ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Mohammed bin Salman, Pemimpin Muda dari Kerajaan Saudi

Foto: sustg.com
0

Oleh: Raidah Athirah, Kontributor Islampos, Penulis, Tinggal di Polandia

TIDAK ada informasi pasti apakah di antara rombongan kedatangan Raja Salman ikut juga Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman atau tidak. Bila ya, ini tentu akan menjadi momen besar bagi putra mahkota dan ibu pertiwi mengingat Pangeran Mohammed adalah salah satu figur visioner muda dalam kerajaan.

Kedatangannya bisa menjadi sebuah kesempatan untuk mengikat Indonesia di masa depan dalam hubungan bilateral dengan kerajaan Arab Saudi.

Mengapa menarik mengetahui sosok Putra Mahkota dari kerajaan Arab Saudi ini?

Pangeran Mohammed bin Salman adalah menteri pertahanan termuda di dunia sekaligus banyak dibicarakan sebagai calon terkuat pengganti Raja Salman.

Ia juga figur yang terkenal di kalangan ekonom Barat terkait krisis harga minyak dan ditakuti serta dianggap berbahaya. Lantas, apa yang menjadikan ia disebut pemimpin muda yang visioner?

Umur putra mahkota ini baru saja akan menginjak 31 tahun pada Agustus 2017.

Barat memberi perhatian lebih kepadanya berkenaan dengan sepak terjangnya dalam politik internasional akhir-akhir ini, salah satunya adalah perang di Yaman melawan pemberontak Syiah Houthi dimana kerajaan Arab Saudi merupakan pendukung pemerintahan sah yang meminta suaka politik kepada kerajaan.

***

Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud lahir pada 31 Agustus 1985 di Jeddah, Arab Saudi dari ibunda Fahda binti Falah bin Sultan Al Hithalayn (istri ketiga) dan ayahanda Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Saudara laki-laki seibu Mohammed adalah Turki bin Salman yang merupakan mantan ketua Penelitian dan Marketing Grup yang terhitung dua tahun lebih muda daripada Mohammed.

Pangeran Mohammed bin Salman merupakan lulusan dari Universitas King Saud dalam bidang hukum dan meraih tempat kedua dalam kelulusannya. Ia juga memiliki latar belakang keuangan.

Pada tahun 2013 di umur 28 tahun, Putra Mahkota bergabung ke dalam kabinet kerajaan yang mana menjadi penasihat pemerintah terkait isu keuangan.

Hukum Saudi menetapkan bahwa setiap anggota dewan haruslah seorang Saudi baik secara lahir maupun dari segi keturunan. Tidak diperkenankan seseorang yang pernah terjerat hukum dalam kejahatan atau melakukan perbuatan asusila diangkat sebagai anggota Dewan.

Hal ini yang menjadikan Mohammed bin Salman dinilai dekat dengan sang ayah, Raja Salman yang dikenal religius atau dalam bahasa pengamat politik Barat disebut golongan konservatif.

Ia memulai karir sejak umur 12 tahun ketika Raja Salman masih menjabat sebagai gubernur Riyadh.

Karirnya benar-benar dimulai pada tahun 2009 saat ia berumur 24 tahun. Ia menjadi penasihat khusus Raja Salman saat beliau masih berstatus Gubernur Riyadh. Dari langkah ini karirnya melejit menjadi sosok muda berjiwa pemimpin yang visioner saat ia memegang posisi sekretaris jenderal untuk Riyadh Competitive Council dan juga anggota dewan pengawas untuk Albir.

Pada Oktober 2011 di umur 26, ia secara resmi ditunjuk sebagai penasihat pribadi untuk Raja Salman yang masih menjabat gubernur Riyadh. Seperti halnya Raja Salman yang dermawan, Mohammed juga mengikuti sisi ini dengan mendirikan yayasan Pangeran Mohammed bin Salman untuk membantu kaum muda yang kurang beruntung.

Di tahun 2012 karirnya terus berlanjut dengan posisinya yang mengepalai Crown Prince Court (badan yang mengelola urusan putra mahkota)

Di tahun 2014 ,ia ditunjuk sebagai Menteri Negara pada umur 28 tahun. Banyak pengamat menilai bahwa karirnya seperti mengikuti garis karir ayahanda, Raja Salman.

Di umur 29 tahun pada Januari 2015 ia ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan Arab Saudi oleh Raja Salman dan dikenal sebagai Menteri Pertahanan termuda di dunia.

***

Ia dianggap visioner terkait pandangannya terhadap masa depan kerajaan salah satu idenya adalah dukungan untuk wanita mendapat kebebasan sosial seperti menyetir dan berpergian tanpa izin dari keluarga.

Media Barat menggambarkannya sebagai pangeran yang naif dan arogan terkait kebijakannya dalam perang di Yaman dan dukungannya terhadap kaum jihadis di Suriah.

Gambaran Barat dinilai berlebihan karena apa yang dilakukan Mohammed bin Salman telah mengikuti prosedur hukum international.

Adapun dalam setiap kepemimpinan dibutuhkan keberpihakan, maka apa yang dilakukan Mohammed bin Salman adalah bentuk keberpihakan yang sudah semestinya terhadap kasus perang Yaman.

Secara personal, orang-orang terdekat menggambarkannya sebagai sosok yang tekun dan dermawan.

Ia juga termasuk salah satu putra mahkota yang mengikuti gaya ayahanda yang disebut konservatif atau dalam bahasa yang kita kenal adalah sosok yang religius. Ia tidak merokok, tidak menyukai pesta.

Semoga kedatangannya bersama Raja Salman menjadi keberkahan bagi hubungan Kerajaan Arab Saudi dan Indonesia di masa depan.

Ahlan Wa Sahlan Akhi di bumi Nusantara, Pangeran Mohammed bin Salman.

Note : Jangan baperan ya, Pangeran Mohammed bin Salman sudah menikah baru punya satu istri. []

Polandia, 26 Februari 2017
Diolah dari berbagai sumber

loading...
loading...