• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Qutub al-Din Aibak, Bekas Budak yang Menjadi Sultan India

by Eneng Susanti
4 tahun ago
in Sosok
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Qutub al-Din Aibak pendiri masjid Qutub Minar

Masjid Qutub Minar. Foto: Flickr

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

PADA masa pemerintahan Islam di India, tercatat seorang sultan bernama Qutub al-Din Aibak. Berbeda dari para penguasa lain yang biasanya berasal dari kalangan bangsawan, Qutub al-Din merupakan mantan budak, yang menjadi menantu sultan.

Qutub al-Din Aibak adalah sultan kedua Dinasti Ghuriyah, menggantikan mertuanya, Mu’izz ad-Din Muhammad Ghuri. Dinasti Ghuriyah sendiri merupakan kerajaan Islam independen yang berkembang menjadi Kesultanan Delhi dan diperintah oleh dinasti Mamluk.

Aibak bergelar Qutbuddin. Aibak menjadi pengganti Ghuri dengan gelar sultan pada 1206 M.

Bagaimana perjalanan sang Sultan yang berasal dari kalangan budak ini hingga mencapai tahta tertinggi dalam Dinasti Ghurriyah?

ArtikelTerkait

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

BACA JUGA: Mahkota Para Sultan Dinasti Ustmaniyah Berukuran Besar, Ini Sebabnya

Qutub al-Din Aibak

Berasal dari Turkestan, awalnya Aibak dijual sebagai budak saat masih kecil. Dia dibeli oleh seorang Qazi di Nishapur, Persia. Di sanalah ia belajar memanah dan menunggang kuda di antara keterampilan lainnya.

Dia kemudian dijual kepada Muhammad Ghori di Ghazni. Aibak pun menjadi petugas istal kerajaan. Selama perang Kwarazmian-Ghurid, dia ditangkap oleh pengintai Sultan Shah. Setelah kemenangan Ghurid, ia dibebaskan dan sangat disukai oleh Sultan Muhammad Ghori.

Aibak dinikahkan dengan putrinya, dan diangkat menjadi panglima perang. Setelah kemenangan Ghurid dalam Pertempuran Tarain Kedua pada tahun 1192, Muhammad Ghori membuat Aibak bertanggung jawab atas wilayah India.

Selanjutnya Qutub al-Din Aibak memperluas kekuasaan Ghurid di India utara dengan menaklukkan dan menyerbu beberapa tempat di Chahamana, Gahadavala, Chaulukya, Chandela, dan kerajaan lainnya.

BACA JUGA: Razia Sultana, Satu-satunya Wanita yang Menjadi Pemimpin Pemerintahan Muslim di India

Ketika Muhammad Ghori meninggal pada 1206, Aibak berperang dengan mantan budak lainnya Taj al-Din Yildiz untuk menguasai wilayah Ghurid di barat laut India. Selama kampanye ini, ia maju sampai ke Ghazni, meskipun ia kemudian mundur dan mendirikan ibukotanya di Lahore. Dia mengakui kedaulatan penerus Muhammad Ghori, Ghiyasuddin Mahmud, yang secara resmi mengakui dia sebagai penguasa India.

Aibak mendirikan Masjid Raya Delhi yang bemama Quwat al-Islam, dan membangun sebuah menara yang besar dan diberi nama Qutub Minar — atas nama guru spritualnya, seorang ulama besar, dan sufi dari tarekat Chistiyah yaitu Qutub al-Din Bakhtiar Ka’ki. Masjid tersebut sampai saat ini berdiri dengan megah dan menjadi perhatian para wisatawan baik domestik maupun mancanegara karena kehebatan nilai arsitekturnya. Di Azmir didirikannya pula sebuah Mesjid Raya yang memakai namanya.

BACA JUGA: Hürrem Sultan, Budak dari Ukraina yang Menjadi Wanita Berpengaruh di Ottoman

Pada masa ini pula hidup ulama tafsir yang masyur yaitu Imam Fakhruddin Al-Razi. Dia adalah satu-satunya ulama yang berani berkata terus terang di hadapan sultan dan memberikan nasihat-nasihat keagamaan.

Setelah Qutub al-Din Aibak wafat, putranya Aram Shah menjadi Sultan. Karena ia tidak cakap dan tidak punya kemampuan sama sekali dalam urusan negara, maka para pembesar istana Delhi mengangkat seorang raja Islam yang besar bernama Iltutmish (1211-1236 M).

Sama seperti mendiang Sultan Qutub al-Din Aibak, raja baru ini juga berasal dari kalangan budak yang kemudian menjadi menantunya. Dia saat itu sedang menjabat sebagai Gubernur Badaun. Dia adalah seorang raja Islam yang besar, pandai mengatur negara, dan berjasa. la melanjutkan perluasan kekuasaan Islam ke wilayah Utara dengan menaklukkan negeri Malawa. []

SUMBER: SINDONEWS

Tags: budakindiaQutub al-Din Aibaksultansultan yang berasal dari kalangan budak
ADVERTISEMENT
Previous Post

4 Doa Nabi Ibrahim dalam QS Al-Baqarah

Next Post

3 Kerugian Tukang Fitnah, Naudzubillah ….

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Imam Ahmad, Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Ibnu Katsir, Abu Hanifah

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

15 April 2025
Sulaiman Al-Qanuni,

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

1 Desember 2024
Abu Bakar, Nuaiman bin Amr,Umair bin Wahab Al-Jumhani

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

14 Oktober 2024

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

10 September 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.