• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 25 Februari 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Manusia Paling Merugi di Dunia dan Akhirat

by Ari Cahya Pujianto
9 tahun ago
in Syi'ar
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Foto: public.iastate.edu

Foto: public.iastate.edu

SIAPAKAH manusia yang paling merugi?

Tentang siapa yang paling merugi perbuatannya dalam ayat tersebut, terdapat beberapa pandangan para sahabat dan ulam.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’ad, ia berkata, “Aku bertanya kepada ayahku (yakni Sa’ad bin Abi Waqqash ra) tentang firman Allah, “Katakanlah: “Apakah akan Kami posthukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”, apakah mereka itu Al Haruriyah, (yakni kelompok Khawarij)? Dia menjawab, “Tidak. Mereka adalah kaum Yahudi dan Nasrani. Adapun orang-orang Yahudi (disebut paling merugi) karena mereka telah mendustakan Muhammad saw.

Sementara orang-orang Nasrani (disebut paling merugi) karena mereka mengkufuri surga sambil mengatakan tidak ada makanan dan minuman di dalam surga. Al Haruriyah adalah orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh. Dan Sa’ad (yakni ibnu Abi Waqqash) menamakan mereka dengan sebutan orang-orang fasik.” (HR Bukhari, no. 4359)

ArtikelTerkait

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

6 Manfaat Berteman dengan Orang Shaleh

Sementara Imam Ibnu Katsir (Lihat Tafsir Ibnu Katsir III/329) mengutip pendapat Ali bin Abi Thalib ra, Dhahhak dan lain-lain, bahwa mereka (yang paling merugi yang dimaksud dalam ayat tersebut) adalah Al Haruriyah (Khawarij).

Dalam kajian Ibnu Katsir, itu artinya bahwa ayat ini mencakup Al Haruriyah sebagaimana mencakup kaum Yahudi, Nasrani dan lainnya. Jadi, ayat tersebut bukan turun untuk satu kelompok tertentu saja, melainkan bersifat umum. Sebab, ayat ini Makkiyah sebelum kaum Yahudi dan Nasrani menjadi mitra bicara (khithab) dan sebelum adanya kelompok Khawarij.

Dengan demikian, ayat tersebut bersifat general dan berlaku bagi siapa saja. Baik Ahli Kitab, orang-orang musyrik dan orang-orang sesat lainnya, yang menyembah Allah dengan cara yang tidak diridhai dan tidak syar’i, sedangkan ia menyangka apa yang dilakukannya benar dan amalnya diterima, padahal kenyataannya ia benar-benar telah salah dan amalnya tertolak.

Hal ini seperti disinggung Allah dalam firman-Nya, QS Al Ghaasyiyah (88): 2-4, “Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka).” Juga firman-Nya, “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (yakni amal-amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia, amal-amal itu tak dibalasi oleh Allah karena mereka tidak beriman), lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS Al Furqaan [25]: 23)

Atau dalam QS An Nuur [24]:39, “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun.”

Ketiga ayat tadi menunjukkan, orang-orang kafir, karena amal-amal mereka tidak didasarkan iman, tidak mendapat balasan dari Tuhan di akhirat meski di dunia mereka mengira akan mendapatkannya.

 

Balasan Bagi Manusia yang Paling Merugi

Di dalam ayat tersebut, Allah juga menyebutkan balasan bagi manusia yang paling merugi, yaitu:

1. Terhapusnya amalan-amalannya, “maka hapuslah amalan- amalan mereka.”

2. Terkoyak-koyaknya kehormatan dan kemuliaannya, “…dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat.”

3. Disiksa di neraka Jahannam, “Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam”

Terkait dengan ayat di atas, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya nanti pada hari Kiamat akan datang seseorang yang besar dan gemuk, namun di sisi Allah beratnya tidak bisa mengungguli sayap seekor nyamuk.” Lalu Nabi Saw bersabda, “Bacalah”, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat…” (HR Bukhari, no. 4360).

Artinya tidak ada pahala bagi mereka. Amalan mereka justru memicu siksa dan tidak ada kebaikan mereka yang bisa ditimbang di hari Kiamat. Sebab, selama di dunia mereka menimbang untung-rugi serta baik-buruk dengan neraca nafsu dan variabel-variabel dunia yang menipu. Dan orang yang tidak memiliki kebaikan di akhirat berarti tempatnya di neraka. Naudzubillahi min dzalik.

 

5 Sebab Menjadi Manusia Paling Merugi

Ayat di atas menyinggung beberapa faktor yang menjadikan seseorang menjadi manusia yang paling merugi di dunia dan di akhirat. Di antaranya:

1. Melakukan amal yang sia-sia, tidak berdasarkan aturan yang disyariatkan dan tidak diridhai oleh Allah swt. Faktor ini kita pahami dari firman-Nya, “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini.”

2. Mengkufuri ayat-ayat Allah

3. Mengkufuri hari kebangkitan dan hari akhir. Keduanya tercermin dari firman-Nya, “Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia” [Maksudnya: tidak beriman kepada pembangkitan di hari Kiamat, hisab dan pembalasan].

4. Mereka mengolok-olok ayat-ayat Allah.

5. Mereka juga mengolok-olok para rasul Allah. Kedua hal ini termaktub dalam firman-Nya di atas, “…mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.“[]

 

 

Tags: Dunia dan Akhiratmanusiamerugi
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dia yang Pergi

Next Post

Suami yang Beribadah kepada Allah Sepanjang Malam

Ari Cahya Pujianto

Ari Cahya Pujianto

Hanya Pemuda Akhir Zaman yang Berharap Ridha dan Ampunan Allah Swt

Related Posts

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

14 Juli 2025
agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

14 Juli 2025
Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

13 Juli 2025
Interview, Hadis tentang Dosa Berbohong, Teman

6 Manfaat Berteman dengan Orang Shaleh

12 Juli 2025
Please login to join discussion
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.