ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

PBNU Anggap Ajakan TNI Tonton Film G 30S PKI Tidak Cocok

Adegan film G30S/PKI. Foto: Journal Bali.
0 886

JAKARTA—Wacana TNI Angkatan Darat memobilisasi masyarakat untuk menonton film G 30S PKI, dianggap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak sesuai dengan kondisi sekarang.

Ketua Bidang Kebudayaan dan Hubungan antar-Umat Beragama PBNU Imam Aziz mengatakan film tersebut tidak cocok untuk diputar di era terbuka seperti sekarang ini.

“Itu film propaganda yang dipaksakan untuk membenarkan versi tentara tentang peristiwa 1965,” kata Imam seperti dikutip dari Tempo, Ahad, (17/9/2017).

Film tersebut, menurut Aziz, bisa jadi efektif pada zaman Orde Baru yang serba tertutup.

“Tapi kalau diputar sekarang, mungkin banyak yang akan tertawa terbahak-bahak,” kata Imam.

Film yang dibuat oleh sutradara Arifin C.Noer pada 1984, dianggap Aziz sebagai film horor murahan. Sebab, kata dia, semua sudah terbuka siapa dalang gerakan yang menyebabkan terbunuhnya tujuh jenderal TNI AD tersebut.

Begitu pula dengan peristiwa lanjutannya di mana ratusan ribu bahkan jutaan orang yang dianggap anggota dan simpatisan PKI menjadi korban.

“Semua sudah enggak rahasia lagi,” kata dia.

Karena itu, jika pemerintah tidak mau mengakui fakta-fakta tersebut, hal itu menjadi urusan pemerintah.

“Tapi rakyat sudah tidak percaya kebohongan yang dibuat rezim Orde Baru,” kata Imam.

Seperti diketahui, TNI AD menginstruksikan seluruh prajuritnya untuk menggelar nonton bareng film Pengkhianatan G 30S PKI. Instruksi yang ditujukan untuk seluruh jajaran TNI AD di daerah ini menyebar lewat pesan pendek.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Wuryanto mengatakan pemutaran film G 30S PKI ini penting untuk mengajak generasi muda membaca sejarah.

Wuryanto menilai, sejak era reformasi sejarah, Pancasila, dan budi pekerti kurang diajarkan di bangku sekolah.

Dia juga menyebutkan sejumlah alasan lain yang mendasari lembaganya perlu mengajak masyarakat menonton film tersebut. []

Comments
Loading...