• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 28 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Puasa Penakluk Konstantinopel, Muhammad Al Fatih

by Eppi Permana Sari
10 tahun ago
in Sosok
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Muhammad Al-Fatih Menaklukkan Konstantinopel, Abdurrahman I, Konstantinopel, Kapan Konstantinopel Ditaklukan,

Foto: Google Image

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

“Setiap amalan anak Adam itu adalah (pahala) kecuali puasa karena puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.” Hadis Riwayat Bukhari,  Muslim, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban.

Seperti itulah janji Allah kepada setiap hamba-Nya yang berpuasa. Janji itu dihayati benar oleh Muhammad Al Fatih dan para tentaranya dalam menaklukkan Konstantinopel yang kini dikenal sebagai Istanbul.

Al Fatih menjadi jawaban dari ramalan Rasulullah yang tertera pada hadis lainnya. “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” HR Ahmad bin Hanval Al Musnad.

Hadis ini yang mendorong Muhammad Al-Fatih untuk berusaha keras menaklukkan Konstantinopel. Berbagai metode dan strategi dilakukan meskipun tak jarang menemui kegagalan. Pada 20 Jumadil Awal 857 H bertepatan dengan 29 Mei 1453 M, Al Fatih beserta bala tentaranya berhasil menaklukkan Konstantinopel.

ArtikelTerkait

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

Dia sukses memasuki wilayah Konstantinopel dengan membawa serta kapal-kapal mereka melalui perbukitan Galata, untuk memasuki titik terlemah Konstantinopel, yaitu Selat Golden Horn. Ketika itu, Al Fatih beserta ribuan tentaranya menarik kapal-kapal mereka melalui darat. Meski ada tentaranya mengatakan kemustahilan untuk melakukan startegi tersebut.

Namun, Al Fatih tidak gentar. Dia dengan tegas mengatakan kepada seluruh tentaranya untuk bergegas dan melaksanakan strategi tersebut.

Sehari sebelum berjalannya strategi itu, ia memerintahkan semua tentaranya untuk berpuasa pada siang hari dan shalat Tahajud pada malam harinya sebelum berperang untuk meminta kemenangan kepada Allah.

Al Fatih berhasil membawa kemenangan dengan menaklukkan Kontantinopel dan memimpinnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ia melindungi seluruh rakyat di sana, baik Muslim maupun non-Muslim.

Al Fatih memang terkenal sebagai sultan yang saleh. Semasa hidupnya, dia tidak pernah meninggalkan shalat fardu, shalat sunah, shalat Tahajud, dan berpuasa.

Setelah ia memimpin Konstantinopel selama 19 tahun, dia berencana menaklukkan Roma. Hanya, saat ingin melaksanakan cita-citanya, Al Fatih wafat. Dia menghadap Ilahi pada 3 Mei 1481 karena sakit sewaktu dalam perjalanan jihad menuju pusat Imperium Romawi Barat di Roma, Italia.

Muhammad Al Fatih bergelar Sultan Mehmed II pada masa Ottoman Turki. Ia menaklukkan Konstantinopel saat masih usia 21 tahun. Hingga kini, Muhammad Al Fatih merupakan salah satu pejuang Islam yang dimiliki oleh Islam.

Sejak masa hidup Rasullullah hingga 800 tahun ke depan, belum ada pejuang Islam yang berhasil menaklukkan Konstantinopel.

Tags: KonstantinopelMuhammad Al FatihPuasa
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ini Lima Penghargaan yang Diraih Dr. Zakir Naik

Next Post

Disebut Imam Palsu, Tokoh Syiah Australia Ini Naik Pitam

Eppi Permana Sari

Eppi Permana Sari

Related Posts

Imam Ahmad, Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Ibnu Katsir, Abu Hanifah

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

15 April 2025
Sulaiman Al-Qanuni,

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

1 Desember 2024
Abu Bakar, Nuaiman bin Amr,Umair bin Wahab Al-Jumhani

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

14 Oktober 2024

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

10 September 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.