islampos
Media islam generasi baru

Komisi Hukum MUI: Instruksi Presiden Investasikan Dana Haji tidak Tepat

Foto: M Ardiansyah/Islampos
0

JAKARTA—Ikhsan Abdullah, Wakil Ketua Komisi Hukum MUI, menilai intruksi Presiden Joko Widodo untuk menginvestasikan dana haji dinilai tidak tepat.

Menurut Ikhsan yang juga merupakan Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch, penggunaan dana haji tidak halal jika digunakan bukan untuk keperluan haji.

Intruksi itu sendiri sebelumnya disampaikan Jokowi saat melantik Anggota Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji Anggito Abimanyu, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, (26/7/2017) .

“Dana haji merupakan uang milik umat yang disimpan di Bank pemerintah yang telah ditunjuk Kementrian Agama dengan ijab dana setoran haji,” ujar Ikhsan.

Maka, jika dipergunakan untuk keperluan di luar Urusan Penyelenggaraan Haji, tegas Ikhsan, hal itu menjadi tidak halal alias kebijakan yang melanggar hak umat yang mengamanahkan dana haji tersebut lewat bank.

“Pemerintah wajib hukumnya memperoleh izin dan persetujuan dari semua pemilik dana haji,” kata Ikhsan seperti dikutip dari Republika, Kamis, (27/7/2017).

Kenapa pemerintah harus izin kepada umat, lanjut Ikhsan, karena pemerintah tidak memiliki dasar pijakan untuk menggunakan dana haji untuk kepentingan lain.

“Tanpa persetujuan umat pemilik dana haji tersebut, apa lagi BPKH maka hukumnya tidak halal,” ujar dia.

Secara materiil dasar hukum pemerintah tidak boleh menggunakan dana haji ada di fiduciary yang terkodifikasi di UU No 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah.

“Jadi saat umat Islam yang akan berhaji menyetor dana tersebut di bank yang ditunjuk sudah sangat jelas tertera beritanya untuk setoran dana haji,” katanya.

Ke depannya, terkait masalah dana haji yang tersimpan di bank, kata Ikhsan, jika terjadi sesuatu terhadap dana tersebut maka pihak perbankan wajib bertanggung jawab.

“Karena bank harus menjalankan prinsip prudensial sesuai UU Perbankan.” pungkasnya. []

loading...
loading...