• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 4 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Ratusan Kali Gempa Susulan di Lombok, Ini Penjelasannya

by Eneng Susanti
8 tahun ago
in Tahukah Anda
Reading Time: 1 min read
A A
0
Gempa, Maumere

Foto: Ilustrasi/AFP

LOMBOK—Gempa berkekuatan 7 skala richter mengguncang Lombok Utara pada Ahad (5/8/2018). BMKG mencatat adanya ratusan kali gempa susulan.

Menurut Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, gempa susulan adalah bentuk stabilisasi setelah gempa besar terjadi.

Mengapa bisa terjadi ratusan kali gempa susulan?

Menurut Daryono, setelah gempa, akan muncul bidang yang patah. Bidang yang patah ini memiliki skala yang besar dan ada batuan-batuan dari lipatan yang tidak stabil. Sehingga stabilisasi terjadi untuk kembali ke kondisi normal. Jadi, gempa susulan ini karena adanya proses stabilisasi.

ArtikelTerkait

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

BACA JUGA: BMKG: 227 Gempa Susulan Terjadi di Lombok

Daryono menjelaskan, gempa susulan (aftershocks) merupakan gempa yang terjadi di sekitar episenter gempa utama (mainshocks), tetapi memiliki magnitudo yang lebih kecil.

Daryono juga mencontohkan tiga tipe aktivitas gempa menurut Kiyoo Mogi, ahli gempa dari Jepang.

Gempa susulan setelah gempa utama

Gempa ini dicirikan munculnya gempa utama yang diikuti sejumlah gempa susulan dengan magnitudo dan frekuensi kejadian yang terus mengecil. Gempa kecil ini sering terasa setelah gempa utama dengan kekuatan yang besar.

Gempa kecil dahulu, lalu gempa besar

Gempa tipe kedua ini muncul serangkaian gempa kecil sebagai pendahuluan (foreshocks), kemudian terjadi gempa utama dengan kekuatan besar. Selanjutnya diakhiri serangkaian gempa susulan dengan magnitudo dan frekuensi kejadian yang terus mengecil.

BACA JUGA: Gempa 7 Skala Richter Guncang Lombok Utara, Peringatan Dini Tsunami Diaktivasi

Hanya gempa kecil namun terus-menerus

Gempa ini biasanya muncul banyak gempa kecil dengan frekuensi kejadian sangat tinggi, berlangsung dalam kurun waktu tertentu di kawasan sangat lokal, tanpa ada gempa kuat yang menonjol sebagai gempa utama. Gempa ini, menurut Mogi, merupakan gempa Swarm. []

SUMBER: MERDEKA

Tags: gempagempa lombokgempa susulan
Previous Post

Itu Saudara-saudaramu, ya?

Next Post

7 Amal Ini Penghapus Dosa?

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.