ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Manusia yang Pertama dan Terakhir Masuk Surga?

Foto: Okonomiyaki
0

TERDAPAT beberapa hadis shahih yang menyatakan tentang adanya orang yang masuk surga terakhir. Hanya saja dalam hadis itu sama sekali tidak disebutkan  nama orangnya. Jadi, siapakah  yang pertama dan terakhir masuk surga?

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bercerita tentang kejadian di akhirat dalam hadis yang sangat panjang, kemudian beliau bersabda,“Kemudian setelah Allah menyelesaikan keputusan di antara para hamba dan tinggalah seseorang antara surga dan neraka. Dan dialah penghuni neraka yang terakhir masuk surga,” (HR. Bukhari 806).

Sedangkan, Orang yang pertama masuk surga adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ada banyak dalil tentang masalah ini, diantaranya,

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bercerita,

Pada hari kiamat, aku mendatangi pintu surga, lalu aku minta agar dibukakan. Sang penjaga pintu bertanya, “Siapa kamu?”

Aku jawab, “Muhammad.”

Kemudian penjaga ini menyatakan, “Aku diperintahkan untuk membuka karenamu. Tidak akan aku buka pintu surga bagi siapapun sebelum kamu,” (HR. Muslim 507).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang pertama mengetuk pintu surga.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Saya adalah nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat. Dan saya orang yang pertama kali mengetuk pintu surga,” (HR. Muslim 505, Ibnu Hibban 6481 dan yang lainnya).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, beliau pertama masuk surga,

“Saya orang yang pertama masuk surga di hari kiamat. Dan bukan untuk sombong,”(HR. Ahmad).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tambahkan, “bukan untuk sombong…” beliau tambahkan demikian untuk menegaskan bahwa beliau cerita semacam ini untuk menanamkan keyakinan tentang berita tentang akhirat. Artinya, siapapun wajib meyakini bahwa beliau adalah orang yang pertama kali masuk surga. Allahu a’lam. []

 

Sumber: konsultasi syariah

 

loading...
loading...