Malaysia Kirimkan Kapal Bantuan Pertama untuk Muslim Rohingya

PELABUHAN BARAT 03 FEBRUARY 2017. Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Abd Razak bersama Timbalan Presiden PAS, Tuan Ibrahim Tuan Man beberapa Menteri Kabinet bersama sama melepaskan Kapal Nautical Aliya yang dalam misi kemanusian, Food Flotilla For Myanmar yang memulakan pelayaran di Boustead Cruise Centre. NSTP/OSMAN ADNAN
0 209

KUALA LUMPUR – Malaysia mengirimkan kapal pertama yang membawa 2.300 ton barang kemanusiaan ke negara bagian Rakhine di Myanmar untuk membantu minoritas Muslim Rohingya yang teraniaya di sana.

Perdana Menteri Najib Razak sendiri menghadiri upacara pengiriman bantuan yang terdiri dari makanan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya di dekat ibukota Kuala Lumpur, Jumat kemarin (3/2/2017) di pelabuhan Klang.

Misi ini telah diselenggarakan oleh 1Malaysia Club dan Organisasi Dewan Konsultasi Islam Malaysia dengan kerjasama Turkiye Diyanet Vakfi Foundation, yang didukung oleh pemerintah Turki.

Selain Malaysia, sembilan negara lainnya telah memberikan kontribusi untuk misi ini, termasuk Prancis, Cina, Thailand, Indonesia, Kamboja, Jerman, AS dan Bangladesh.

Berbicara pada acara tersebut, Razak mengatakan misi bantuan ini merupakan bukti kesatuan komunitas Muslim global, ketika terkait dengan kemanusiaan, Anadolu Agency melaporkan.

“Kami umat Islam, tidak bisa lagi menerima lagi saudara dan saudari Muslim Rohingya kami disiksa, diperkosa, dibakar hidup-hidup dan dibunuh,” katanya.

Abdul Azeez Abdul Rahim, yang memimpin Armada Makanan untuk misi Myanmar, kepada wartawan mengatakan bahwa kapal bantuan itu diperkirakan akan mencapai Yangon dalam waktu lima sampai enam hari, tergantung pada kondisi cuaca.

Abdul Rahim mengatakan bantuan tersebut akan diserahkan kepada Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Myanmar Win Myat Aye setiba di Yangon, setelah itu bantuan akan dipasok kepada masyarakat Rohingya.

Kapal akan berlayar ke Teknaf, Bangladesh, setelah bongkar muat di Yangon pada hari yang sama untuk memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya di negara itu, kata Rahim.

“Kita melibatkan tim terdiri dari 230 relawan dan aktivis dari berbagai organisasi non-pemerintah merupakan bagian dalam misi ini,” tambahnya.[fq/islampos]

loading...
loading...