ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Polisi Tangkap Pelaku Ancaman Bom Masjid Istiqlal

Foto: SIMSI
0

JAKARTA–Seorang pria berinisial MD (69) melalui pesan singkatnya kepada pengurus DKM, mengancam akan meledakkan bom di Masjid Istiqlal pada Sabtu (27/5/2017), pukul 12.00 WIB. Akibat perlakuannya itu, aparat Kepolisian menangkapnya di Masjid Istiqlal, Rabu (31/5/2017) lalu, pukul 02.45 WIB.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy Febrianto Kurniawan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, MD mengaku sering datang ke Masjid Istiqlal.

“MD selain pulang ke rumah kosnya juga sering menginap di Masjid Istiqlal. Saat ditangkap pun Mudji sedang tertidur,” ungkap Hendy, Minggu (4/6/2017).

Saat ini, MD masih berada dalam proses penyidikan Polda Metro Jaya. Sejumlah barang bukti seperti beberapa telepon seluler, kartu sim, identitas dan buku agama pun diamankan polisi. Pemeriksaan kejiwaan oleh polisi pun masih dilakukan pada MD.

“Hari Jumat kemarin kami periksa kejiawaan belum keluar, enggak bisa kita lihat dengan kasat mata. Dia kelahiran tahun 1948 jadi sudah tua,” ujar Hendy.

Akibat perbuatan meneror Masjid Istiqlal, pria sebatang kara ini pun terancam Pasal 6 UU No 15 Tahun 2003 tentang Terorisme.

Sejumlah buku agama pun diamankan polisi sebagai barang bukti. Namun, polisi belum menemukan adanya kaitan buku bacaan tersebut dengan aksi teror yang dilakukan Mudji. “Kalau kita cek dari analisa pribadi, dari bacaannya dia (MD), tidak ada dari jaringan teror manapun,” tutur Hendy.

MD juga berterus-terang bahwa alasan ia melontarkan ancaman teror akan meledakkan bom di Masjid Istiqlal lantaran tidak suka dengan pengurus Masjid. Menurutnya, cara penyampaian Khutbah yang disampaikan tidak sesuai dengan harapannya.

“Tidak suka secara pribadi sama pengurus masjid (Istiqlal) itu. Katanya, karena khutbahnya penyampaiannya kasar” papar Hendy.

Sejauh ini, berdasarkan pengembangan proses pemeriksaan, menurut Hendy, alasan pribadi itu masih menjadi satu-satunya motif pelaku melakukan teror bom melalui layanan pesan singkat (SMS).

Beberapa bulan lalu, menurut Hendy terdapat pula aksi pengancaman bom serupa. Namun, tidak dilaporkan lantaran waktu peledakan dalam ancaman itu telah lewat. Polisi pun masih mendalami pemeriksaan atas keterkaitan Mudji pada ancaman sebelumnya.

Polda Metro Jaya sempat menangkap seorang pria bernama Iyus Rusmana (43). Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, pria asal Garut Jawa Barat itu pun dibebaskan karena tidak bersalah. Polisi pun melakukan rehabilitasi nama baik Iyus. “Kalau Iyus sudah clear,” kata Hendy. []

Sumber: Republika

loading...
loading...