ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Pemuda yang Baku Pukul dengan Tentara Harus Angkat Kaki dari Kompleks TNI AL

0

JAKARTA—Bimantoro, pemuda yang tempo hari baku pukul dengan perwira pertama TNI AL di jalanan Jumat, (13/10/2017) lalu, kini harus angkat kaki dari kompleks TNI AL.

Pihak TNI AL meminta BImantoro angkat kaki dari rumah dinas di kawasan Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Diketahui Bimantoro selama ini tinggal di tanah kavling TNI AL, Jalan Harapan I Nomor 3, Blok B 36, Sunter, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.

Keputusan pencabutan izin menempati rumah dinas itu tertuang dalam surat nomor B/1162/X/2017, tertanggal 23 Oktober 2017. Surat itu ditandatangi oleh Komandan Lantamal III Laksamana Pertama Muhammad Richad.

Dalam surat tersebut, tertera bahwa rumah dinas yang ditempati Bimantoro atas nama kakeknya, Mayor Purnawirawan FX Tulus Haryono (kini almarhum).

Adapun pertimbangan pencabutan izin penempatan rumah dinas adalah karena Surat Izin Pinjam Pakai Nomor SI/30/I/85/Janmat tangga 7 Januari 1985 sudah kedaluwarsa.

Pertimbangan lain adalah rumah tersebut ditempati anak yang sudah berusia 30 tahun.

“Apabila anggota TNI AL pemilik rumah meninggal dunia, maka dapat dihuni oleh ahli warisnya yang sah (istri, suami, anak), sampai usia anak termuda mencapai usia 30 tahun,” kata Gig dalam keterngannya, Jumat, 27 Oktober 2017.

Gig menjelaskan, Bimantor merupakan cucu dari almarhum Mayor (Purn) FX. Tulus Haryono sebagai pemilik izin pakai tanah kavling TNI AL. Orang tua Bimantoro pun sudah berusia lebih dari 30 tahun. Bimantoro bisa tinggal di kawasan itu jika memiliki pasangan dari TNI AL pula.

“Apabila hal tersebut tidak bisa dipenuhi, maka rumah dan tanah harus dikosongkan dan dikembalikan ke TNI AL,” tegas Gig.

Lahan yang ditinggali Gig nantinya akan diberikan kepada TNI AL yang masih aktif, purnawirawan atau warakawuri dan atas persetujuan pejabat yang di tunjuk. Peraturan ini dilaksanakan secara tegas ke semua pihak.

“Perlu dipahami bersama bahwa penertiban ini dilaksanakan secara menyeluruh, kepada penghuni yang sudah tidak memenuhi syarat untuk menempati tanah kavling TNI AL dan penertiban ini juga dilaksanakan karena masih banyak anggota aktif TNI AL yang masih belum memiliki rumah,” tutup dia.

“Penghuni (cucu almarhum a.n Bimantoro terlibat perkelahian dengan Lettu Laut Satrio Fitriadi, ST Han NRP 20794/P) tidak memiliki etika terhadap dinas TNI AL,” demikian tertera dalam pertimbangan surat pencabutan izin tempat tinggal tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Gig Sipasiulta saat dikonfirmasi meminta menanyakan hal itu ke Lantamal III Jakarta.

“Agar lebih jelas hal ini, silakan koordinasikan ke Lantamal III Jakarta,” kata Gig, Kamis (26/10/2017). []

Sumber: Liputan6

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...