• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Melebur Dosa Makhluk Pendosa

by Mila
8 tahun ago
in Renungan
Reading Time: 4 mins read
A A
0
tobat dari dosa

Foto: Blogs - Financial Times

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Juharis
Mahasiswa IAIN Pontianak, Penikmat Kajian Ilmiah Sunnah Pontianak

BERANGKAT dari hadis yang dibawakan sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu alaihi wa salam suatu ketika pernah bersabda.

“Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah bertaubat” (HR. Tirmidzi dal Al-Hakim, dinilai hasan oleh Al-Albani).

Sabda Rasulullah di atas amat jelas kebenarannya bahwa manusia selalu berbuat kesalahan. Bukan hanya dari sisi sandaran hadis, tetapi juga dapat diterima akal. Mengingat manusia adalah makhluk ciptaan Allah Ta’ala yang berbeda dengan lainnya. Manusia diberi akal yang mampu menjadikannya bersikap lebih di luar batas kemampuan makhluk yang tidak memikili akal. Lain halnya binatang, dengan kebesaran Allah Ta’ala binatang hanya memiliki hawa nafsu dan tidak mampu menjangkau apa-apa yang dikerjakan manusia.

ArtikelTerkait

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

Paksakan Bangun Shalat Malam

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

BACA JUGA: Rahasia-rahasia di Balik Taubat

Meskipun ada kalanya manusia mencerminkan sifat binatang dikarenakan krisis keimanan. Oleh karena itu, apabila seorang insan dalam praktik kehidupannya berada di luar kesejatian sifat manusia, bisa jadi ia akan masuk dalam ranah karakter binatang dan tentu saja melanggar ketentuan Sang Pencipta.

Perhatikan kalam Allah Ta’ala berikut ini.

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing. Jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS. Al-A’raf: 176).

Ayat ini gamblang menyatakan bahwa manusia yang memperturutkan hawa nafsunya adalah layaknya anjing, binatang yang hina. Berawal dari memperturutkan hawa nafsu inilah manusia kemudian senantiasa berbuat dosa. Bahkan tidak seorang pun mampu menghindari dosa karena kemaksiatan pada diri manusia sudah ada bagian masing-masing. Sebab Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang menyabdakan sendiri.

“Setiap anak Adam telah mendapatkan bagian zina yang tidak akan bisa dielakkannya. Zina pada mata adalah melihat. Zina pada telinga adalah mendengar. Zina lidah adalah berucap kata. Zina tangan adalah meraba. Zina kaki adalah melangkah. (Dalam hal ini), hati yang mempunyai keinginan angan-angan, dan kemaluanlah yang membuktikan semua itu atau mengurungkannya.” (Muttafaqun alaihi).

Strategi Melebur Dosa

Perbuatan maksiat merupakan perilaku yang dapat merusak akal. Sebagian orang-orang saleh terdahulu mengatakan “Tidaklah seseorang bermaksiat kepada Allah melainkan akalnya akan hilang.” (ad-Daa’ wad-Dawaa’, hlm. 93).

Bagaimana mungkin akal rusak sedangkan esensinya merupakan pengistimewa manusia ketimbang makhluk lainnya. Sebab itu Allah memberikan petunjuk agar manusia terhindar dari perbuatan dosa. Baik itu dosa kecil maupun besar, bahkan dosa kecil sekalipun dapat menjadi besar andai dikerjakan terus-menerus.

Di antara perkara yang dapat meleburkan dosa manusia selaku makhluk pendosa ialah sebagaimana yang dinyatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah (Majmu’ Al Fatawa, Ibnu Taimiyah, 7/487-489).

Pertama, Bertaubat

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?” (QS. At Taubah: 104)

Bertaubat dilakukan dengan cara menghindari, menyesali, dan bertekad untuk tidak mengulangi dosa yang pernah diperbuat (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 12/138-139, Muassasah Qurthubah). Taubat juga dilakukan dengan niat yang lurus, bukan mengedepankan pujian manusia atau berharap dipandang baik di mata orang lain. Segunung apa pun dosa, Allah tidak memandang yang demikian itu. Allah semata melihat bagaimana keseriusan seorang hamba dalam proses taubatnya.

Kedua, Mohon Ampunan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Jika seorang hamba berbuat dosa, lalu ia berkata: Wahai Rabbku, aku betul-betul telah berbuat dosa, ampunilah aku. Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang Maha Mengampuni dosa dan menghukumi setiap dosa. Aku telah mengampuni hamba-Ku.” Kemudian ia berbuat dosa lainnya, lantas ia pun mengatakan pada Rabbnya, “Wahai Rabbku, aku betul-betul telah berbuat dosa lainnya, ampunilah aku.” Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang Maha Mengampuni dosa dan menghukumi setiap dosa. Aku telah mengampuni hamba-Ku. Lakukanlah sesukamu (maksudnya: selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu, pen).” Kemudian ia pun melakukan dosa lain yang ketiga atau keempat.” (HR. Muslim).

Allah Ta’ala adalah Tuhan satu-satunya yang berhak diibadahi dengan benar. Allah yang menciptakan seluruh alam semesta sekaligus isinya hanya dalam waktu 6 hari. Menciptakan yang tampak dan tidak. Pantaskah kiranya seorang insan mendurhakai-Nya? Sedang kasih sayang-Nya melebihi kecintaan seorang ibu pada anaknya. Sungguh tiada lagi tempat mengadu dan bersimpuh selain kepada Rabbul ‘alamin. Saudaraku, beristighfarlah kepada Rabbmu. Memohon ampunan kepada-Nya. Betapa dosa ini menyiksa kehidupanmu, engkau bahagia dalam kemaksiatan padahal hakikatnya menderita dalam kesengsaraan karena jauh dari Allah. Bukan tidak mungkin manakala dosa sebanyak buih di lautan akan Allah ampuni, karena tidak ada satu pun yang menandingi keagungan ampunan-Nya.

Ketiga, Berbuat Baik

وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114

Adalah keniscayaan seorang muslim berbuat baik kepada sesama. Kebaikan yang dilakukan sebagai jembatan sosial yang menginterkoneksikan antara muslim satu dengan lainnya sehingga tercipta persaudaraan yang erat. Sebab itu, berbuat baik adalah sesuatu yang esensial karena dapat mengikis kemaksiatan yang ada dalam diri seorang hamba. Bukankah persaudaraan dan kebahagian sejati diperoleh dari perbuatan baik terhadap sesama atas dasar perintah Allah Ta’ala? Lantas bagaimana mungkin perbuatan buruk bisa bersatu dengan kebaikan? Sangat mustahil.

Keempat, Musibah yang Menimpa

“Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih (karena sesuatu yang hilang), kesusahan hati, atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya. (Muttafaqun alihi).

Jangan pernah berburuk sangka kepada Sang Pencipta. Keburukan di pandangan manusia bisa jadi baik di sisi-Nya, begitu pun sebaliknya. Allah Ta’ala tidak akan membiarkan keimanan hamba-Nya begitu saja tanpa adanya ujian. Atas kuasa Allah, cobaan tersebut akan menghapus dosa-dosa yang pernah dilakukan hamba-hamba-Nya yang beriman.

Saudaraku, dosa adalah noktah hitam yang memekatkan dan mematikan hati juga merusak akal pelakunya. Hawa nafsu dan syubhat adalah faktor penyebab eksistensi dosa senantiasa mendominasi seorang insan yang minim keimanan. Mari bergerak menjauhi dosa dengan mengawalinya membenarkan niat, kemudian bertaubat, memohon ampun, beramal saleh, dan bersabar atas musibah yang mendera. Ingatlah bahwa kesenangan kemaksiatan hanya sementara sedangkan kebahagiaan yang sejati hanya diperoleh saat engkau menaati Allah dan Rasul-Nya. []

Kirim RENUNGAN Anda lewat imel ke: redaksi@islampos.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari OPINI di luar tanggung jawab redaksi Islampos.

Tags: dosaIstighfarLeburTaubat
ADVERTISEMENT
Previous Post

6 Manfaat Kenakan Jilbab

Next Post

Petunjuk Nabi dalam Pengobatan Luka

Mila

Mila

Related Posts

Duit, Uang

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

12 Juli 2025
qarun, harta

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

11 Juli 2025
Tahajjud, Amalan di Pagi Hari, Shalat Taubat, Renungan, Tahajjud, Shalat Malam, shalat tahajud, Bangun Malam, Surah Al-Baqarah, Shalat Witir, Shalat Malam

Paksakan Bangun Shalat Malam

10 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

10 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.