• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Masuk Islamnya Umar Bin Khathab

by Yudi
8 tahun ago
in Sosok
Reading Time: 2 mins read
A A
0
saudara seiman

Foto Ilustrasi: Pexels

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

UMAR bin Khathab dikenal sebagai orang yang tegas, tempramental dan memiliki harga diri yang tinggi. Banyak di antara kaum Muslimin yang merasakan kekerasan dari Umar.

Bukti nyata kekerasan wataknya dan rasa permusuhan yang sudah di luar batas terhadap Rasulullah SAW adalah saat suatu hari umar keluar sambil menghunus pedang hendak membunuh Rasulullah. Dalam perjalanannya ia bertemu dengan Nu’aim bin Abdullah an-Nahham al-Adawi. Nahham bertanya, “Hendak ke mana engkau, wahai Umar?”

Umar menjawab, “Hendak membunuh Rasulullah.”

BACA JUGA: Ketika Umar Takut dengan Ucapannya

ArtikelTerkait

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

Nahham bertanya kembali, “Kalau Muhammad engkau bunuh, bagaimana engkau akan merasakan aman dari kejaran Bani Hasyim dan Bani Zuhrah?”

Umar menjawab, “Aku rasa engkau sudah menjadi penganut Muhammad.”

“Maukah aku kejutkan engkau dengan sesuatu yang lebih mengejutkanmu lagi, wahai Umar? Sesungguhnya adik perempuan dan iparmu telah mengikuti ajaran Muhammad.”

Mendengar hal itu Umar segera berangkat menemui adiknya.

Di dalam rumah adiknya, adiknya sedang belajar dengan Khabbab bin al-Arat. Khabbab mengajarkan surat Thaha dan membacakan surat tersebut untuk adiknya Umar dan iparnya. Khabbab ini senantiasa datang ke rumah adiknya Umar untuk membacakan al-Qur’an untuk keduanya.

Dari dalam rumah mereka mendengar langkah kaki Umar yang semakin mendekat. Khabbab akhirnya bersembunyi agar tak terlihat oleh Umar. Sedangkan adik perempuannya Umar menyembunyikan lembaran al-Qur’an.

Umar sebenarnya telah mendengar Khabbab membacakan ayat untuk mereka berdua, karenanya saat masuk, Umar langsung bertanya, “Apa gerangan sura bisik-bisik yang aku dengar dari kalian?”

Adik serta iparnya Umar menjawab, “Tidak ada apa-apa hanya sekedar suara perbincangan di antara kami.”

“Nampaknya kalian telah menjadi pengikut Muhammad.”

BACA JUGA: Ketika Umar Nyatakan Ingin Jadi Pengikut Nabi Muhammad

Iparnya menjawab, “Wahai Umar! Bagaimana pendapatmu jika kebenaran itu ada selain agamamu?”

Mendengar itu Umar marah lalu melompat ke arah Iparnya dan menginjak-injaknya dengan keras. Lantas adik perempuannya mengangkat suaminya menjauh dari Umar namun dia justru ditampar oleh Umar hingga darah mengalir dari wajahnya. Adik Umar lalu berkata dengan penuh kemarahan, “Wahai Umar! Jika kebenaran ada pada selain agamamu, maka aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Umar putus asa melihat kondisi adiknya yang berdarah, dia menyesal dan merasa malu, lalu berkata, “berikan lembaran yang kalian sembunyikan itu kepadaku agar aku dapat membacanya!”

“Sesungguhnya engkau itu najis, dan tidak ada yang boleh menyentuhnya melainkan orang-orang yang suci. Bangkit dan mandilah dulu!” kemudian Umar bangkit dan mandi lalu mengambil lembaran itu yang isinya surat Thaha ayat 14.

Umar membacanya, lalu mengatakan, “Alangkah indah dan mulianya Kalam ini! Kalau begitu bawa aku kepada Muhammad!”

Saat Khabbab mendengar ucapan Umar, dia langsung keluar dari persembunyiannya seraya berkata, “Wahai Umar, bergembiralah karena sesungguhnya aku berharap engkaulah yang dimaksud dalam doa Rasulullah.

BACA JUGA: Abdullah ibn Umar Berjalan ke Pasar untuk Sebarkan Salam

Sebelumnya Rasulullah berdoa dengan doa, “Ya Allah! Muliakanlah Islam ini dengan salah seorang dari dua orang yang paling engkau cintai, Umar bin Khathab atau Abu Jahal bin Hisyam.”

Setelah itu Umar langsung pergi menemui Rasulullah dan menyatakan diri masuk Islam. []

Sumber: Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung/ Penulis: Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri/ Penerbit: Darul Haq/ November,2016

Tags: sahabatsirahUmar bin Khathab
ADVERTISEMENT
Previous Post

Husail Syahid Terkena Pedang Kaum Muslim

Next Post

Muliakanlah Ibu, karena …

Yudi

Yudi

Related Posts

Imam Ahmad, Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Ibnu Katsir, Abu Hanifah

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

15 April 2025
Sulaiman Al-Qanuni,

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

1 Desember 2024
Abu Bakar, Nuaiman bin Amr,Umair bin Wahab Al-Jumhani

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

14 Oktober 2024

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

10 September 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.