• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 3 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Permen

by Eneng Susanti
5 tahun ago
in Renungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi. Foto:  
Freepik

Ilustrasi. Foto: Freepik

PERNAH ada seorang anak laki-laki yang suka makan yang manis-manis. Dia selalu meminta manisan dari ayahnya.

Sementara ayahnya sendiri adalah orang miskin. Dia tidak selalu bisa membeli permen untuk putranya. Namun, anak lelakinya tidak memahami hal ini, dan menuntut permen sepanjang waktu.

Ayah anak laki-laki itu berpikir keras tentang bagaimana menghentikan anak itu meminta begitu banyak permen. Dia akhirnya teringat kepada seorang ulama yang tinggal di dekat tempat tinggalnya.

BACA JUGA: Bagaimana Jika Permen Karet Tertelan Anak Kecil?

ArtikelTerkait

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

Paksakan Bangun Shalat Malam

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

Ayah anak laki-laki itu pun punya ide. Dia memutuskan untuk membawa anaknya ke lelaki hebat yang mungkin bisa membujuk bocah itu untuk berhenti meminta permen sepanjang waktu.

Anak laki-laki dan ayahnya pun pergi ke tempat ulama tersebut.

Sang ayah berkata “Wahai orang suci yang agung, dapatkah kamu meminta anakku untuk berhenti meminta permen yang tidak mampu kubeli?”

Tatkala mendengar permintaan tersebut, orang hebat itu merasa dirinya mendapatkan kesulitan. Sebab, dia sendiri suka makan yang manis-manis. Bagaimana dia bisa meminta bocah itu berhenti meminta permen?

Dia akhirnya menyuruh ayah anak itu untuk membawa putranya kembali setelah satu bulan.

Selama sebulan itu, sang ulama berupaya berhenti makan permen, hingga ketika anak laki-laki dan ayahnya kembali setelah sebulan, dia mampu berkata kepada anak laki-laki itu, “Anakku, maukah kamu berhenti meminta permen yang ayahmu tidak mampu berikan kepadamu?”

Ajaib, sejak saat itu, bocah itu berhenti meminta permen.

Ayah anak laki-laki itu pun bertanya kepada sang ulama, “Mengapa kamu tidak meminta anakku untuk berhenti meminta permen ketika kami datang kepadamu sebulan yang lalu?”

BACA JUGA: Permen Marshmallow

Dia menjawab, “Bagaimana aku bisa meminta seorang anak laki-laki untuk berhenti makan yang manis-manis ketika aku sendiri menyukai yang manis-manis. Bulan lalu aku berusaha berhenti makan yang manis-manis.”

Jadi, teladan seseorang jauh lebih kuat daripada hanya kata-katanya. Itulah yang diperlihatkan dari tindakan sang ulama tadi.

Ketika kita meminta seseorang untuk melakukan sesuatu, kita juga harus melakukannya sendiri. Demikian juga, kita seharusnya tidak meminta orang lain untuk melakukan apa yang tidak kita lakukan sendiri. []

SUMBER: ISLAMCAN

Tags: KisahPermenteladan
Previous Post

Tetangga yang Baik dan Tetangga yang Jahat

Next Post

HRW Desak Israel Berikan Vaksin bagi 4,5 Juta Warga Palestina

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.