Polisi Sebut Pihaknya Telah Mulai Memeriksa Kasus Puisi Sukmawati

0

JAKARTA—Kasus puisi kontroversial Sukmwati Soekarnoputri mulai diperiksa kepolisian. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan pihaknyanya telah memulai penyelidikan terkait kasus itu. Sukmawati sebelumnya dilaporkan oleh berbagai elemen masyarakat ke polisi lantaran puisinya dianggap menodai agama Islam.

“Sudah sudah. Begitu ada muncul itu kami langsung lakukan penyelidikan siapa, di mana, kemudian siapa yang kira-kira bisa berikan keterangan kepada kepolisian. Pasti sudah,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, (5/4/2018).

Polisi, menurut Setyo, secara professional akan mencari keterangan, baik berupa bukti maupun saksi yang berkaitan dengan kasus puisi tersebut termasuk saksi ahli untuk menentukan apakah kasus tersebut mengandung unsur pidana atau tidak.

“Secara profesional kami tetap akan mencari keterangan semua yang terkait dengan fakta yang dia lakukan ya. Kami cari keterangan itu dulu,” ujarnya.

Meski begitu, menurut Setyo, pihaknya dalam penyelidikan awal membuka opsi untuk menyelesaikan perkara di luar proses pengadilan atau restorative justice.

“Bisa saja diselesaikan tapi kalau tidak harus sampai proses pengadilan,” ujar Setyo.

Sejauh ini, 14 elemen masyarakat telah melaporkan Sukmawati ke kepolisian. Pada hari ini, Kamis, 5 April 2018, ada empat laporan polisi masuk ke Bareskrim Polri. Laporan itu dilakukan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), FUIB dan Perkumpulan Pengkajian Notaris Muslim Indonesia melaporkan ke Bareskrim Polri.

Dua Laporan masuk ke Polda Metro Jaya. Laporan dibuat oleh pengacara bernama Denny Andrian dengan nomor LP/1782/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 3 April 2018. Laporan kedua dilakukan Ketua DPP Hanura Amron Asyhari dengan nomor LP/1785/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 3 April 2018.

Lalu di Bareskrim laporan dibuat oleh Forum Anti Penodaan Agama (FAPA) yang diwakili oleh Mursal Fadhilah. Laporan itu diterima dengan nomor LP/344/IV/2018/Bareskrim. Kemudian, laporan dilakukan oleh M Subhan di Bareskrim dengan nomor LP/445/IV/2018/Bareskrim.

Masih di Bareskrim Polri, laporan juga dibuat oleh Tim Pembela Ulama Indonesia (TPUI) diwakili Azam.bLaporan TPUI diterima dengan nomor LP/450/IV/2018/Bareskrim tertanggal 4 April 2018.Selanjutnya, laporan dibuat oleh GMII (Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia) oleh Muhammad Fikri yang diterima dengan nomor LP/452/IV/2018/Bareskrim tanggal 4 April 2018.

Berikutnya, Persaudaraan Alumni 212 juga turut melaporkan Sukmawati ke Bareskrim. Laporan diterima dengan nomor LP/455/IV/2018 tertanggal 4 April 2018. Selanjutnya, laporan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Street Lawyer yang diwakili Irvan Noviandana juga diterima Bareskrim dengan nomor LP/457/IV/2018/Bareskrim. Lalu LBH Bang Japar oleh Indra Linggawastu juga melapor ke Bareskrim dengan nomor LP7460/IV/2018.

Selain itu Sukmawati juga dilaporkan Pengurus Gerakan Pemuda Ansor di Jawa Timur. Laporan itu diterima dengan nomor polisi LPB/407/IV/2018/UM/Jatim. Dalam semua laporan tersebut, Sukmawati disangkakan dengan Pasal 156 dan Pasal 156 huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penodaan Agama. []

Sumber: Viva

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline