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
malaikat jibril dan mikail

Ilustrasi: Pexels

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

DI antara keistimewaan ajaran Islam lainnya, ajarannya tidak perlu ditambah atau pun dikurangi. Artinya Islam tidak mengizinkan adanya ibadah baru dalam agama. Ajaran Islam itu telah sempurna, tidak perlu ditambah atau pun dikurangi.

Suatu ajaran jika sudah dikatakan telah sempurna, maka tidak butuh adanya tambahan. Kalau ditambah, itu sama saja menyatakan bahwa ajaran tersebut tidaklah sempurna.

Sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus membawa ajaran agama Islam yang sempurna, manusia hidup dalam kondisi jahiliyah dan sesat. Mereka menyembah dan berdoa selain dari pada Allah Azza Wajalla.

BACA JUGA: Apakah Dajjal Keturunan Nabi Adam?

ArtikelTerkait

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

Paksakan Bangun Shalat Malam

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

Padahal, sesembahan mereka tidak mampu mendatangkan manfaat dan memberikan bahaya keapda mereka. Bahkan yang lebih parah, mereka menjadikan setan sebagai penolong selain Allah.

Sampai akhirnya, diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghapus tradisi buruk ini dengan ajaran agama Islam yang sempurna. Maka kembalilah mereka kepada fitrahnya.

Abu Raja al-Utharidi rahimahullah mengatakan, “Dulu kami beribadah kepada batu. Apabila kami menjumpai batu. Jika kami temui sebuah batu yang lebih baik dari yang telah kami miliki, kami buang yang lama dan kami ambil yang baru. Jika kami tak mendapati batu, kami rekatkan tanah. Kemudian kami menuju seekor kambing, kami perah susunya ditumpahkan di atas tanah tadi. Kemudian kami thawaf mengelilinginya.” (Riwayat al-Bukhari).

Masyarakat sebelum diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan masyarakat yang berada dalam kebingungan. Mereka percaya pada keberuntungan (hoki) dalam menghadapi hidup. Selain itu, yang paling parah, mereka tak memiliki tujuan hidup yang sebenarnya.

BACA JUGA: Begini Arti Nama-nama Beberapa Nabi dan Rasul

Disebutkan bahwa ketika kitu, manusia saling berperang karena permasalahan kuda dan onta. Mereka tidak mempunyai syariat yang bisa mengatur.

Mereka memakan hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah atau bangkai. Mereka melakukan perbuatan keji. Meminum khamr. Thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang. Mereka bunuh anak mereka karena takut kemiskinan. Mereka kubur anak perempuan mereka karena takut dipermalukan.

Itulah yang terjadi ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam belum diutus untuk menyempurnakan akhlak. Maka, kita selaku umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wajib bersyukur atas diutusnya manusia paling sempurna tersebut. []

SUMBER: KHOTBAHJUMAT

Tags: batumanusiaSembah
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ini Sosok Suami Pembakar Istri di Makassar

Next Post

Inilah Salah Satu Cara Penipu Bisa Gandakan Uang

Yudi

Yudi

Related Posts

Duit, Uang

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

12 Juli 2025
qarun, harta

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

11 Juli 2025
Tahajjud, Amalan di Pagi Hari, Shalat Taubat, Renungan, Tahajjud, Shalat Malam, shalat tahajud, Bangun Malam, Surah Al-Baqarah, Shalat Witir, Shalat Malam

Paksakan Bangun Shalat Malam

10 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

10 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.